
Jiang Yuan menatap setiap warga desa yang sedang menunggu dirinya untuk memulai memberikan arahan cara praktik keabadian.
“Semuanya dengar aku, aku akan segera memulai memberitahu kalian cara mempraktikan keabadian”
Jiang Yuan berhenti sejenak, dia menghirup nafas panjang dan menghela nafas.
“Praktik keabadian dan bela diri hampir sekilas mirip, jika bela diri mengelola energi internal, maka keabadian mengelola energi langit dan bumi. Menghirup energi spiritual yang ada di langit dan bumi, mengubah energi tersebut menjadi bagian dari tubuh, memurnikan tubuh, memurnikan jiwa, dan memurnikan esensi spiritual”
“Para praktisi keabadian disebut dengan Cultivator. Para cultivator mengkultivasikan energi langit dan bumi untuk menyehatkan tubuh. dimulai dari merasakan energi langit dan bumi, menghirup energi langit dan bumi, memasukan energi langit dan bumi ke dalam dantian, menyebarkan seluruh energi melalui meridian ke seluruh tubuh”
“Praktik menuju keabadian adalah praktik yang melawan surga, dimulai dari Pemurnian Qi, membangun pondasi, Jindan, Yuanying, Transformasi dewa, Integrall, tribulasi, Mahayana, hingga Half-Immotal. Setelah mencapai Half-immortal, maka hanya selangkah lagi menjadi seorang Immortal”
“Setelah menjadi Immortal, orang yang menjadi Immortal akan melakukan ascension ke alam atas. Mungkin kalian pikir manusia hanya ada di dunia ini, nyatanya tidak sama sekali. Ada banyak manusia seperti kalian bertebaran di langit luas. Kalian semua bagai butiran debu yang berterbangan. Hanya ketika kalian mendaki ke Alam yang lebih tinggi dan memiliki kekuatan, baru kalian bisa menjadi eksistensi nyata”
“Berkultivasi memerlukan proses yang panjang, setiap orang mempunyai jalan yang berbeda - beda dalam berkultivasi, 3000 jalan semua akan menuju 1. Rentang umur seorang yang berkultivasi akan bertambah sesuai tingkatan alam yang mereka raih. Jindan akan memiliki masa hidup 500 tahun, untuk seorang mahayana rentang hidup tidak akan terbatas, tapi dalam periode tertentu akan ada yang namanya petir perampokan. Jika gagal dalam ujian petir perampokan, maka masa hidup akan dirampok surga, hal inilah kenapa para cultivator disebut melawan surga, karena kita merampok umur panjang dan takdir kita sendiri dari surga”
“Ada banyak cara untuk berkultivasi, pada dasarnya cara kultivasi dibagi menjadi 3, yaitu fisik,jiwa, dan spiritual. setiap orang bisa berkultivasi, asalkan bisa mengetahui jalan yang sesuai dengan tubuhnya, tidak ada jalan yang terbaik, yang ada hanya jalan yang paling tepat”
Jiang Yuan berhenti berbicara sejenak, dia kemudian mengeluarkan dupa pencerahan dan membakarnya.
Asap yang dihasilkan dupa pencerahan menyebar ke seluruh penjuru. Penduduk yang menghirup asap yang dihasilkan dari dupa pencerahan menjadi lebih rileks, pikiran mereka menjadi lebih jernih.
Jiang Yuan yang melihat penduduk desa yang masuk ke dalam keadaan misterius tersenyum, kemudian dia melanjutkan ceramahnya.
“Berkultivasi tidak lebih dari memahami Tao. Tao terbagi menjadi 3000 jalan, setiap jalan memiliki awal yang berbeda, tapi tiap jalan akan menuju pada tujuan yang sama”
“Tao adalah Tao, Tao berada tepat berada dibawah kakimu. Manusia mengikuti bumi, bumi mengikuti langit, langit mengikuti Tao. 4 musim silih berganti, hidup dan mati , langit dan bumi, matahari dan bulan, cahaya dan kegelapan, Yin dan Yang, semua adalah siklus yang terus berputar dalam samsara”
“Kematian menghasilkan Kehidupan, Cahaya menerangi Kegelapan, Kegelapan tercipta dari bayangan yang dihasilkan oleh cahaya. Anoda menghasilkan katoda, Yin dan Yang, semua tidak terlepas dari Yin dan Yang. semua hal saling bersinggungan sehingga menghasilkan harmoni kesiembangan”
Jiang Yuan terus berbicara tentang tao dan jalan menuju praktik keabadian.
Berkat bantuan dupa pencerahan, penduduk desa jauh lebih muda mengerti akan kata - kata Jiang Yuan.
