Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
133. Dewa Nether Ice Axline


__ADS_3

Sehari berlalu, suasana Desa Chen telah menjadi jauh lebih kondusif. Penduduk dari desa ji dan Zhan . Mereka telah mulai beradaptasi dengan lingkungan dan orang orang desa Chen.


Bangunan sementara telah dibangun untuk mereka tinggal. Para penduduk Desa Zhan dan Desa Ji mulai berlatih dengan Giat.


Di alun - alun Desa, Saat matahari akan terbit, semua orang berkumpul untuk memulai kultivasi, mereka bersiap untuk mendapatkan energi spiritual terbaik di pagi hari.


Para penduduk desa Ji dan Desa Zhan yang belum berhasil menembus Pemurnian Qi, mereka dengan serius menjalan metode yang diajarkan oleh Kepala Desa Chen sebelumnya.


Hingga matahari semakin tinggi, beberapa penduduk dari Desa Ji dan Desa Zhan mulai menembus Pemurnian Qi lapisan pertama.


Mereka yang berhasil menembus menjadi sangat antusias, sedangkan yang belum berhasil menembus semakin bersemangat untuk segera bisa menerobos pemurnian Qi.



Di dekat lokasi Jiang Yuan berada, Hei She dan Hu Lin yang merupakan utusan dari Ras monster akhirnya tiba. Mereka memandang lokasi hutan yang sudah menjadi kering tanpa ada tanda kehidupan.


“Hey Hei She, kenapa lokasi hutan ini sangat aneh ?” tanya Hu Lin penasaran.


“Mana aku tahu, aku juga baru saja disini, dasar Kau bodoh” ucap Hei She kesal.


“Oh iya, hehehe” Balas Hu Lin yang menyadari pertanyaannya salah.


“Apa kita akan maju ke depan untuk memeriksa lebih lanjut ?” tanya Hei She memastikan.


“Em, tunggu dulu, aku merasa ada bahaya  di tempat ini” ucap Hu Lin.


Hu Lin merasakan bahaya ketika melihat lokasi Jiang Yuan. Sense rasa bahayanya tanpa sadar aktif ketika dia melihat hutan yang sudah menjadi sangat kering dan tidak ada tanda kehidupan.


“Bahaya apa ? bukankah ini hanya hutan mati biasa ?” ucap Hei She tidak yakin.


“Coba kau perhatikan lebih seksama, semua wilayah yang mati dan sekitarnya, membentuk sebuah lingkaran. ini bukanlah sesuatu yang alamiah” ucap Hu Lin mengingatkan.


Hei She yang mengalungkan dirinya di leher Hu Lin, segera memanjang badannya dan melihat secara luas dan detail. Setelah melihat lebih seksama, Hei She paham apa yang dimaksud oleh Hu Lin.


“Kau benar, tempat ini sangat aneh. Tidak mungkin tempat ini secara alami tercipta, dan menurut Tuan Ao Lie, kemungkinan ada Dewa yang lahir sebelumnya. Tapi hal ini tidak sesuai dengan kelahiran Dewa”


Hei She yang memperhatikan perubahan mulai menganalisa keanehan lokasi yang dilihat olehnya.


“Jadi apa yang harus kita lakukan “ tanya Hu Lin.


“Kita tunggu saja sebentar disini, mungkin kita akan mendapatkan petunjuk” jawab Hei She.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya menunggu di pinggir dekat dengan batas antara hutan yang penuh vitalitas dan hutan mati.



Di suatu tempat, Dewa Salju Snaxu telah pergi menuju tempat High God yang merupakan atasannya.


Dewa Salju Snaxu tiba di tempat dimana semua daratan dipenuhi dengan salju dan es, tidak ada satupun warna lain selain putih dan biru.


Dewa Salju Snaxu langsung pergi ke tempat High God. Sosok High god yang akan ditemui olehnya adalah Dewa Nether Ice Axline.


Saat Dewa Salju Snaxu masuk, Sosok Dewa Nether Ice Axline sudah menyadarinya. Pintu kediaman Dewa Nether Ice Axline segera terbuka dan membiarkan Dewa Salju Snaxu masuk.


Dewa Salju yang masuk langsung menghadap Dewa Nether Axline yang sedang duduk diatas singgasana es berwana hitam.


Dewa Nether Ice Axline memiliki wujud seperti manusia yang dipenuhi dengan tengkorak, menggunakan jubah hitam, membuat dirinya sangat kontras dengan warna salju dan es yang berwarna putih dan biru.


“Ada keperluan apa kau datang kemari ?” tanya Dewa Nether Ice Axline dengan suara datar.


