
Suara bising kini hampir memenuhi seluruh ruangan yang di kunjungi Rendy, Bau alkohol yang menyengat, musik yang keras dan dipenuhi perempuan perempuan yang berpakaian erotis, ya kini Rendy tengah berada di sebuah klub malam yang sangat terkenal di Jakarta.
Sebenarnya Rendy bukanlah lelaki yang menyukai dunia malam seperti ini. akan tetapi tempat inilah, yang saat ini paling tepat untuk meredakan amarahnya.
selepas kunjungan rendy ke rumah kedua orang tuanya, suasana hati Rendy amatlah buruk, bagaimana bisa ia di jodohkan secara tiba-tiba dengan seorang perempuan yang tidak ia kenal, terlebih lagi ia telah memiliki seorang kekasih.
sebenarnya selepas makan malam itu, Rendy ingin pergi ke rumah kekasihnya, yaitu Laura. akan tetapi Laura tidak mengangkat telponnya Rendy. akhirnya Rendy pun memutuskan untuk pergi ke klub sebagai tempat untuk meredakan amarahnya saat ini.
" Ren, Lu tumben kesini, Lu lagi ada masalah?"
ucap Alex, yang kemudian duduk di samping Rendy. Alex merupakan sahabat Rendy sedari SMP. Alex sangat paham dengan perilaku sahabatnya ini, karena Rendy tidak akan ke klub kecuali memang ada masalah yang amat berat atau stress terhadap suatu hal.
" Gua lagi Stress"
ucap Rendy dengan wajah kusutnya. kemudian meminum whiskey yang telah dituangkan oleh Alex.
"Stress kenapa Lu? Jangan bilang masalah Laura Lagi"
Ya Rendy sering Stress mengenai Laura, karena Laura sering hilang tanpa kabar dan pergi tanpa memberitahunya seperti saat ini.
" Iya itu juga"
ucap Rendy sambil menggoyang-goyangkan gelas whiskey di tangannya.
" lah emang ada hal lain ya, yang bisa membuat lu stress selain Laura?"
ucap alex dengan tampang penasarannya.
" Lu lagi Nyindir Gua?"
Rendy berkata dengan mengeluarkan tatapan dinginnya ke arah Alex.
seketika Aura disekitar Alex berubah menjadi mencekam, Alex mengerti ketika Rendy telah mengeluarkan tatapan dinginnya pertanda kalau siap siap untuk menghilang dari dunia ini.
" Ampunn dah, gue penasaran aja ren Lu mah sensi amat sama gua"
Alex berkata sambil menyunggingkan senyuman manisnya.
" Emang ada Masalah apa?"
"Gua di jodohin sama bokap nyokap gua"
__ADS_1
" APAAAAAA!!! YANG BENER LU REN??"
" Lu kalau ngomong, suara lu nggak bisa kecilan dikit, bisa bisa seluruh orang di klub ni tau gua di jodohin"
" sorry, soalnya gua kaget banget "
Alex berkata sambil tersenyum sambil menggaruk tengkuknya.
" Tapi beneran lu dijodohin??"
" Iya, gua di jodohin sama anak temannya nyokap gua"
"Lu kan punya pacar"
"Makanya itu, Gua heran ma nyokap gua. padahal dia tau gua punya pacar tapi kenapa dia malah jodohin gua"
ucap Rendy dengan nada yang marah.
" Coba lu ngomong baik baik dah Ren sama nyokap lu, mana tau dia mau berubah pikiran"
ucap alex yang mencoba untuk memberikan solusi bagi sahabatnya.
Rendy berkata dengan tegas, kemudian meneguk habis whiskey yang ada di tangannya.
Rendy memanglah seseorang yang keras kepala. jika ia telah berbicara, maka tak seorangpun yang bisa melawan kata katanya.
"Oke Gua ngerti"
"Eh lu nggak niat main cewek mumpung si Laura nggak ada? Lu nggak liat apa dari tadi cewek cewek seksi di sana pada ngeliatin lu"
Rendy memang sudah terbiasa dengan tatapan memuja perempuan kepadanya, di mana pun ia berada pasti tidak lepas dengan tatapan perempuan yang selalu memujanya. bahkan banyak perempuan yang melemparkan dirinya ke Rendy sekalipun mereka hanya di gunakan untuk teman tidur, mereka bukanlah wanita sembarangan, ada yang seorang artis terkenal, dokter, jaksa, bahkan sekretaris nya pun pernah menggodanya, akan tetapi Rendy tak pernah termakan oleh godaan-godaan wanita itu. karena satu satunya wanita yang ingin ia miliki adalah Laura. Bagi Rendy Laura adalah segalanya.
"Lu mau mati"
Ucap Rendy dengan suara dingin khasnya.
seketika Aura membunuh pun keluar dari rendy, dengan cepat Alex melarikan diri dari Rendy, karena Alex tidak ingin mati saat itu juga.
...**************...
Cinta telah sampai di rumah, kini ia tengah duduk bersama paman dan bibinya.
__ADS_1
"sayang gimana pas makan malam tadi? apa ada sesuatu yang terjadi??"
Ucap bibi cinta penasaran.
Bibi nya memang paling tahu perasaan cinta, sampai bibinya tau ada sesuatu yang terjadi ketika makan malam itu, padahal cinta telah berusaha menutupinya dengan menampilkan wajahnya yang terlihat sangat bahagia, meski itu sebenarnya hanya pura-pura.
"Yang jangan paksa cinta cerita dulu, cinta pasti capek abis perjalanan jauh"
ucap paman cinta mencoba memahami suasana.
" maafin bibi ya karena terlalu kepo, kata paman kamu benar pasti kamu capek, mending kamu istirahat dulu"
ucap bibi cinta dengan nada bersalah sekaligus khawatir.
"Nggak kok, cinta nggak capek. maaf udah bikin bibi Sama Paman khawatir."
ucap cinta dengan nada sedih.
bibi cinta pun segera membawa cinta dalam dekapannya.
" Gpp sayang kalau kamu belum siap, kamu nggak usah cerita "
"maaf bi, cinta udah ditolak"
ucap cinta dengan suara bergetar.
"Nggak sayang kamu nggak salah, kamu nggak perlu minta maaf"
Bibi cinta pun tidak menyakan lebih lanjut mengenai kejadian yang terjadi di makan malam itu. saat ini yang terpenting adalah perasaan cinta. bibi cinta pun mendekap cinta dengan hangat tanpa mengucapkan sepatah katapun.
karena bibi cinta tau, kalau kejadian itu amat menyedihkan.
......................
kini cinta telah berada di kamarnya, ia tengah terbaring di ranjangnya dengan menatap langit-langit kamarnya.
memori kejadian makan malam itu berkecamuk di dalam pikirannya. Rendy yang begitu terus terang menolaknya, terlebih lagi Rendy menatap cinta dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.
di dalam hatinya cinta tentu merasa sangat sedih, bukan karena ia di tolak oleh Rendy. tetapi perasaan sedih yang timbul karena ia telah kehilangan tante anes dan paman Adiyatama yang begitu baik terhadap dirinya.
sebenarnya cinta memang tidak berharap apapun di perjodohan ini, akan tetapi cinta tahu Tante anes sangat berharap kepadanya. cinta tidak tau harapan seperti apa itu, tetapi cinta berharap itu hanya perasaannya saja.
__ADS_1