
" Yah, Maafin Rendy ......," ucap Rendy dengan berlutut di depan sang ayah. "Ini semua salah Rendy, Pa."
"Cukup, Nak.... Jangan menyesali sesuatu yang telah terjadi," jawab Sang Ayah yang berusaha menenangkan Rendy. "Berdirilah, jangan berlutut seperti ini." Dengan Segera sang Ayah meraih punggung Rendy untuk segera berdiri.
"Ayo Nak, Mari kita bicara di luar," ajak sang ayah yang kemudian di ikuti oleh rendy.
Sesampainya di luar, Rendy dengan segera menanyakan kondisi sang Ibu.
"Bagaimana Keadaan Mama Sekarang, Yah?" tanya Rendy dengan wajah yang sangat cemas.
"Ren, saat ini Mamamu masih belum sadarkan diri," ucap sang Ayah dengan wajah menunduk. Seolah ingin menyembunyikan kesedihan dari sang Anak. "Penyakitnya kembali kambuh dan kata dokter butuh waktu beberapa hari untuk Mamamu kembali siuman."
"Aku rasa dokter di rumah sakit ini tidak becus, Yah. Biarkan Malam ini Rendy pindahkan Mama ke rumah sakit Terbaik di US."
"Ini bukan masalah dokter, Ren. Dokter di Indonesia juga tidak kalah dengan di US. Hanya saja Mamamu saat ini memang dalam Kondisi Kritis Karena Penyakit Yang dialaminya telah lama Ia pendam."
Rendy Tak Mengerti dengan Maksud dari kata-kata sang Ayah. "Penyakit Yang Mama Pendam? Maksud Ayah Mama punya penyakit yang Ia tutupi dari kita?"
"Iya Ren, Mamamu Ternyata mengidap Penyakit Jantung dan Ayah baru mengetahuinya dari dokter yang barusan memeriksa Ibumu."
"Kenapa Mama harus menutupi penyakitnya dari kita, Yah?" tanya Rendy dengan raut wajah yang sangat frustasi.
" Ayah Juga tidak tau, Ren... Yang pasti Mamamu mempunyai alasannya sendiri tentang kenapa Ia menutupi Penyakitnya dari kita."
__ADS_1
Rendy tidak bisa percaya dengan apa yang barusan saja Ia dengar. Ia selalu berusaha agar Sang Ibu selalu menjaga kesehatannya. Namun, karena kelalaiannya beberapa bulan Ini yang terlalu fokus terhadap masalah Perjodohan dan sang kekasih, Ia sampai tidak mengingat untuk menanyakan kondisi sang Ibu. Sejuta rasa bersalah pada sang Ibu, menghampiri hati Rendy saat ini.
"Jadi, apa yang harus Rendy Lakukan, Yah??"
"Kamu Tidak Perlu Melakukan Apapun, Ren...Cukup temani Mamamu. Saat ini Ia sangat membutuhkanmu."
"Baik, Yah... Rendy Akan Menjaga Mama. Ayah tidak Perlu khawatir. Ayah beristirahatlah di rumah, biar Rendy disini menjaga Mama."
"Baiklah, Ayah akan pulang ke rumah sebentar untuk mengambil beberapa keperluan. Ayah titip Mamamu Padamu."
Yang dibalas Anggukan Oleh Rendy. Selepas kepergian sang Ayah dari rumah sakit. Rendy bergegas mengecek kondisi sang Ibu.
Rendy dengan segera duduk di samping ranjang Sang Ibu, dengan menggenggam kedua tangan Sang Ibu dengan amat erat. Tidak lupa lantunan doa, Rendy lantunkan di dalam hatinya, agar Sang Ibu segera siuman.
Tiba-tiba Tangan Sang Ibu, Mulai bergerak secara perlahan. Sadar akan pergerakan sang Ibu, Rendy dengan cepat memanggil dokter untuk memeriksa Sang Ibu.
Segera dokter pun datang dan memeriksa kondisi Ibu Rendy dan Ternyata harapan dan doa Rendy terkabul, Sang Ibu telah sadarkan diri dan dapat membuka matanya.
Melihat hal itu, Rendy dengan segera memeluk sang Ibu dengan amat erat.
"Ma, Rendy minta maaf."
"Minta maaf kenapa, Ren??" Tanya sang Ibu yang terkejut dengan sikap sang anak yang tiba-tiba memeluknya.
__ADS_1
"Minta Maaf, karena buat Mama jadi seperti ini."
"Ini bukan salahmu, Nak. Mama saja yang kurang menjaga kesehatan."
"Rendy sudah tau, Ma...Kalau mama terkena penyakit jantung. Kenapa mama sembunyiin ini dari Rendy Sama Ayah?" tanya Rendy yang sudah sangat penasaran dengan alasan Sang Ibu.
"Bukannya Ibu ingin menutupi penyakit ini dari kamu dan ayahmu, Ren....Tapi, Mama hanya tak ingin membuat kalian berdua lebih khawatir."
"Rendy Mohon, Ma...Jangan Sembunyikan apapun dari Rendy sama Ayah. Mama harus tau kalau Rendy Nggak bisa kehilangan Mama."
"Iya, Nak...Maafin Mama ya nggak jujur sama ku dan Ayahmu." Ibu Rendy pun kembali memeluk sang anak.
"Ma, ada yang mau Rendy sampaikan."
"Iya Ren, Kamu mau menyampaikan apa, Nak?"
Tiba-tiba suasana saat itu, seketika berubah menjadi lebih serius. Ibu sangat penasaran dengan apa yang ingin anaknya ucapkan.
"Ma, Rendy mau Menerima Perjodohan Itu." ucap Rendy tegas.
~Bersambung~
Hayooooo😏 Mas Rendy Akhirnya mau juga yeee😂
__ADS_1
Aduh maaf lupa Nyapa menteman semua😁 aku sebelumya minta maaf banget karena jarang update 😭 Soalnya aku lagi sibuk kuliah juga nih semester 5 ya buund🥲 jadi mohon di maklumi, tapi akan aku usahakan update di waktu luang😅 Pokonya makasih banget yang udah mau baca cerita penuh kekurangan ini, semoga kalian suka dan terhibur terimakasih 😘😘😘