
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ya hari itu dua keluarga sudah memutuskan untuk menikahkan Angga dan Cinta dua minggu lagi dan dengan syarat mereka berdua dilarang bertemu dan juga Cinta hanya boleh dirumah saja menjelang pernikahan, mama Tari ingin dirinya juga anak tertua nya mengurus ini semua.
"Mama... " Panggil Cinta saat orang tua nya itu sibuk mencatat apa saja yang kurang untuk acara pesta nanti, namun mama Tari yang sedari tadi dipanggil anak bungsu nya itu hanya bisa diam tak bicara sama sekali.
"Ma... " panggil Cinta lagi
"Hmmmm... " Mama Tari hanya berdehem.
"Ma, Cinta laper." rengek nya kembali seperti biasa dimana dulu is suka meminta makan kepada mama nya.
"Hari ini aku tidak masak jadi masak saja lah sendiri." ucap Mama Tari sama sekali tidak melihat wajah anak bungsu nya itu, terkesan jutek kepada Cinta .
"Tega banget sih Ma sama anak bungsu nya?" ucap Cinta cemberut.
"Di dapur ada nasi goreng pagi tadi, tinggal panasin. " titah mama Tari membuat Cinta melongo, bagaimana tidak? makanan dari pagi dan ini sudah siang di suruh panasin untuk ia makan.
__ADS_1
"Susahnya ngambek sama emak, mau makan gengsi gak makan laper." gumam Cinta pelan sambil berjalan menuju dapur.
Tak lama kediaman keluarga DETA kedatangan tamu yang tak lain adalah Dara dan suaminya juga sikembar A.
"Oma.. " ucap Dara langsung menemui mamanya yang duduk disofa dengan kesibukannya itu sedangkan Adit hanya mengiringi istrinya saja, Dara langsung meletakan Baby twins di ambal besar dekat sofa itu.
"Cucu Oma dateng... Sini.. sini." ucap Mama Tari begitu bahagia nya kedatangan baby twins A.
Mama Tari langsung meninggalkan pekerjaan nya dan langsung mendekati kedua cucunya "Anak itu mana mah?" tanya Dara kepada mamanya keberadaan adik nya itu.
"Di dapur lagi mau makan." ucap Mama Tari mengarahkan pandangannya kearah dapur.
"Sayang, ikut." Adit langsung mengikuti arah istrinya.
"Ngapain ikut?" ketus Dara seakan kekesalan akan kebohongan suaminya itu belum juga reda oleh baginya.
"Yank.. maaf." ucap Adit sambil memasang wahh memelas nya.
"Bohong aja terusss." ketus Dara lagi
__ADS_1
"Jangan marah-marah yank, kan suami mu ini udah minta maaf." ucap Adit
"Bahkan bukan cuma sekali, pagi, siang, sore, malam. selalu minta maaf, jangan marah terus yank." ucap Adit lagi
"Perempuan yang kamu anggap egois, cemburuan, suka marah-marah ga jelas dan cuma bisa bikin kamu pusing itu adalah perempuan yang sayang banget sama kamu, aku memang ribet dan ga bisa nunjukin rasa kasih sayang aku ke kamu. Tapi dengan cara aku menunjukkan sifat asli ku ke kamu, itu sudah lebih dari kata sayang dan tulus banget, tapi tanpa kamu sadari banyak banget sabar yang aku keluarin demi mementingkan kamu daripada diriku sendiri. paham."ucap Dara sudah kemana-mana padahal Adit hanya bersalah karna sudah berbohong akan keberadaan adik ipar nya di Indonesia namun Dara sudah kemana-mana dan ngelantur.
"Itu poin ke satu dan kamu ya hubby harus tau betul sifat dan karakter aku." ucap Dara lagi dan Adit diam.
"Aku orang nya mudah kecewa apalagi yang kecewain adik aku sendiri di tambh lagi dibohongi oleh suami aku sendiri, aku ga bisa ya." ucap Dara lagi.
"Iya iya maaf." Adit menunduk dan melembutkan nada bicaranya.
"Ya sudah aku mau ke kamar mandi sebentar." Dara langsung meninggalkan suaminya sendirian disana.
"Sabar sabar." ucap Adit mengelus dada nya melihat sifat istrinya itu.
"Semoga sabar ku menjadi sawah sepuluh hektar , mobil dua belas, motor lima belas, duit tujuh milyar." gumam Adit sambil geleng-geleng kepala mengingat ngomel nya mulut Dara.
Bersambung....
__ADS_1
Bantu support author receh ini yah 🤣🤣🤣🥰🙏