Forced Marriage (Kawin Paksa)

Forced Marriage (Kawin Paksa)
Permintaan Tante Anes


__ADS_3

Sore ini, selepas menutup tokonya Cinta langsung menuju ke rumah Tante Anes, dengan menggunakan taksi online. Rumah Tante anes memiliki lokasi yang tidak terlalu jauh dari toko kue miliknya, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan, jika jalan tidak macet. Sayangnya Hari ini jalanan sangat macet, di penuhi oleh orang-orang yang tengah pulang dari kantor.


"Maaf mbak, karena macet sepertinya akan sampai terlambat ke tujuan mbak. Apakah tidak apa mbak?" ujar supir taksi yang mulai khawatir jika pelanggannya mengalami keterlambatan.


"Tidak apa pak, namanya juga jam pulang kantor," jawab Cinta berusaha menenangkan sang supir, agar tidak merasa khawatir. Sebenarnya cinta juga merasa sedikit khawatir, kalau ia akan datang terlambat, karena bisa saja Tante Anes telah menunggunya terlalu lama. Namun, Cinta juga tidak ingin membuat pak supir merasa terbebani. Toh nanti kalau Cinta terlambat, ia akan menjelaskannya dengan baik kepada Tante Anes, pasti Tante Anes akan mengerti.


Setelah Berhasil Melalui Kemacetan tadi, akhirnya Cinta sampai ke rumah Tante Anes, Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama.


Cinta pun turun dari taksi dan membayarkan sejumlah uang kepada supir sebagai imbalan atas jasanya.


"Maaf Mbak, ini uangnya kelebihan," ungkap sang supir taksi, dengan menyerahkan uang yang lebihnya kepada cinta.


"Yang lebihnya, untuk Bapak saja." Cinta kembali menyerahkan uang lebih itu kepada supir taksi.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak mbak. Semoga Mbak di lapangkan Rezekinya dan dijodohkan dengan laki-laki terbaik" ucap sang supir dengan wajah yang sangat bahagia.


" Aamiin, sama-sama. Hati-hati di jalan ya pak," ucap cinta dengan tersenyum. Bagaimana pak supir itu tau kalau Cinta tengah mencari seorang pasangan?


Sudahlah Cinta tidak ingin membuang waktunya memikirkan hal itu kini yang harus ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar bisa masuk ke rumah Tante Anes. Cinta bingung apa hal yang harus ia lakukan, apakah ia harus menelepon Tante Anes ataukah ia menekan bel saja?


Keputusan cinta berakhir kepada pilihan untuk menekan bel saja. Cinta melangkah untuk menekan bel yang ada di rumah yang sangat mewah itu. Beberapa saat setelah cinta menekan bel, tiba-tiba terdengar suara dari speaker yang ada di depan pagar rumah.


"Sedang mencari siapa?" tanya seseorang dari speaker itu.


"Saya Mencari Tante Anes, apakah Tante Anes ada di dalam?" ucap Cinta di depan speaker itu.


"Ada perlu apa anda dengan nyonya? apakah anda telah membuat janji terlebih dahulu?" tanya seseorang itu dengan nada penuh interogasi.


"Saya di undang oleh Tante Anes kesini," ungkap Cinta uang berusaha menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah, Bisa sebutkan nama anda."


"Nama Saya Cinta"


"Baiklah, mohon tunggu sebentar, kami akan menanyakannya terlebih dahulu kepada nyonya," jelas orang tersebut yang diduga pengaman dari rumah mewah Tante Anes.


"Baik, saya akan menunggunya."


Ini kedatangan kedua Cinta kerumah Tante anes, di kunjungan sebelumnya cinta tidak harus melewati prosedur yang panjang ketika ingin memasuki rumah itu, karena sebelumnya cinta di jemput langsung oleh supir pribadi Tante Anes. Namun, lain halnya dengan hari ini. Hari ini cinta menggunakan taksi, sehingga tampak jelas bahwa cinta adalah orang asing. Sehingga harus melewati prosedur yang ketat untuk masuk terlebih dahulu. Karena sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja kerumah itu. Karena keluarga Tante Anes adalah keluarga konglomerat yang sangat di hormati oleh berbagai negara di dunia, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, di butuhkan pengamanan uang ketat untuk memasuki rumah itu.


Setelah beberapa menit Cinta menunggu, akhirnya pria dari balik speaker itu mempersilahkan Cinta untuk masuk. Pintu gerbang yang tadinya tertutup rapat, akhirnya terbuka lebar untuk dirinya.


