Forced Marriage (Kawin Paksa)

Forced Marriage (Kawin Paksa)
Kesepakatan


__ADS_3

"Jadi, tujuan saya kemari untuk melamar cinta kembali menjadi Istri saya," ucap Rendy tanpa basi basi.


"Apa?? kamu sedang tidak bercanda kan? Pernikahan bukan hal yang bisa dimain-mainkan, kamu tau kan, Ren?" ucap Cinta dengan perasaan kagetnya.


"Saya mengerti, oleh karena itu hari ini saya hadir sebagai bentuk kesungguhan saya." ungkap Rendy percaya diri.


"Tapi nak Rendy ini begitu mendadak, jadi kami bingung ingin membuat keputusan seperti apa," ungkap bibi cinta dengan perasaan kaget yang bercampur dengan rasa canggungnya.


"Iya tante tidak apa-apa, saya siap menunggu jawabannya. Tapi, sebelumnya saya mau meminta izin untuk mengobrol berdua dengan Cinta, Karena ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan." Rendy dengan cepat menggenggam tangan cinta. Cinta kaget bukan main, Cinta menatap dengan wajah heran, yang dibalas dengan senyuman manis.


"Oh iya kalau gitu, kalian silahkan ngobrol dulu berdua. Tante kebelakang dulu ya." Tante cinta pun dengan cepat pergi menjauh dari ruang tamu, memberi ruang agar keduanya dapat berbincang dengan bebas.


Melihat Tante Cinta yang telah pergi, dengan cepat Rendy melepas genggamannya dati tangan Cinta. Hal itu sontak membuat cinta merasa heran dengan sikap Rendy. Raut wajah Rendy juga berubah drastis, padahal sebelumnya Ia memasang raut wajah manis. Namun, sekarang tampangnya berubah sangat dingin. Hawa yang tadinya hangat, seketika berubah sedingin es. Padahal saat ini, keduanya tidak berada dalam ruangan ber-AC.


"Aku ingin membuat kesepakatan," ucap Rendy tegas dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Kesepakatan apa?" tanya Cinta tak mengerti.


"Kesepakatan untuk menjadi istri kontrak selama 1 tahun."


"Apa maksud anda?" lagi lagi Rendy membuat Cinta terkejut untuk kesekian kalinya.


"Tugasmu hanya menjadi boneka, kamu tak perlu menjalankan tugasmu selayaknya Istri sungguhan. Kamu Hanya perlu datang ke acara keluarga dan berusaha bersikap baik di depan keluargaku. Tentu Aku akan memberimu uang berapapun yang kamu mau, Asal kamu dapat menjalankan kesepakatan ini dengan baik," jelas Rendy dengan tatapan intimidasinya.


Suasana saat itu rasanya sangat mengintimidasi Cinta. "Maaf, saya tidak bisa menerima kesepakatan anda. Saya tidak bisa membohongi tante Anes dan orang-orang yang saya sayangi."


"Ketika kesepakatan ini terjadi, aku akan membayar semua hutang pamanmu."


"Tapi, kenapa harus saya?"


"Alasannya, karena Ibuku menyukaimu. Karena itu aku harus menikahimu demi membuat ibuku bahagia."

__ADS_1


"Tapi kebahagiaan itu palsu, bagaimana kalau Tante Anes tau kalau pernikahan ini palsu? Bukankah itu justru akan lebih menyakitinya."


"Aku tak peduli mau itu palsu sekalipun, yang ku tau saat itu terjadi ibuku akan bahagia dan aku akan berusaha agar kesepakatan ini tidak ada yang tau kecuali kita berdua. Aku bisa menjaminnya seratus persen, karena aku punya kuasa besar akan hal itu."


Cinta tak bisa mengelak lagi, semua alasannya dapat dilawan habis oleh Rendy. Cinta tak bisa memungkiri kalau saat ini cinta benar-benar membutuhkan uang untuk melunasi hutang pamannya akibat ditipu oleh rekan bisnisnya.


Terlebih lagi saat ini Cinta juga diharapkan bisa menikah secepatnya dan tante anes sangat mengharapkannya untuk menjadi menantu. Cinta harus cepat memutuskan, kalau tidak hal ini akan menjadi bom nya di masa depan.


Setelah berpikir selama beberapa menit, Cinta akhirnya membuat sebuah keputusan.


"Baiklah, saya menerima kesepakatan ini." Cinta harap ini adalah keputusan yang tepat untuk dirinya kedepannya.


~Bersambung~


...----------------...

__ADS_1


Selamat berjumpa diepisode berikutnya :) Aku harap kaliam enjoy dengan ceritanya :)


__ADS_2