
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
"Apaan ini?" kaget Angga melihat abnayj nya kelopak bunga mawar bertaburan di atas kasur kamar itu bahkan di lantai nya pun sama .
"No, aku salah masuk kamar." ucap Angga sudah mulai gerah melihat semua di depan mata nya ditambah lagi pengaruh obat yang membuat otak nya tidak bisa bekerja dan membantu nya dengan baik.
"Hahhff... hhahhfff... " Angga mencoba menetralkan nafas nya, keringat sebesar biji jagung membasahi tubuhnya. Angga membuka jas nya lalu melonggarkan kancing kemeja di kerah baju nya itu namun tiba-tiba.
"Gimana sayang? kau menyukai nya?" ucap shella yang tiba-tiba masuk kedalam kamar hotel dimana disana sudah ada Angga dan shella memakai baju dengan begitu seksi nya.
"Kau?" Angga langsung memundurkan tubuhnya.
Angga mengucek-ucek matanya menahan nafsu yang ada dalam tubuhnya melihat wanita setengah terla njang itu, Shella benar-benar memakai baju transparan dan begitu seksi nya.
"Ya ini aku, calon tunangan mu." ucap shella begitu manja dengan suara sensual nya.
"Apa ini semua sudah rencana busuk mu itu?" ketus Angga
__ADS_1
"Taraaaa.... tepat sekali honey... bagaiamana? kau senang?" ucap wanita itu lagi kembali melangkahkan kakinya kearah Angga.
"Stop menjauh dari ku, please pergi Shella, pergi dari sini." ucap Angga lagi mengusir wanita itu namun shella tetap tidak ingin pergi dari sana.
"Kau takut?" Ucap shella semakin mendekat dan langsung memegang baju Angga.
"No,,, men... menjauh.." Angga begitu tidak bisa menahan nya lagi.
"Obat itu ternyata berguna untuk kita honey." ucap Shella lagi
"sudah ku duga.. hah... kau yang meletakan nya." ucap Angga kembali menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya agar kembali waras.
"Cih... kau benar-benar wanita licik." ketus Angga namun Shella menempelkan bibir di leher Angga tiba-tiba.
"Aghhhh." Shella menjerit sedangkan Angga mengangkat kedua tanganya pasrah.
Dan saat itu juga Shella pingsan karna kepalanya di pukul seseorang dari belakang nya.
"Cinta?" Angga lebih kaget lagi karna wanita yang telah memukul shella itu adalah sekertaris nya sendiri.
Cinta melihat Angga sekilas dari kepala hingga ke kaki Cinta bisa menyimpulkan berapa tersiksa nya laki itu oleh obat yang Shella berikan.
__ADS_1
Tak lama Asisten Bima datang "Pak Asisten bawa wanita ini." ucap Cinta kepada Bima
"Bima, kau?" Angga lebih kaget lagi bagaimana bisa ada asisten nya disana juga.
Namun Bima tidak menjawab ucapan bos nya, Bima membawa dan menggendong Shella untuk ia letakan di kamar lain dan tinggal lah disana Angga berdua dengan Cinta.
Mereka saling pandang. "Terimakasih kau telah menyelamatkan aku Cinta, kau boleh pergi sekarang." ucap Angga sambil membuang pandangannya
"Kau yakin? aku boleh pergi? apa kau tersiksa?" tanya Cinta tiba-tiba membuat Angga kaget dengan ucapan gadis itu.
"Tidak pergi lah." ucap Angga lagi dengan keringat semakin deras bercucuran ke seluruh tubuhnya.
Cinta berjalan arah pintu membuat Angga lega setidak nya gadis itu aman dari dirinya namun saat Angga mendengar suara pintu ori di kunci dari dalam membuatnya membukatkan bila matanya.
"Cinta jangan." ucap Angga langsung mundur dan terduduk di ranjang itu.
Cirna mendekat ke arah laki-laki itu lalu berkata "Kau tersiksa kan? aku...aku.. " Dia masih ragu untuk bicara.
"Aku... aku akan membantu mu pak." dan saat itu juga Cinta meneguk orange jus yang sudah di sediakan di meja kamar itu yang Cinta ketahui dalam jus itu pun terdapat obat perang sang.
"Cinta, kau."
__ADS_1
Bersambung....
Bantu support dan vote othor ya 😉🥰