
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Semenjak Cinta melarang Angga untuk tidak membawa Cinta dalam permasalahan nya Angga pun mulai menjaga jarak agar tidak lebih menyakiti gadis bernama Cinta itu, Angga kembali seperti tidak ada yang tau bagaimana dia dan dia kembali tetap sendirian melalui semua nya.
"Bawakan kopi ke ruangan ku sekarang juga." ucap Angga sedikit ketus di ujung telpon kepada OB yang ada di lantai bawa, pria itu menjadi dingin dan arogan jika berhadapan dengan siapapun bahkan dengan keluarga nya sendiri.
Laki-laki yang selalu berwibawa selama ini berubah menjadi lebih kasar dan tak berperasaan dan disana hanya asisten Bima yang bisa begitu sabar menghadapi bos nya itu.
"Agggghhhhh... konyol." teriak Angga di dalam ruangan nya begitu benci dengan kehidupan nya saat ini.
Angga kembali melihat kertas undangan ditangan nya itu, dan seketika itu juga di begitu benci dan kembali meluapkan amarah nya.
Brakkkk....
Angga melemparkan asbak ke lantai dan mengacak-acak rambutnya begitu frustasi, sedangkan dari luar ruangan Angga Bima hanya bisa diam dan memberikan waktu kepada Tuannya itu, tidak munafik Cinta yang fokus dengan pekerjaan nya tak jauh dari meja Bima masih bisa mendengar suara berisik dari arah ruangan direktu tersebut.
"Parasit kau."
__ADS_1
Prannnkkkk...
Cinta dan Bima seketika kembali kaget dan saling tatap saat mendengar suara benda yang sengaja di hempaskan ke lantai di ruangan bos mereka tersebut.
"Bangsat kau... " Teriak nya dari dalam ruangan itu lagi.
Cinta mendengar itu semua seketika tidak tega entah apa yang sebenarnya yang terjadi gadis itu benar-benar tidak tau, saat itu juga Cinta berdiri dan hendak masuk ruangan pak bos nya namun dengan begitu cepat dan gesit nya asisten Bima melarang nya.
"Stop." ucap Asisten Bima kepada Cinta
"Jangan masuk." ucap Bima lagi kepada Cinta
"Kalau dia sedang seperti itu berarti dia sedang tidak baik-baik saja, udah jangan di ganggu dia cuma butuh waktu sendirian untuk melupakan semua nya."ucap Asisten Bima lagi.
"Kalau dia kenapa-kenapa gimana?" tanya Cinta sedikit nge gas kepada Bima.
"Kau tau di kecewakan oleh orang terdekat dan bagaimana rasanya berada di tengah-tengah pilihan?" Asisten Bima yang tau betul permasalahan bos nya itu langsung balik bertanya kepada Cinta.
"Membuat orang tertawa itu mudah, menghibur diri sendiri itu susah dan itu lah yang dilakukan dia sekarang di dalam ruangan tersebut." ucap Bima lagi
__ADS_1
"Kau sedang memberikan ku teka-teki?" ucap Cinta dengan memicingkan kedua matanya menatap Bima.
"Tidak." jawab laki-laki itu lagi.
Namun saat kedua orang itu sedang saling tatap tiba-tiba Angga keluar dari dalam ruangannya dan mendapati Bima dan Cinta sedang mengobrol berduaan di tempat itu.
Angga pun mendekati kedua karyawan itu, Angga menatap sinis kedua nya.
"Berapa gaji pokok mu, Bim?" tanya Angga ek pada Asisten Bima didepan Cinta yang hanya diam.
"Dua.. dua puluh juta, pak." ucap asisten Bima langsung menundukan kepalanya karna di hadapan nya itu adalah bos nya sendiri.
"Jangan buang-buang duit ku dengan bergosip di kantor ini." ketus Angga kepada Asisten Bima dengan wajah datar nya.
"Aku mau pergi." ucap Angga lagi
"Baik pak. "
Bersambung.....
__ADS_1
🙏🙏🙏bantu support nya ya.