“Lapor kepada High God, aku menemukan petunjuk terkait kematian Dewa Api Agna” ucap Dewa Salju Snaxu melapor.


“Apa kau bilang, kau berhasil menemukan petunjuk terkait kematian Dewa Api Agna ?” tanya Dewa Nether Ice Axline serius.


“Benar, aku menemukan petunjuk itu” jawab Dewa Salju Snaxu meyakinkan.


“High God, semua ini bermula dari…”


Dewa Salju Snaxu kemudian menceritakan semua kejadian yang terjadi pada salah satu pendetanya. Dewa Salju Snaxu tidak melewatkan detail sedikitpun.


Dewa Nether Ice Axline mendengarkan semua cerita dari Dewa Salju Snaxu dengan seksama. Setelah Dewa Salju Snaxu mendengarkan itu, Wajahnya menjadi cerah.


Dea Nether Ice yakin bahwa pelaku yang kejadian ini hanya saling terkait dan mungkin adalah orang yang sama.


“Bagus, dengan ini kita bisa memeriksa bersama” ucap Dewa Nether Ice Axline yakin.


Kemudian, Dewa Axline menutup matanya dan mencoba menghubungi High Priest yang melayani dirinya.



Di kuil, sosok High Priest sedang tidak tenang, karena beberapa orang tidak kembali untuk melapor.


“Sialan! kenapa mereka tidak becus hanya menyelidiki hal sederhana seperti itu. bahkan seorang pendeta kecil juga belum memberi kabar padaku”

__ADS_1


High Priest dengan kesal menggerutu, karena waktu tempo pengumpulan kekuatan iman akan segera tiba. Sedangkan jumlah Iman berkurang, dan dia belum mengetahui desa mana yang menjadi penyebab berkurangnya iman.


Pendeta kecil yang mati sebelumnya adalah bawahan dirinya, walau melayani Dewa yang berbeda, tapi karena Dewa Yang dilayani oleh Pendeta Kecil merupakan bawahan Dewa yang dia layani, ini membuat statusnya lebih tinggi dan masih ada hubungan diantara mereka.


Sampai sekaran, High Priest belum mengetahui kematian Pendeta kecil, karena semua team yang pergi kesana telah mati, dan tidak ada yang melapor, hanya Dewa Salju Snaxu yang mengetahui karena Pendeta kecil merupakan pelayannya.


Saat High Priest sedang suntuk dan kesal, patung Dewa Nether Ice yang berada di kuil bercahaya, sosok Dewa Ice Nethe Axline keluar dalam bentuk bayangan.


High Priest melihat ini menjadi ketakutan, karena dia belum siap untuk menjelaskan apa yang terjadi.


“Dewa agung, maafkan aku” High Priest langsung bersujud memohon ampun.


“Aku sudah tahu hal apa yang ingin kau sampaikan. sekarang kau pergi ke Desa Chen, tepatnya dekat lokasi petir dari langit semalam muncul”


“Disana kau akan menemukan seorang pendosa, Kau cukup mengawasi dia, tunggu saja aku tiba” ucap Dewa Nether Ice Axline.


High Priest menjadi heran, dia pikir dia akan dihukum karena kegagalan dirinya. Ternyata dia diberikan tugas.


“Baik Dewa, aku tidak akan gagal melaksanakan tugas darimu” jawab High Priest penuh keyakinan.


“Bagus” ucap Dewa Nether ICe Axline.


Setelah menyampaikan pesan itu, Dewa Nether Ice Axline menghilang dari pandangan High Priest.



Di tempat Dewa Nether Ice Axline.


Dewa Nether Ice Axline menatap Dewa Salju Snaxu.


“kau kumpulkan semua Dewa kecil yang berada di bawah pengawasan ku, kita akan pergi tempat itu, untuk melihat siapa yang berani membunuh kita para Dewa” ucap Dewa Nether Ice Axline.


“Baik High God, tapi apa kita tidak melaporkan ini kepada Holy God ?” tanya Dewa Salju Snaxu.


“Tidak, aku akan membawa kejutan untuk Holy God” jawab Nether Ice Axline penuh keyakinan.


“Ugh! baiklah kalau begitu, aku permisi dahulu untuk memanggil yang lainnya”


Setelah Dewa Salju Snaxu pamit, Dewa Nether Axline tersenyum misterius.


“Dengan pencapaian ku menangkap pendosa yang membunuh Dewa Api Agna nanti, Posisi ku diantara para High God pasti akan meningkat”

__ADS_1


Dewa Nether Ice Axline sudah membayangkan dirinya ditatap iri oleh High God Lain saat menangkap Pembunuh Dewa Api Agna. wajahnya tidak bisa menahan senyuman.


__ADS_2