Forced Marriage (Kawin Paksa)

Forced Marriage (Kawin Paksa)
Penolakan Kedua


__ADS_3

Pagi ini, Rendy tengah mengadakan rapat bersama karwayan-karyawannya juga beserta petinggi dari perusahaan, dalam rangka pembahasan mengenai proyek yang akan dikerjakan pada bulan ini.


"Sampai di mana pembahasan mengenai database XEC? Apa kalian sudah menentukan menemukan program yang tepat?" tanya Rendy dengan spontan. memang sudah kebiasaan Rendy untuk membuka rapat dengan sebuah pertanyaan.


Ketika pertanyaan telah keluar dari mulut sang CEO, maka para karyawan harus siap untuk menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang sebaik-baiknya.


"Untuk pogramnya kami telah menemukan tiga program terbaik, Pak. Untuk pembahasan mengenai database XEC telah sampai mengenai pembahasan keamanannya," jawab Salah satu karwayan dengan cepat.


"Kalau begitu, langsung lakukan presentasi dari setiap divisi," titah Rendy dengan nada yang pelan namun tidak kehilangan ketegasannya.


"Baik Pak" ucap seluruh karyawan di ruangan rapat itu secara bersamaan. Rapat Pun di mulai dengan pembahasan dari departemen Pemprograman.


Rendy terbilang sangat muda, untuk menjadi seorang CEO sebuah perusahaan. Namun, berkat bakat serta kerja kerasnya saat ini Rendy bisa membawa RBT Corperation, yang merupakan perusahaan miliknya menjadi salah satu perusahaan IT terbaik di dunia. Sehingga Saat ini Rendy memiliki kekayaan jutaan dolar, yang memasukkan Rendy menjadi salah satu


orang terkaya di dunia.


Oleh karena itu, dalam menjalankan perusahaan miliknya Rendy selalu bersikap tegas dan disiplin terhadap karyawan- karyawannya.


Setelah satu jam berlalu, rapat pun berakhir. Rapat berlangsung dengan sangat lancar dan menghasilkan keputusan yang memuaskan.


Selepas Rapat, Rendy segera menuju ke ruangannya di dampingi oleh Sesil yang merupakan sekretarisnya.


"Apa Jadwal selanjutnya?" tanya Rendy kepada Sekretarisnya di sela perjalanan menuju ruangannya.


"Jadwal Selanjutnya ada pertemuan dengan Tuan Besar, Pak."


"Baiklah, Siapkan Mobil untuk saya."


"Baik, Pak. Akan segera saya siapkan."

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Rendy mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang normal. Biasanya Rendy menggunakan supir setiap bepergian. Namun, karena


saat ini Ia merupakan persoalan yang sangat penting. oleh karena itu, Rendy memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri.


Setelah kemarin ayahnya yang menelpon rendy untuk segera menemuinya. oleh karena itu, Rendy dengan sengaja mengosongkan segala jadwal rapatnya malam ini untuk bisa bertemu ayahnya.


Jalanan hari ini tidak begitu ramai, sehingga Rendy bisa menambah kecepatan laju mobilnya. Mobil Rendy pun melaju dengan cepat tanpa adanya hambatan yang berarti.


...----------------...


Rendy pun telah tiba di depan kantor ayahnya. selepas memakirkan mobil di garasi bawah tanah, Rendy bergegas menuju keruangan di mana Ayahnya bekerja.


Selama menuju ke ruangan ayahnya, setiap mata karwayan wanita yang ada dikantor itu tak lepas menatap Rendy dengan tatapan memuja.


Seolah ingin menerjang ke dalam pelukan Rendy. Namun, Rendy tetap tidak peduli dengan tatapan memuja dari siapapun itu. Ia tetap berjalan santai dengan raut wajah dinginnya itu.


Akhirnya Rendy telah sampai di depan ruangan yang dipintunya bertuliskan nama "CEO Adyatama Corps".


"Akhirnya kamu datang juga," ucap ayah Rendy yang mulai mengalihkan pandangan dari berkas yang ada di mejanya ke arah anak semata wayangnya itu.


