
"Ma, ada yang mau Rendy sampaikan."
"Iya Ren, Kamu mau menyampaikan apa, Nak?"
Tiba-tiba suasana saat itu, seketika berubah menjadi serius. Ibu Rendy sangat penasaran dengan apa yang ingin anaknya ucapkan.
"Ma, Rendy mau Menerima Perjodohan Itu." ucap Rendy tegas.
...****************...
"Kamu beneran Ren? mama nggak salah dengar kan?" tanya Mama Rendy tak percaya.
"Iya Ma, apa yang mama dengar barusan benar dan Rendy serius dengan hal ini," Jawab Rendy tegas.
"Akhirnya...," ucap Mama Rendy yang kemudian bergegas untuk memeluk anak semata wayangnya itu. "Mama senang banget dengernya, ini Mama nggak lagi mimpi kan, Ren?"
"Ini Nyata Kok Ma," tutur Rendy yang berusaha meyakinkan sang Ibu.
"Ada apa ini? Ko udah pelukan aja?" ucap Ayah Rendy yang baru saja tiba.
"Pa, anak kita akhirnya mau nikah sama Cinta," Ucap sang Ibu dengan sangat antusias.
Mendengar Hal itu, Sang ayah pun terkaget-kaget. "Beneran ini?" tanya sang ayah yang tak percaya.
"Iya yah, Rendy serius," ucap Rendy dengan menambah ketegasan di dalam kalimatnya.
"Alhamdulillah kalau gitu, akhirnya kamu setuju juga, Ayah sangat bangga dengan keputusan mu, Ren."
"Oke kalau gitu, malam ini kita langsung pergi ke Rumah Cinta untuk melamar," ucap sang Ibu dengan antusiasmenya.
"Mama masih sakit, jadi nggak boleh keluar dulu. Besok pagi biar Rendi aja yang ke rumah Cinta sekalian minta maaf ke om dan tantenya."
"Tapi kan, Mama mau ikut juga."
"Sayang, apa yang dikatakan Rendy benar, kondisi kesehatanmu masih sangat rendah, biarkan Rendy pergi sendiri dan menyampaikan niatnya," jelas Ayah Rendy yang berusaha untuk memberi pengertian kepada sang istri.
" Iya okey, tapi jangan lupa bawa Cinta kesini ya, soalnya mama pengen banget ketemu sama Cinta," Pinta sang Ibu dengan diiringi senyum sumringah.
"Iya Ma, Mama nggak usah khawatir Rendy bakalan bawa Cinta kesini. Karena udah malam, Mama harus istirahat, okey." Rendy segera membantu sang Ibu berbaring dan tak lupa menyelimutinya.
__ADS_1
"Mama seneng banget, mama harap hari besok akan sebahagia ini."
"Rendy Jamin mulai besok, Setiap hari-hari mama akan terus sebahagia ini."
"Makasih Nak," ucap sang Ibu dengan mengusap kepala Rendy, dengan di iringi senyuman bahagianya. " Good night, jangan lupa langsung istirahat ya."
"Baik, Good night to, Ma." Segera Rendy mencium kening sang Ibu yang mulai terlelap.
"Ren, kamu istirahat di rumah aja, biar Ayah aja yang jaga disini, kalau kamu istirahat disini takutnya besok kamu terlambat."
Rendy sangat ingin menjaga sang ibu, tapi yang dikatakan sang ayah benar, kalau lebih baik ia istirahat di rumah,"Baik yah, kalau gitu Rendy balik dulu." Rendy berpamitan kepada sang Ayah. Kemudian bergegas menuju Rumah kediaman keluarganya.
...----------------...
Keesokan Paginya....
Rendy telah bersiap-siap untuk segera pergi ke Rumah seorang perempuan yang sebentar lagi akan menjadi Istrinya. Rendy mulai memakan sarapan yang ada di meja. Roti Panggang Keju yang selalu menjadi favoritnya.
"Ini minumannya Tuan muda," ucap bi Minah dengan meletakkan secangkir kopi di meja makan.
"Terimakasih Bi." Segera Rendy menyeruput kopi hangatnya.