"Silahkan Masuk, Nyonya telah menunggu anda sedari tadi. Mari saya antar," ucap laki-laki yang memakai pakaian hitam dengan badan yang tegap kepada Cinta.


Cinta lun mengikuti langkah kaki laki-laki itu dari belakang, hingga sampailah ia ke sebuah taman yang sangat cantik yang terletak di belakang rumah mewah itu. Terlihat seorang perempuan paruh baya yang masih sangat cantik tengah duduk sambil menikmati tehnya dengan sangat elegan.


"Permisi Nyonya, tamu yang anda tunggu telah datang" ucap laki-laki itu dengan membungkukkan badannya.


"Akhirnya kamu datang juga." Wanita itu berlari dan kemudian memeluk Cinta dengan amat erat. Seperti seorang ibu yang tidak bertemu anaknya selama belasan tahun.


Cinta Membalas pelukan wanita itu, dengan tidak kalah hangatnya. Cinta merasakan kehangatan yang sangat dari pelukan itu.


"Maaf Tan, Cinta Terlambat. Tante udah nunggu lama ya?"


"Enggak ko sayang, Tante nggak nunggu lama. Kamu pasti yang nunggu lama karena di cegat satpam di luar kan? kenapa nggak langsung telepon tante aja? Kan Tante bisa langsung jemput kamu ke depan."


"Maaf tan, tadi cinta juga bingung mau nelepon tante atau tekan bel. Tapi akhirnya malah nekan bel," ungkap cinta.


"Owalah gitu, Ya udah besok kalau kesini langsung telepon tante ya?"

__ADS_1


"Iya Tan, pasti cinta langsung telepon."


"Yaudah yuk, duduk di sini," ucap tante anes mempersilahkan cinta untuk duduk di bangku, yang saling berhadapan dengan Tante Anes.


"Iya, Tan." Cinta pun langsung duduk setelah dipersilahkan.


"Oh iya Bob, Kamu bisa pergi sekarang," ucap tante Anes memberi perintah kepada laki-laki yang mengantarkan Cinta tadi.


"Baik Nyonya, saya permisi," ucap laki-laki itu yang kembali membungkukkan badannya, ya g kemudian berlalu pergi.


Kini hanya tinggalah Tante anes dan Cinta di tengah taman yang indah itu. Tante Anes lun menyampaikan maksud dari undangannya kepada Cinta.


"Cinta, Sebenarnya Tante manggil kamu karena Tante tetap ingin kamu jadi menantu Keluarga ini."


"Maksud Tante?" tanya Cinta minta penjelasan karena takutnya salah mengartikan ucapan dari Tante Anes.


"Cinta, Tante tau kamu pasti merasa sangat sakit hati dengan perlakuan Rendy kemarin. Sikap Rendy kemarin juga membuat tante sangat malu. Maafin Rendy ya?" ucap Tante Anes dengan nada yang memohon dengan mengenggam kedua tangan cinta.


"Keputusan Rendy sama sekali tidak membuat Cinta sakit hati, Cinta juga merasa baik-baik aja kok, Tan. Tante jangan merasa bersalah kayk gitu" ujar cinta lembut dengan disertai senyuman tulusnya. Cinta sungguh sangat sedih melihat Tante Anes yang memohon kepadanya.


"Cinta, Kamu sangat mirip dengan ibumu sayang. Inilah kenapa Tante sangat ingin kamu menjadi menantu Tante. Tante ingin menepati janji Tante pada almarhum lbumu. Kami sudah berjanji ingin menjodohkan kalian berdua. Tante Mohon, Kamu harus menjadi menikah sama Rendy ya, Cin?"


"Maaf Tan, Cinta tidak ingin memaksa Rendy yang tidak menyukai Cinta, terlebih lagi Rendy juga sudah mempunyai seorang kekasih."


"Bagaimana Kalau Rendy ternyata setuju, Apakah kamu mau menikah?" tanya Tante Anes dengan begitu antusias.


"Iya Tan, Cinta siap." Cinta menjawab dengan yakin, karena ia yakin bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Bahkan mustahil terjadi, kalau Rendy akan menyetujui untuk menikah dengan dirinya. Oleh karena itu, ia menyetujui pertanyaan itu.


~Bersambung~

__ADS_1


Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada readers semuanya yang udah mau membaca cerita penuh kekurangan ini🥲🥲 Mohon like dan komen, Terimakasih banyak. Semoga Sukses dan Sehat Selalu 🤗🤗 Aamiin.


__ADS_2