Forced Marriage (Kawin Paksa)

Forced Marriage (Kawin Paksa)
Laura Menghilang


__ADS_3

Pertanyaan Tante Anes membuat Cinta tertegun, Ia sungguh bingung ingin menjawab apa. Haruskah ia menolak atau menerima ajakan Tante Anes?


"Cinta, Kamu sibuk ya nak akhir pekan ini? Soalnya ada yang ingin Tante bicarakan denganmu," ucap Tante Anes penuh harap, agar cinta mau menerima ajakannya.


"Enggak Tan, Cinta nggak sibuk kok. Insyaallah Akhir pekan ini Cinta akan datang," jawab Cinta cepat, Cinta tidak ingin membuat Tante Anes kecewa, terlebih lagi ada sesuatu hal yang ingin Tante Anes bicarakan dengannya. oleh karena itu, tidak ada salahnya jika cinta menerima ajakan Tante Anes.


"Alhamdulillah Kalau gitu, Tante seneng banget dengernya. Besok Tante tunggu kamu di rumah ya...Biar Tante Suruh Supir Tante Jemput"


"Nggak usah Tan, cinta naik taksi aja," tolak Cinta cepat. Cinta tidak ingin lagi merepotkan Tante Anes.


"Baiklah kalau gitu, Kamu hati-hati ya. Besok kalau butuh pertolongan jemputan atau sesuatu kamu bisa hubungi Tante."


"Baik Tan, nanti akan cinta hubungi kalau cinta butuh pertolongan."


"Baiklah kalau gitu, sampai bertemu besok ya"


"Iya Tan"


Sambungan Telepon pun terputus, menandakan percakapan antara Tante Anes dan cinta pun telah berakhir.


...****************...


Di sisi lain, Kini Rendy tengah gundah. sedari tadi ia hanya mondar mandir kesana kemari sambil menatap layar ponselnya. Sepertinya ia tengah menunggu pesan atau telepon dari seseorang.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari ruang kerja Rendy.


"Permisi Tuan, mohon izin masuk untuk melapor," ucap seorang pria yang tengah berdiri di depan pintu ruangan kerja Rendy.


"Masuklah."


setelah mendapat izin, pria itu pun memasuki ruang kerja Rendy dan menyampaikan Laporan terkait hal yang Rendy tugaskan padanya.


"Bagaimana? Kamu sudah menemukannya?"


"Sudah Tuan, saat ini Nona Laura tengah Berada di London"


"Apa kamu sudah memeriksanya dengan baik?"


"Iya Tuan, saya telah memeriksanya dengan sangat baik. Nona Laura tengah mengikuti kontes modeling di new York, Tuan."


"Kamu sudah memeriksa alamat tinggalnya di sana?"


"Sudah, Tuan. Di London Nona Laura Tinggal di De Lugwiz Hotel."


"Apakah dia menginap bersama orang lain?"


"Tidak tuan, Nona Laura hanya tinggal sendirian. Selama di sana Nona Laura hanya bertemu dengan manajernya serta teman-teman modelling nya."

__ADS_1


"Terus awasi setiap kegiatannya dan laporkan setiap hari padaku."


"Siap, Tuan."


"Baiklah, kamu bisa pergi sekarang"


"Baik, Terimakasih Tuan." Pria itu segera membungkukkan badannya kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan Rendy.


Kini tinggalah Rendy bersama pikirannya yang tengah berkecamuk memikirkan keadaan Laura di sana. Rendy bingung kenapa cinta begitu tiba-tiba pergi meninggalkannya, itupun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Biasanya Laura selalu meminta izin terlebih dahulu untuk pergi ke mana pun. Ingin rasanya rendy segera bertemu dengan kekasihnya itu dan menanyakan alasan kenapa ia meninggalkannya secara tiba-tiba. Tapi bagaimana bisa Rendy menanyakan hal itu, Jika Laura saja tidak mengangkat telponnya maupun membalas chat darinya. Padahal banyak hal yang ingin Rendy ceritakan kepada kekasihnya itu.


Tiba-tiba Ponsel Rendy Berdering, tanda ada seseorang yang tengah menelpon dirinya. dengan segera cepat Rendy mengangkat Ponselnya.


"Halo Ren, ini Papa," ucap seseorang dari seberang telepon yang ternyata adalah Ayahnya Rendy.


"Halo, Iya pa." Rendy tidak menyangka bahwa yang menelepon adalah ayahnya. Rendy hampir saja mengira bahwa yang meneleponnya adalah Laura.


"Ren, Kamu Siang ini harus datang ke perusahaan papa. Soalnya ada yang ingin Papa bicarakan denganmu" Ungkap ayah Rendy tanpa basa basi dan langsung memutuskan sambungan telepon.


Rendy sangat paham dengan perilaku Ayahnya yang tidak suka basa basi dan tidak suka di bantah. Seperti saat ini, Permintaan Ayahnya haruslah di turuti, tanpa bantahan. Buktinya Ayah Rendy langsung memutuskan sambungan telepon tanpa meminta persetujuan dari anaknya itu. Namun, Rendy sudah mengerti sekalipun mau atau tidak, apa yang di perintahkan oleh ayahnya adalah suatu keharusan dan wajib di laksanakan. kira-kira apa yang ingin ayahnya bicarakan?


~Bersambung~


Terimakasih telah mau membaca cerita saya, yang penuh kekurangan ini๐Ÿ™๐Ÿฅบ Mohon dukungannya ya Teman teman semua, semoga kalian bahagia, sukses dan sehat selalu. terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2