"Iya den, kalau boleh tau Ibu kondisinya bagaimana den?" tanya Bi Minah khawatir. Bi Minah merupakan pelayan yang telah bekerja selama puluhan tahun di rumah keluarga Rendy dan mengurus segala keperluan keluarga di Rumah. Jadi, Bi Minah juga sudah dianggap sebagai keluarga adyatama. Tak heran Bi Minah selalu mengkhawatirkan kesehatan seluruh anggota keluarga.
" Alhamdulillah ya den, Kalau gitu. Semoga Cepat Sembuh."
"Iya Bi, Aamiin."
Tiba-tiba ditengah percakapan, ada seseorang yang datang.
"Maaf meganggu percakapannya Tuan, Izin memberitahukan bahwa mobil telah siap digunakan dan Pak Doni juga sudah siap di dalam mobil," ucap salah seorang yang diketahui sebagai satpam di rumah keluarga Rendy.
"Baik, tolong beritahu pak Doni untuk tidak perku mengantar saya, biar saya mengendarai mobil sendiri."
"Baik tuan muda, akan segera saya informasikan, saya permisi dulu tuan." satpam itu segera bergegas untuk melaksanakan pinta sang tuan muda.
"Aku pergi dulu ya bi."
"Baik den, hati-hati dijalan den."
__ADS_1
Dengan segera Rendy menuju tempat mobilnya dipakirkan. Tampak sebuah Mobil Sport Bewarna Hitam Terpakir Indah.
Tak ingin berlama-lama Rendy langsung mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan 150 km/Jam. Perjalanan yang ditempuh pun Cukup jauh yang membutuhkan waktu sekitar 2 Jam.
Namun, dengan laju yang sangat cepat Rendy tak membutuhkan waktu yang lama, hanya butuh waktu 1 jam Rendy sudah sampai dikediaman Cinta.
Sesampainya di sana, Rendy cukup kaget dengan penampakan Rumah Cinta. Rumah yang sangat sederhana bila dibandingkan dengan rumah miliknya. Rendy merasa heran kenapa ibunya bisa memilihkan seorang perempuan dari kalangan yang biasa dan tidak setara dengan keluarganya. Karena Rendy mulai berpikir kalau Cinta adalah perempuan yang menginginkan harta.
Tak ingin berpikir lebih lama lagi, Rendy segera mengetuk pintu rumah tersebut. Tak selang beberapa lama pintu itu terbuka, Terlihat seorang perempuan tengah memakai celemek dengan menggenggam Spatula di tangan kirinya.
"Halo," ucap Rendy dengan melambai kan tangannya.
Alangkah Kagetnya, Cinta melihat seseorang yang saat ini berdiri tepat didepannya. Seorang yang sama sekali tidak mungkin datang kerumahnya dengan alasan apapun. Cinta terdiam selama beberapa menit. Namun, kesadarannya kembali datang setelah mendengar suara sapaan dari Rendy.
"Oh iya Halo," jawab cinta gugup, tangan cinta mulai gemetar.
"Cinta siapa yang datang?" tanya Sang Bibi yang muncul dari dapur.
"Iya bi, Ini ada Rendy anaknya Tante Anes," ucap Cinta yang berusaha untuk menormalkan rasa groginya.
"Jadi ini yang namanya, Rendy."
"Iya Tan, Maaf meganggu Waktunya pagi-pagi begini."
"Iya gapapa, Santai aja. Ayo sini masuk dulu."
Yang kemudian sampailah di ruang tamu.
"Tante siapin teh bentar ya."
" Eh nggak usah repot-repot Tan. Sebenarnya Rendy kesini mau minta maaf juga sekaligus mau minta izin."
"Mau minta maaf gimana, Ren?" ucap Bibinya Cinta yang tak mengerti.
Cinta juga merasa heran dengan ucapan dari Rendy.
"Jadi, Rendy mau minta maaf yang sebesar-besarnya karena udah perjodohan yang kemarin, sekaligus Rendy mau nyampein niat Rendy untuk menikah dengan Cinta."
"Apa?" ..............
__ADS_1
~Bersambung~
Akhirnya Update lagi ya ππππ Thanks yang udah mau baca....Plis komentnya dong kasih saran atau dukungan π₯Ίπ₯Ί Biar Author tambah semangat ππ₯²π₯²