
Chen Yi yang keluar dari kuil segera bertemu dengan kedua adiknya yang berada di luar kuil.
“Kalian berdua, apa yang kalian lakukan disini ?”
Chen Yi menatap heran ke arah kedua adiknya yang mengikuti dirinya.
“Kak, untuk apa kau menghancurkan patung dewa itu ?”
Chen San bertanya ragu ke Chen Yi yang menghancurkan patung dewa.
“Bukankah kau sudah lihat sendiri, aku menghancurkan Patung dewa sialan itu. Mereka tidak lagi dibutuhkan oleh kita, seperti kata Yuan Tiandi, takdir kita ada ditangan kita sendiri”
Chen Yi dengan tegas berbicara kepada kedua adiknya.
“Mulai hari ini, kita tidak perlu lagi menyembah dewa lagi”
Chen Yi menatap kedua adiknya dengan serius. Chen Yi mengingatkan dengan jelas kepada mereka berdua.
“Apa kalian paham ?”
Chen San dan Chen Er saling melirik kemudian menganggukan kepalanya.
“Karena kalian sudah mengerti, mari kita pulang dan mulai memahami lagi isi khotbah yang disampaikan Yuan Tiandi”
Setelah mengatakan itu, Chen Yi berjalan kembali pulang.
Chen San dan Chen Er mengikuti Chen Yi yang sudah berjalan duluan.
…
Di dalam rumah, Jiang Yuan sedang menunggu kepala desa yang hadir. Jiang Yuan dengan tenang dan santai menanti kehadiran kepala desa.
“Mungkin akan sangat lama untuk diriku bisa kembali ke Alam Qinghai, tapi tidak masalah, dengan adanya saudara Long disana, Yu’er pasti baik - baik saja”
Jiang Yuan beristirahat sambil mempelajari rune misterius yang ada di dalam Divine Sparks.
Tak lama kemudian, suara ketukan pintu terdengar.
Tok Tok Tok!
Jiang Yuan segera bangkit dan berjalan menuju pintu, dia sudah bisa menebak siapa yang datang mengunjungi dirinya.
Jiang Yuan membuka pintu dan melihat kepala desa yang sudah berdiri di hadapannya.
“Yuan Tiandi, mari ikut aku ke tempat orang yang tidak hadir saat kau memberi ceramah”
Kepala desa langsung mengutarakan niatnya.
“Baik, pimpin jalan”
Jiang Yuan langsung mempersilahkan Kepala desa untuk membimbing dirinya.
Kepala desa yang sudah mendapat arahan dari Jiang Yuan, segara memimpin jalan menuju rumah pak tua Gu.
Dalam beberapa menit, mereka akhirnya tiba di rumah pak tua Gu.
“Pak Tua GU, aku dan Yuan Tiandi datang berkunjung”
__ADS_1
Kepala desa berteriak memanggil Pak Tua Gu, memastikan dia ada dirumah atau tidak.
“Sebentar!, aku akan keluar”
Pak tua GU dengan cepat datang menghampiri kepala desa dan Jiang Yuan.
“Maaf, aku baru saja memeriksa pasien yang dibawah oleh Chen Yi”
Dengan wajah yang antusias, Pak Tua gu menatap Jiang Yuan. Pak Tua Gu sangat bersemangat karena kedatangan Jiang Yuan.
Dengan kedatangan Jiang Yuan, dia berharap bisa mendapatkan bimbingan lebih lanjut akan pengobatan.
“Tidak masalah, kalau begitu segera bawa kami melihat pasien itu segera” Kepala desa segera berkata kepada Pak tua Gu.
Pak tua Gu langsung mengizinkan Jiang Yuan dan Kepala desa masuk untuk melihat pasien yang dimaksud Kepala desa.
Mereka berdua masuk kedalam rumah Pak tua gu dan berjalan ke ruangan tempat dimana tubuh Jiang Yuan berada.
Jiang Yuan melihat tubuhnya yang kaku terbaring di tempat tidur. Dia hanya bisa tersenyum melihat ini, karena setelah ini, tubuh utamanya akan dibawa.
“Yuan Tiandi, inilah orang yang dimaksud tadi pagi, dia sudah tidak sadarkan diri sejak tiba di desa ini, tubuhnya memiliki vitalitas yang luar biasa, tapi anehnya dia tidak bisa sadar sama sekali” pak tua Gu menjelaskan kondisi tubuh Jiang Yuan yang dia rawat.
Jiang Yuan berusaha menahan senyum ketika mendengar penjelasan Pak Tua Gu. Bagaimana mungkin dia tidak tahu tentang kondisi tubuhnya.
Alasan kenapa tubuh nya tidak bisa sadar adalah, karena jiwa didalam tubuh Utama jiang yuan dalam kondisi tersegel, dan kesadaran utamanya masih di dalam tubuh yang dia ambil alih.
“Kau tidak akan bisa menemukan masalah pria ini, karena ini adalah luka yang berhubungan dengan jiwa” Jiang Yuan menjelaskan kepada Pak Tua Gu akan kondisi tubuh utama miliknya.
“Apa!, jiwa. pantas saja aku tidak bisa memahaminya, ternyata ada masalah dengan jiwa” Pak tua menganggukan kepalanya mengerti.
