
Cinta baru saja selesai menutup tokonya. ini adalah hari pertama ia membuka tokonya setelah sebelumnya tutup selama dua bulan. akhirnya cinta bisa menjalani kehidupan normal kembali, setelah berhasil melewati masa-masa terpuruknya, bagi cinta masa itu adalah masa paling menyakitkan baginya, setelah kepergian kedua orang tuanya.
~ FLASHBACK ON ~
dua bulan yang lalu sebenarnya cinta akan menikah dengan tunangannya, Dimas. Tapi, karena ada yang memfitnah cinta ke kedua orang tua Dimas bahwa cinta menikah dengan Dimas karena Uang. hal itu membuat pernikahan cinta dan Dimas dibatalkan. padahal segalanya rampung disiapkan mulai dari undangan, gedung, gaun, bahkan catering.
Dimas sudah mencoba meyakinkan kedua orangtuanya, namun orang tuanya tetap tidak percaya, mereka tetap ingin membatalkan pernikahan itu. walaupun kedua orangtuanya menolak, Dimas tetap ingin menikah dengan cinta. melihat hal itu orang tua Dimas pun marah besar dan mengancam akan mengeluarkan Dimas dari kartu keluarga.
Dimas tidak dapat membayangkan bagaimana ia hidup tanpa pengaruh keluarga nya. selama ia hidup ia selalu dibiayai oleh kedua orang tuanya. Dimas pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Cinta.
Cinta tau, ia tidak bisa memaksa Doni untuk memilihnya, cinta tidak mau egois, lebih baik membatalkan pernikahan walaupun itu sangat menyakitkan buat dirinya.
semenjak kejadian itu cinta mengalami masa-masa terpuruk bagi dirinya. namun untungnya ada bibi dan pamannya yang setia mendampinginya melewati masa sulit itu. sehingga, cinta bisa menjalani hidupnya seperti semula, berkat dukungan dari keduanya.
~ FLASHBACK OFF ~
Hari ini pengunjung toko kue Cinta sangat banyak. toko kue cinta terkenal hampir di seluruh Jakarta, cita rasa cake yang ada di tokonya membuat banyak orang yang mengunjungi tokonya.
"sweet cake" toko yang dibangunnya berkat dorongan dari mantan pacarnya, yaitu Dimas. ketika pacaran, cinta sering membuatkan kue untuk Dimas. Saat pertama kali mencoba kue buatan cinta, membuat Dimas sangat terkesan, karena kue itu memiliki cita rasa yang sangat berbeda dari kue yang pernah ia makan sebelumnya dan rasanya yang sangat enak. melihat bakat dan potensi sang kekasih, membuat Dimas memotivasi cinta untuk membuat toko kuenya sendiri. Dimas bahkan memberi Cinta sejumlah modal untuk memulai usahanya, Cinta sempat menolak bantuan Doni, tapi Dimas memaksa cinta untuk menerimanya, Dimas bahkan meyakinkan cinta bahwa cinta bisa menganggapnya sebagai pinjaman.
cinta pun akhirnya mau menerima bantuan Dimas. akhirnya setelah tiga bulan membuka tokonya, cinta bisa mengembalikan uang bantuan dari Doni dan bisnis cinta dapat berkembang pesat sampai saat ini. saat ini cinta harus fokus kepada toko kuenya.
" Mbak Cinta abis ini mau langsung pulang??"
tanya salah satu pegawai ditokonya.
"Iya Sin, kamu juga langsung pulang ya, toko juga udah bersih gak perlu di beresin lagi"
"Iya mbak, aku mau nunggu temen aku di Deket sini"
"kalau gitu, mbak balik duluan ya? jangan lupa tolong kunci tokonya ya sil?"
"Iya mbak, hati-hati ya"
__ADS_1
"Iya sil, kamu juga hati-hati"
cinta pun melangkah pergi keluar dari tokonya dan bergegas memasuki taxi yang telah di pesannya tadi.
sesampainya didepan rumahnya, cinta melihat ada sebuah mobil yang terlihat sangat mewah terpakir di depan rumah paman dan bibinya, cinta tidak mengenal mobil itu, karena biasanya yang datang menggunakan mobil adalah temannya paman, tapi mobil itu tidak mirip dengan miliknya paman Bagas.
Cinta tidak mau banyak berpikir, setelah membayar taxi ia pun segera bergegas masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum"
mengucap salam merupakan kebiasaan cinta ketika memasuki rumah.
"Wa'alaikumussalam"
ucap paman, bibinya beserta satu orang perempuan yang tidak dikenalnya.
"Akhirnya kamu datang juga, sini!! bibi mau kenalin kamu"
saat ini cinta duduk ditengah-tengah diantara bibi dan juga seorang perempuan yang tidak dikenalnya.
"Cinta, kenalin ini Tante Anes. Tente Anes ini adalah sahabat Almarhum ibu kamu waktu SMA"
Cinta pun segera memberi Salam dan mencium tangan Tante Anes.
"Kamu adalah anak yang sopan dan cantik sama seperti ibumu" ucap Tante Anes dengan mengusap rambut Cinta.
"Nggak salah lagi Tante pilih kamu jadi calon menantu"
mendengar ucapan Tante Anes membuat jantung Cinta hampir saja copot, ia kaget bukan main.
"A..a.. apa yang barusan Tante bilang???"
cinta coba memastikan, mungkin saja ia salah dengar.
__ADS_1
"Tante mau kamu jadi menantu Tante"
cinta tak dapat berpikir jernih saat ini, semua ini terjadi begitu mendadak.
"Tapi Tante, Cinta masih belum siap"
"Tante mengerti, ini pasti berkaitan dengan kejadian di masa lalu mu, bibimu sudah menceritakan tentang kejadian di masalalu mu nak, Tante akan menunggu sampai kamu siap"
"**..t.tapi.."
"sudahlah jangan dijawab sekarang, Tante akan datang kesini seminggu lagi, pikirkanlah jawabannya dengan baik-baik"
Cinta mengangguk tanda setuju, walau ia sedikit ragu, bagaimana dalam waktu yang sesingkat itu ia bisa memikirkan jawabannya, tapi saat ini hanya anggukan lah yang bisa ia berikan.
"Baiklah, Tante akan datang lagi besok. Tante harap kamu bisa memikirkan jawabannya dengan sebaik-baiknya"
Tante Anes pun berdiri dari sofa dan berpamitan untuk pulang. Paman, Bibi dan Cinta mengantar Tante Anes sampai di depan pintu.
"Sampai ketemu besok ya?"
Tante Anes memeluk cinta setelah beberapa saat ia pun melepaskannya.
" iya Tante"
ucap cinta dengan senyuman manisnya.
Tante Anes pun berpamitan kepada paman dan bibinya, kemudian memasuki mobilnya bersama orang yang mungkin adalah supir pribadinya.
setelah mobil Tante Anes meninggalkan perkarangan rumah paman dan bibinya, mereka bertiga pun masuk kembali kedalam rumah.
~*Bersambung~
Makasih udah mau baca ceritanya Sampai Abis, mohon dukungan ya dengan komen ataupun like, makasih i Miss you gays*.
__ADS_1