GADIS MAFIA TRANSMIGRASI

GADIS MAFIA TRANSMIGRASI
Chapter 3


__ADS_3

3.orang yang menyusahkan



"hah hah hah." Bella mengatur nafasnya yang tidak teratur.


"hah tubuh macam apa ini? bahkan keliling taman limapuluh saja sudah lelah." gerutunya jengkel lalu meminum minumannya.


malam sudah laut namun Bella tetap melatih tubuhnya di taman yang sudah sangat sepi itu.


"tinggal pull up lagi."


DORR


suara tembakan yang terdengar tak jauh dari arah taman kini terdengar di telinganya.


"siapa yang bermain tembak tembakan di tengah malam seperti ini?" mengangkat bahu acuh lalu melanjutkan sesi latihannya.


samar sama telinganya menangkap suara berat yang terputus putus dari belakangnya. dengan cepat ia memutar badannya.


brughh


tubuh seseorang yang lebih besar darinya kini terjatuh tepat di badannya saat dia berbalik.


"sial, siapa manusia penuh darah ini." Bella menjatuhkan tubuh itu tanpa rasa kasihan. membersihkan tubuhnya sendiri dengan perasaan kesal.


"cari dia, jika tidak bos akan membunuh kita! " teriak orang berpakaian serba hitam dari kejauhan.


"sial, siapa sebenarnya manusia ini. sangat merepotkan." dengan berat hati Bella memopong tubuh bongsor itu dengan susah payah menuju rumahnya.


"tunggu saja kuminta kompensasi atas kerja kerasku ini."


sedangkan di taman beberapa orang berpakaian serba hitam dengan pistol ditangannya berpencar mencari sosok yang kini telah sampai di rumah Bella.


"brengs*k!! dimana dia." murka salah satunya yang bertugas sebagai pemimpin kelompok itu.


"jejak darahnya hanya berhenti di sini Bos." tunjuknya di genangan darah tempat Bella menjatuhkan tubuh itu tadi.


"sepertinya seseorang menolongnya. sial! kita kembali melapor ke tuan sebelum anak buah orang itu menemukan kita." mereka semua pergi meninggalkan area taman.


brugh


Bella meletakkan tubuh penuh luka itu di sofa yang ia yakini akan kotor.


"sial, sepertinya hari ini aku banyak mengumpat."


"lihat saja. ku notai semua barangku yang kotor dan keluar karena manusia ini." Bella menuju dapur mengambil baskom dan kain tak lupa dengan kotak obat yang banyak kurangnya tapi cukup mengobati mahluk merepotkan itu.

__ADS_1


"nah tinggal menjahitnya saja--"


"jika kau sadar mungkin aku akan sedikit menyiksamu dengan jarum ini." Bella menjahit perut serta punggung orang asing itu dengan rapi. ingat dia Queen Exa lima tahun yang lalu. semua ia bisa kecuali percintaan


"oh ayolah mengingat kisah itu membuatku muak dengan namanya cinta."


"cinta memang sampah yang menyangkut di hati." selesai menjahit luka itu, Bella menuliskan apa saja yang ia gunakan untuk mengobati orang itu.


"nah selesai. semoga kau membayarnya jika tidak ,siap siap ku incar nyawamu." matanya berkilat dingin memandang wajah tampan yang pingsan itu.


.


.


.


seorang pemuda kini membuka matanya. meringis sebentar merasakan sakit di sekujur tubuhnya. perlahan dia bangkit dan menyandarkan tubuhnya di sofa.


"shhh dimana aku?" gumamnya dengan mata tertutup. seakan sadar sepenuhnya. matanya kini memandang seluruh ruangan tempat itu.


"dimana bajuku." celinguknya bingung hingga mendapatkan sebuah baju berwarna hitam dengan kertas di atasnya


...**untuk manusia merepotkan. jika kau membaca surat ini itu artinya kau sudah sadar dan sudah siap mengganti semua kerugian yang kudapatkan....


• biaya tenaga membawamu dari taman kerumah milikku.


• biaya sewa kau tidur di rumahku.


• biaya sofa yang sudah kotor karena darah menjijikan itu.


• biaya air, dan obat obatan


• terakhir, biaya baju milikku yang kau gunakan.


TOTAL : $.6.928,33 Dolar


Rp. 100.000.000**


seutas senyum terukir di bibirnya. baru pertama kali dia di minta seperti ini oleh orang asing. dia penasaran dengan orang yang telah menyelamatkannya.


"seratus juta tidak ada apa apanya dengan apa yang kau lakukan padaku." diambilnya baju itu lalu memakainya.


"parfum wanita. jadi dia perempuan."


Pria itu mengambil ponselnya menekan nomor seseorang.


"tuan." sapa di seberang sana.

__ADS_1


"kemari." di matikan sambungan itu dengan sepihak.


beberapa menit kemudian beberapa mobil mewah berjejer rapi di depan rumah Bella. lalu turunlah mereka.


"tuan Ronald? apa anda baik baik saja? perlukah kita kerumah sakit." tanya sang asisten Axe dengan wajah datarnya.


"kembali." Axe mengangguk lalu berjalan di belakang tuannya dengan berbagai Pertanyaan yang ada di kepalanya.


"baju yang anda kenakan kekecilan tuan." ujar Axe pelan takut menyinggung atasannya.


"aku tahu.dan lacak siapa pemilik rumah ini." smirknya lalu masuk kedalam mobil sedan mewah itu.


"laksanakan."


...


Bella sedang menyandarkan tubuhnya di depan tokoh laundry tempatnya bekerja. Ditatapnya tokoh laundry milik Edo Edo itu dengan tatapan menelisik.


"sepertinya dia ada maksud terselubung."


"pantas saja dia membangun tempat laudry itu di kawasan ini rupanya ada maksud lain ya." smirknya dengan mata yang terus memperhatikan pemilik tokoh yang sedang bercengkrama dengan para pelanggan.


"waw. cara dia menarik simpati rakyat rendah sangat luar biasa ya." di angguknya kepalanya tanda ia membenarkan dan mengangumi cara tuan Edo itu.


"bukankah seseorang seperti tuan Edo itu banyak pekerjaan? " tanya seseorang yang berdiri tepat di sampingnya.


satu alisnya terangkat bertanda bertanya kepada seseorang yang tiba tiba datang dan bertanya kedapanya. mengacuhkan orang itu Bella berjalan masuk ke dalam karena waktu istirahatnya kini telah habis.


"tunggu kak, aku ingin bertanya." cegat pemuda itu cepat.


"cepat." dingin Bella membuat pemuda itu sedikit ketakutan.


"begini, apa disini menerima karyawan?"


"tidak."


"benarkah. tapi aku tidak percaya."


"jika kamu mencari pekerjaan, disini tidak ada tapi di seberang sama ada." pemuda itu menoleh kebelakang namun dengan cepat ia menggeleng.


"aku tid--kak." panggilnya karena Bella sudah tak terlihat lagi. wajahnya berubah murung namun kembali berseri seri.


"kita pasti akan bertemu kembali kak ingat itu!!" teriaknya lalu pergi dari tokoh Bu Eny.


"kenapa aku harus bertemu dengan orang orang aneh itu? bagaimana keadaan orang aneh yang ada di rumahku ya?" pikirnya sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya karena hari ini lumayan banyk pakaian yang harus ia cuci.


"ternyata menyenangkan melakukan hal hal seperti ini. tapi lebih menyenangkan lagi jika aku menggunakan pistol untuk menembak kepala mereka." senyumnya terlihat menakutkan.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2