Wajah mereka kadang tersenyum karena memahami makna kalimat Jiang Yuan. Kadang wajah mereka mengkerut karena tidak paham sama sekali makna kalimat Jiang Yuan.
Jiang Yuan berbicara secara perlahan, agar semua penduduk desa dapat mendengar setiap kata demi kata yang dia ucapkan.
__ADS_1
Jiang Yuan melakukan ceramah hingga sore hari. Saat matahari akan terbenam, Jiang Yuan menghentikan ceramahnya.
Saat Jiang Yuan menghentikan ceramah, satu persatu penduduk desa mulai sadar dan bangun dari kondisi pencerahan.
“Khotbah hari ini telah selesai aku lakukan, kalian silahkan pulang dan cernah hal apa saja yang kalian dapatkan, dan mulai besok kalian bisa berlatih merasakan energi langit dan bumi, Jika kalian sudah bisa merasakan energi langit dan bumi, maka kalian sudah bisa memulai jalan menjadi seorang cultivator keabadian”
Jiang Yuan menatap semua penduduk desa dengan wajah tenang tanpa expresi. Jiang Yuan segera pergi menghilang kembali ke rumah.
Penduduk desa saling melirik satu sama lain, wajah mereka saling tersenyum, karena hampir semua penduduk desa mulai bisa merasakan energi langit dan bumi.
“Kakak, apa kau merasakan energi langit dan bumi ?”
Chen San bertanya pada Chen Yi yang tersenyum puas.
“hahaha, benar sekali. aku sudah bisa merasakan energi langit dan bumi memasuki tubuhku. aku hanya perlu bimbingan lebih jauh lagi agar bisa mengoptimalkan energi langit dan bumi ke dalam tubuhku”
Chen Yi segera beranjak pergi dengan wajah yang tegas.
Chen Er dan Chen San saling melirik bingung.
“Chen San, kemana kakak akan pergi ?”
“Tidak tahu, jalan itu sepertinya bukan menuju rumah kita”
Chen San juga bingung kemana Chen YI pergi.
“Mari kita periksa, kemana kakak akan pergi”
Chen Er segera mengajak Chen San pergi menyusul Chen Yi.
Mereka berdua akhirnya mengejar Chen Yi. setelah mengikuti Chen YI dari belakang, Chen San dan Chen Er bisa menebak kemana arah Chen Yi pergi.
Wajah mereka semakin serius, jika tebakan mereka benar, hal yang dilakukan Chen Yi sangatlah beresiko.
Chen Yi dengan berjalan cepat akhirnya tiba di sebuah bangunan kecil. bangunan ini merupakan tempat penduduk desa menyembah dewa.
“hehehe, lihatlah sekarang. siapa yang bisa menyelamatkanmu dari diriku yang akan menghancurkan kuil milikmu ?”
__ADS_1
Chen Yi dengan wajah mengejek menatap patung dewa yang ada di kuil.
“Kenapa kau tidak menjawab ?, kau saja tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri, selama ini aku selalu berharap keselamatan kepadamu adalah hal yang bodoh”
Chen Yi menggelengkan kepalanya.
“Sekarang giliran ku melihat dan memastikan apakah kau nyata atau tidak”
Chen Yi segera loncat ke bagian belakang patung.
Dengan sekuat tenaga Chen Yi mendorong patung dewa, perlahan - lahan patung bergeser hingga ke tepi.
Boom!
Patung dewa akhirnya jatuh akibat dorongan Chen Yi.
Chen Yi menepuk membersihkan tangan setelah mendorong patung dewa.
“Hahaha, benar saja, kau tidak lebih dari omong kosong yang aku percayai selama ini. Bahkan kau tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri”
Chen Yi menghina dan menjelekan Dewa yang dia sembah sebelumnya.
Chen Er dan Chen San yang melihat ini terkejut, wajah mereka terperangah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
“Chen San, sepertinya kakak sudah sangat muak dengan Dewa itu”
Chen Er tanpa sadar bertanya pada Chen San.
“Benar, lihatlah wajah kakak yang sangat puas setelah membuat patung dewa jatuh”
Chen San menatap Chen Yi dengan tatapan tidak percaya.
Glup!
mereka berdua menelan ludah karena masih tidak percaya dengan hal gila yang dilakukan Chen Yi.
“Semoga saja Dewa itu tidak menyadari perilaku kakak”
__ADS_1
Mereka berdua hanya bisa berharap di dalam hati mereka.
Chen Yi yang sudah selesai menjatuhkan patung Dewa, segera keluar dari kuil dengan wajah senang.