“baiklah, aku akan membawa tubuh ini untuk melakukan penyembuhan, dan Besok aku akan mengajari kalian pengetahuan lain tentang seputar kultivasi” Jiang Yuan berakta membuat janji kepada Kepala desa dan Pak Tua Gu.
Pak Tua Gu dan Kepala desa merasa senang akan janji yang diucapkan oleh Jiang Yuan. Adanya janji dari Jiang Yuan, membuat mereka menjadi bersemangat.
Dalam Khotbah tadi pagi saja, mereka berdua mendapat banyak keuntungan, walau mereka belum mengetahui cara berkultivasi, tapi pemahaman mereka akan dunia menjadi lebih jelas.
“Kalau begitu aku akan pergi”
Jiang Yuan segera menggunakan kekuatan jiwa miliknya dan membawa Tubuh utamanya pergi kembali kerumah.
Jiang Yuan pergi meninggalkan Kepala desa dan Pak tua Gu berdua di dalam rumah.
“Pak Tua Gu, aku tidak sabar menunggu besok”
Kepala desa dengan wajah berseri - seri berbicara.
“Tunggu saja besok, aku juga tidak sabar menantinya, mungkin dengan ajaran beliau, ilmu pengobatan ku akan meningkat”
Pak tua Gu menganggukan kepalanya, dia tidak sabar menanti hari esok.
“Kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa besok”
Kepala desa pamitan dan dia pergi kembali ke kediaman miliknya.
…
Jiang Yuan yang membawa tubuh utama sudah tiba dirumah, dia segera meletakkan tubuhnya di kamar khusus.
__ADS_1
“Untuk saat ini, aku hanya perlu mempelajari rune misterius dan meningkatkan kultivasi jiwa milikku”
Jiang Yuan menatap tubuhnya yang kaku, walau vitalitasnya sangat melimpah, tapi karena segel hukuman surgawi, percuma saja jika Jiang Yuan kembali ke tubuhnya, Karena dia tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual sama sekali.
Jiang Yuan mengeluarkan Divine Sparks dan mulai mempelajari Rune yang terdapat dalam Divine Sparks.
…
Satu bulan berlalu, Jiang Yuan mengajari penduduk desa dengan berbagai metode kultivasi, teknik menempa, obat obatan.
Selama satu bulan terakhir, tidak ada lagi penduduk desa yang menyembah Dewa.
Kuil persembahan Dewa sudah ditinggalkan dan tidak terawat sama sekali.
Diantara penduduk desa, Chen Yi yang paling cepat menjadi seorang kultivator, selama sebulan dia telah menembus lapisan ketiga pemurnian Qi.
Sedangkan Penduduk desa lainya baru berada di lapisan pertama Pemurnian Qi.
Hari hari tenang di desa Chen terus berlangsung, namun berbeda dengan wilayah lain.
Di suatu kota yang cukup jauh dari lokasi Jiang Yuan berada, Sebuah kuil megah berdiri. Di dalam kuil seorang pendeta sedang melakukan ritual khusus.
Mulut pendeta terus membaca mantra, sedangkan tangannya membentuk gerakan segel.
“Terkumpul”
Pendeta itu berteriak, dan sebuah pola terbentuk di lantai. sebuah patung yang ada di hadapannya mulai bercahaya. sejumlah cahaya putih mulai berkumpul di patung tersebut.
Setelah sekian lama, proses ritual selesai. Pendeta itu melihat ke arah patung, tepatnya kumpulan cahaya putih yang terkumpul di patung.
Pendeta itu mengerutkan kening, dia segera mendekat dan memeriksa.
“Sialan!, desa mana yang tidak menyembah Dewa!”
Pendeta itu marah, setelah memeriksa kumpulan cahaya, dia mengetahui bahwa jumlah kekuatan iman yang terkumpul jauh lebih sedikit dari bulan lalu.
Hal ini membuktikan hanya ada satu kemungkinan, bahwa ada desa yang berhenti menyembah Dewa.
“Aku harus menemukan desa itu segera mungkin, jika Dewa tahu bahwa Kekuatan Iman yang terkumpul berkurang, maka aku yang akan terkena amukan dewa”
Pendeta itu panik, dia segera berlari keluar kuil.
“Semuanya, cepat selidiki desa dan kota yang dibawah kendali kita, perhatikan desa mana yang tidak menyembah Dewa lagi, para pendosa itu harus segera diberi pelajaran”
Pendeta keluar dari kuil, dia segera berteriak kepada semua pelayan kuil yang menunggu di luar kuil.
Para pelayan kuil terkejut mendengar ucapan Pendeta. Mereka tidak menyangka ada desa atau kota yang tidak menyembah Dewa lagi.
“Cepat!, cari tahu desa atau kota mana itu, jika Dewa mengetahui ini, kita semua yang akan menanggung amarah Dewa”
Pendeta itu segera memerintahkan semua pelayan kuil untuk pergi.
Para pelayan kuil segera berpencar menyelidiki desa atau kota mana yang dibawah kendali mereka yang tidak beribadah kepada dewa lagi.
“Semoga saja masih ada waktu sebelum Dewa mengambil itu”
Pendeta dengan wajah kesal dan panik bergumam.
__ADS_1
....
Jangan lupa baca juga Novel, Re:ranker, Villain Revenge. dan jangn lupa klik Favoritnya . agar lebih mudah mencarinya, klik saja akun Author untuk menemukannya. Terima kasih.