Forced Marriage (Kawin Paksa)

Forced Marriage (Kawin Paksa)
Undangan Tante Anes untuk Cinta


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak kejadian menyakitkan itu. Kini cinta telah menjalani kehidupan normalnya dan rutinitasnya seperti biasa, yaitu berjualan di toko kue miliknya. Sebenarnya Cinta masih mengingat jelas, bagaimana rasa sakit yang timbul dari penolakan yang diterimanya secara langsung saat itu. Namun, ia berusaha melupakan kejadian itu, toh bagi cinta ini bukanlah hal yang baru pertama kali terjadi. karena sebelumnya juga dirinya pernah di tolak mentah-mentah juga oleh keluarganya Dimas, yaitu mantan tunangannya.


Kadang Cinta berpikir, kenapa selalu saja dirinya mengalami hal yang pahit di dalam percintaan. Seolah semesta menolak dirinya untuk memperoleh kebahagiaan di bidang percintaan. Entah mengapa nasib buruk selalu menyertai kehidupan percintaannya.


Cinta sudah Bosan, dengan kehidupan percintaannya. Hingga dirinya saat ini benar-benar memutuskan untuk tidak peduli lagi soal percintaan.


"Mbak...Mbak Cin," suara Anggi yang sedari tadi berusaha memanggil Cinta. Anggi merupakan seorang pekerja yang membantu cinta di Toko kue miliknya.


"Eh...Iya Nggi, ada apa?" jawab cinta yang mulai tersadar dari lamunannya.


"Ini Mbak, aku mau nanya kuenya yang udah masak mau taruh di mana ya mbak?"


"Oh iya, kamu taruh di telase depan aja ya, sekalian tolong bungkusin pesanan Mbak yang tadi," pinta Cinta kepada Anggi.


"Baik Mbak." Anggi segera melaksanakan perintah Cinta dengan cepat.


Hari ini Toko Cinta Sangat Ramai, hingga Cinta harus beberapa kali memanggang Roti dan menguleni adonan. Sungguh Hari yang benar-benar melelahkan. Namun, hal ini sungguh sangat dinikmati oleh Cinta. Ia juga sangat senang karena semua kuenya habisa terjual. Sehingga pendapatannya hari ini amat meningkat.

__ADS_1


"Alhamdulillah hari ini ramai ya, Mbak"


"Iya, Alhamdulillah banget Nggi,"


"Oh iya Mbak, dari tadi aku lihat Mbak Cinta wajahnya agak murung gitu. Juga dari tadi mbak cinta melamun. Mbak Cinta ada masalah?" tanya Anggi khawatir, karena Cinta biasanya selalu tampak ceria.


"Nggak kok Nggi, Mbak baik-baik aja," Tutur cinta yang berusaha untuk menutupi kesedihannya. Sebenarnya sedari tadi cinta telah berusaha sekuat mungkin menutupi kesedihannya. Kiranya tanpa sadar raut wajahnya menampakkan hal yang sebenarnya ingin ia tutupi. Cinta bukanlah seseorang yang suka berbagi cerita mengenai permasalahan yang ia hadapi, karena bagi dirinya cukup dirinyalah yang memikirkan dan menyelesaikannya sendiri, karena itu merupakan masalah dirinya. Cinta juga tidak ingin merepotkan orang


lain untuk memikirkan masalah hidupnya.


"Tapi Kok Wajah Mbak Kayak murung begitu?" tanya Anggi yang berusaha memastikan tentang rasa khawatirnya.


Berbagai pertanyaan seketika muncul di pikirannya. Ada alasan apa Tante Anes menghubungi dirinya?


Karena Cinta berpikir, bahwasanya hubungannya dengan Tante Anes telah berakhir. Mengingat Kejadian kemarin yang amat tidak mengenakkan bagi dirinya dan juga Tante Anes.


Setelah beberapa lama Cinta berpikir, akhirnya cinta mengangkat panggilan dari Tante Anes.

__ADS_1


"Assalamualaikum Cinta"


"Wa'alaikumussalam Tante"


"Kamu apa kabar sayang?"


"Alhamdulillah Sehat Tan, Tante gimana?"


"Alhamdulillah sehat juga. Oh iya Cin, jadi Tante mau ngundang kamu ke pesta Tante hari Sabtu malam Minggu ini, apa kamu bisa datang?"


~Bersambung~


Halo Teman-teman semua๐Ÿ‘‹


sebelumnya aku mohon maaf yang sebesar-besarnya Karena jarang banget update๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Insyaallah bakalan update setiap hari, mohon doanya ya teman-teman.


Juga mohon banget, plis kalau bisa kasih aku comment, karena komentar kalian amat berarti bagi saya๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ.

__ADS_1


Pokonya Terima kasih sudah mau membaca cerita yang penuh kekurangan ini, love you guys ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2