
1. Prolog
Malam yang harusnya di gunakan untuk mengistirahatkan tubuh karena lelah bekerja terbalik untuk gadis yang berdiri di hadapan banyak manusia yang menjabat sebagai musuhnya. malam yang harus di gunakan untuk tidur tetapi dia tidak. gadis dengan tubuh tinggi itu menatap datar dengan sorot mata mengkilat tajam di tangannya terdapat sebilah katana tajam dan di pinggangnya terdapat sebuah pistol Eagle yang ia rancang khusus bertuliskan Queen. di belakang gadis itu berdiri ratusan orang dengan tubuh tinggi tegap berwajah datar. tak lupa dengan bermacam alat di tangan mereka.
"siap bertempur malam ini Queen Exa?" tanya pemuda yang lebih tua di depannya.
"saya selalu siap akan tantangan yang menyenangkan ini." seringai Queen Exa yang mendapat gelakan dari lawannya ah rival abadi.
"jadi, Rival abadiku.siap mempertaruhkan nyawa sendiri?" tanyanya dengan pandangan acuh.
Rivalnya yang bernama Afandi Dormansi menyeringai. "selalu siap untuk mengambil nyawamu."
"ya, setiap orang menginginkan nyawaku." balasnya enteng namun entah mengapa perasaannya tidak enak.
"mungkin bakal mati." batinnya acuh.
.
.
.
__ADS_1
pertempuran terjadi. dua kubu saling menyerang dan tak mau mengalah. suara gesekan katana, suara tembakan yang saling bersahutan.
"senang rasanya kembali bertarung denganmu My Ex." Afandi tersenyum miring membuat Exa atau gadis yang bernama Bella Xelina Fernando berdecih tak suka.
"jangan membahas hal tak berguna." ujarnya acuh dan berhasil melukai bahu Afandi dengan pisau lipatnya.
"nice, 1-0." seru Bella dengan wajah datarnya.
"yah, karena kamu berhasil membuatku luka saatnya menghadapimu dengan serius."
Afandi, yang sedari tadi hanya bermain main kini menampilkan wajah seriusnya bahkan gerakannya semakin lincah tapi dihadapan Bella, Sang Queen Mafia Exa tak seberapa dengan gerakannya.
kedua mantan kekasih itu saling bertukar serangan. mendapat luka, mendapat pukulan, bantingan dan sabetan tak membuat kekuatan mereka berdua mengendur. justru luka itu membuat mereka semakin bersemangat.
"cukup mengesankan mengetahui perkembanganmu." Bella memasukkan katanya miliknya kedalam sarungnya.
Afandi. diam diam tersenyum misterius di belakang.
"kau tak tahu apa yang ada di otakku Exa. ah mantan terindahku, selamat tinggal." Afandi mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk mini dari dalam jaketnya.
sementara Bella yang ingin memasuki mobil miliknya mengernyit saat mendengar suara dari bawah mobilnya. matanya tiba tiba membola lalu dengan cepat berbalik dan berteriak.
"JANGAN MENDEKAT, MUNDUR SEJAUH JAUHNYA!!" teriakkan itu sukses membuat para anak buahnya terkejut saat akan mendekati Queen mereka. Bella lagi lagi berteriak.
__ADS_1
"JANGAN SALAHKAN SAYA JIKA KELUARGA KALIAN MATI, BAJINGAN!!! SEKALI MENDEKAT SATU NYAWA MELAYANG!!!"
sukses membuat para anak buahnya mematung.
"apa yang terjadi Queen." ujar sang tangan kanan, Bily dengan perasaan tak enak.
"aku titip markas Ok. oh dan jangan lupa bunuh juga bajingan yang akan mengambil nyawaku malam ini." Bily beserta yang lainnya melotot. urat leher mereka menonjol.
"terlambat menyelamatkan dia, and good bye my ex."
BOOOOOOOMMMM
"QUEEN!!!" teriak mereka semua. mobil milik Bella meledak dan dapat di pastikan tubuhnya hancur tanpa menyisakan sisanya.
"KAU!!!" Bily berlari dan menerjang Afandi yang terkekeh dengan air mata yang membanjiri wajahnya.
"aku.. aku membunuh mantan kekasihku. aku membunuhnya hahahaha. " Afandi tertawa seperti orang gila bahkan dia menjambak rambutnya sendiri.
"hahaha pak tua, apakah kau senang anak kandungmu mati ditanganku, apakah keinginanmu terwujud." gumamnya lalu mengeluarkan pistolnya lalu menatap kearah Bily yang terdiam.
"rasa bersalah semakin membesar jika mengingatnya. maka lebih baik aku sendiri yang menghadap ke sang pencipta memasuki alam baka bersama orang yang kucintai.Bella Xelina Fernando." senyum tulus Afandi perlihatkan di hadapan anak buah mantan kekasihnya.
"jagalah amanat yang disampaikan oleh kekasihku ah maksudku,mantanku. jika tidak akan ku hantui kalian semua." ucapan terakhir sebelum peluruh menembus kepalanya.
__ADS_1
Dor......
TBC.....