"Iya yah, apa ayah sudah menunggu lama?"


"Tidak, Ayah mu ini juga sibuk jadi tidak ada kata menunggu tanpa membuang waktu," ucap sang Ayah dengan tenang. " Duduklah, ada yang ayah ingin bicarakan denganmu." Kemudian Ayah Rendy beranjak dari kursi kerjanya menuju sofa yang kini tengah di duduki oleh Rendy.


"Sebenarnya apa yang ingin ayah bicarakan? Biasanya ayah hanya menelepon, tapi sekarang ayah memanggilku sampai ke kantor, jangan bilang ayah ingin berbicara mengenai masalah Perjodohanku Kemarin?"


Mendengar sang anak yang tepat sasaran, Ayah Rendy berusaha untuk bersikap tenang dan berbicara secara pelan-pelan agar anaknya bisa mengerti dan tidak tersulut emosi. "Dugaannya memang benar. Ayah memanggilmu kemari memang ingin berbicara mengenai perjodohanmu."


"Yah, Bukankah sudah Rendy katakan bahwa Rendy tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dengan Laura."

__ADS_1


"Ayah tau nak, kamu sudah mengatakannya. Tapi, kamu tau kan...bahwa Mamamu tidak setuju kamu menikah dengannya."


"Rendy tidak peduli, Yah. Sampai kapanpun Rendy tidak akan menikah kalau tidak dengan Laura."


"Kalau begitu, kenapa dia pergi darimu?"


"Dari mana Ayah tau kalau Laura tidak di Indonesia?" Rendy tak dapat menyangkal pertanyaan Ayahnya. pertanyaan itu tepat menusuk tembus kedalam Relung hatinya yang kini merasa kosong karena Laura yang pergi meninggalkannya secara tiba-tiba.


Rendy pun sangat terkejut, bagaimana tidak? kepergian Laura merupakan hal yang berusaha dengan rapat Rendy sembunyikan dari siapapun. Namun, dengan mudahnya ayahnya mengetahui hal tersebut.


"Ren, Kamu tau kan bahwa informan ayah ada dimana-mana dan bukan hal yang sulit untuk mencari tau hal itu."


"Bukankah hal itu telah membuktikan bahwa dia tidak mencintaimu. Jadi, terimalah perjodohan ini, Ren.."


"Aku tidak peduli Yah, sekalipun Laura tidak mencintaiku aku akan tetap mencintainya dan itu sudah cukup bagiku. Keputusanku sudah bulat dan aku tidak akan menikah dengan perempuan pilihan kalian." Ucap Rendy dengan nada yang tinggi.


"Tapi ini untuk kebaikanmu, Ren!" ucap Ayah Rendy dengan nada yang mulai tinggi.


"Untuk kebaikanku? bukankah ini keegoisan? kenapa harus aku yang bertanggung jawab menikahi perempuan yang tidak aku cintai hanya karena perjanjian konyol yang di buat oleh mama? kenapa harus aku?"


"Ren, Ayah mohon berpikirlah dengan kepala dingin."


"Sekalipun dengan kepala dingin, Rendy tetap tidak berubah pikiran sampai kapanpun. Satu-satunya perempuan yang akan menikah denganku hanyalah Laura!"


Tanpa Mendengar ucapan sang ayah, Rendy memutuskan untuk pergi meninggalkan Ayahnya seorang diri yang sangat terkejut dengan ucapan anaknya itu.


Penolakan kembali terjadi :(


~Bersambung~

__ADS_1


"Halo Teman teman semua👋😆 Gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu ya 🤗 Oh iya Makasih banyak yang udah mau baca cerita yang masih banyak kekurangannya ini


:( pokonya makasih banget 🥺 Oh iya. Makasih Komentar dari kalian yang bisa membuat aku semangat buat nulis lagi. Oh iya mohon sering komentar ya 😂 juga like hehe kan gratis yeea🤭 Pokonya I Love You guys🤗🤗


__ADS_2