
Happy reading
***********
Siang itu lagi-lagi Adit masih saja diam melihat istri dan adik iparnya bertengkar karna kembali lagi Adit bukan lah tipe orang yang tempramental seperti istrinya, Adit tau betul sifat Dara yang begitu tegas dan emosian, namun itu semua karna Adit tau betul Dara sangat menyayangi adik nya itu.
"Cinta." panggil Adit kepada adik iparnya itu dan Cinta pun menengadahkan wajahnya menatap kaka ipar nya itu.
"Cinta percayalah kakak perempuan adalah orang yang paling mencintai adik-adiknya, terlepas dari apapun yang dilakukan di luar sana, perasaannya sama seprti orang ibuibu. benteng terkuat untuk adik-adiknya." ucap Adit kepada adik iparnya itu
"Aku tidak berpihak kepada istriku dan aku tidak membenarkan apa yang kamu lakukan Cinta dan sudah jelas itu salah."ucap Adit dan Cinta pun tidak mengilah karna semua itu kesalahan dirinya.
Yang Cinta sayangi kenapa semua orang hanya bisa melihat buruk nya saja tanpa harus bertanya kenapa?
Adit melangkah kan kaki nya mendekati Angga yang saat itu sedang berdiri tak jauh dari nya. " Kau seorang bos, Ceo. pemilik perusahaan.. aku bisa saja menonjok wajah mu sekarang, tapi tidak aku hanya menunggu keputusan mu."ucap Adit tepat di wajah Angga.
__ADS_1
"Kak jangan, ini semua bukan pak Angga inginkan... biar Cinta saja yang nanggung." ucap gadis itu dan seketika Dara naik pitam dan kembali mendekati adiknya.
"Kau kenapa, Cinta?kau mau jadi pahlawan? iya,, mau jadi pahlawan, begitu? harga diri mu sudah di renggutnya dek, ngga bisa begitu nggak bisa hihkksss... " Dara menangis, dia tidak bisa dan tidak terima akan keputusan adiknya itu.
"Dara, sayang udah tenang dulu." Adit menenangkan istrinya.
"Ngga bisa hubby, Angga harus tanggung jawab. mau jadi apa nanti adek ku? gimana nasib nya nanti? mental nya? bagaimana?" tanya Dara dengan isak tangis yang keluar deras dari pelupuk matanya.
"Kau..." Dara mendekati Angga lalu mencengkram kerah baju Angga
"Tidak bisa, apa-apaan kalian minta tanggungjawab dengan calon tunangan ku. enak saja, tidak bisa jelas-jelas adik mu yang merayu dan tidur dngan tunangan ku, tidak bisa."ketus Shella dengan nada bentakan nya.
Dara melepaskan tubuhnya yang di pegang Adit lalu mencekik leher shella.
"JANGAN MEMULAI DULUAN, AKU KEJAM JIKA MEMBALAS." ketus Dara begitu emosi sedangkan Shella terengah-engah untuk bernafas
__ADS_1
"Sayang lepaskan, mati anak orang nanti." Adit mengejar istrinya dan memaksa Dara untuk melepaskan cekikan nya.
Dan setelah lepas Adit langsung mengunci tubuh istrinya di pelukan Adit.
"Lepasin aku Hubby, lepasin... mereka semua sialan, sialan semuanya.. kenapa harus keluarga ku? kenapa harus adik ku yang terlibat... bajingan kalian semua." teriak Dara, wanita itu selalu emosian selalu bersikap dewasa agar ada segan orang lain terutama adik nya kepada dirinya, selalu tegas mendidik adiknya tetapi kali ini Dara merasa gagal akan itu semua, bahkan melihat airmata orang tuanya turun membuat Dara semakin tidak terkontrol.
"Kakak,, udah kak... " ucap Cinta menangis mendekati kakaknya.
"Udah kau bilang? Cinta jika mereka tidak tanggungjawab dengan mu bagaimana nasib mu dek? bagaimana? bagaimana mamah kita bisa menerima jika anak nya sudah seprti itu, bagaimana CINTA,, hihkkss." Dara menangis se jadinya di pelukan suaminya itu.
"Maaf aku telat." Tiba-tiba seseorang datang masuk kedalam kamar hotel itu.
Bersambung.....
Bantu like komen dan vote othor ya 🙏🙏🥰
__ADS_1