
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
"Siapa disana?" ucap Shella melirik ke kiri dan ke kanan, Cinta bener-bener kaget dan sedikit menundukan kepalanya.
"Mati aku." batin gadis itu sudah mulai was-was
"Coba kau lihat ada orang tidak disana? jika ada, habisi dia." perintah Shella membuat Cinta membulatkan bila mata nya.
"Oh No."
Cinta langsung melepaskan high heels nya disana dan langsung merangkak berjalan menjauhi tempat itu dan sekira lumayan jauh gadis itu langsung berlarian begitu kencang.
"Huffffssss.... huhhffsss."Cinta menarik nafas nya dalam-dalam
" Wanita itu rubah, no dia rubah betina... ini ga bisa di biarin."ucal Cinta laku gadis itu menatap kakinya yang tak memakai alas.
"Bagaimana ini?" Saat Cinta menjijikkan kakinya berjalan dia dikagetkan dengan kedatangan keluarga nya bisa di bilang keluarga besar nya.
"Ya ampun mamah, papah... gaswat... mati aku." Cinta langsung berbalik menghadap ke arah belakang, karna ternyata mama dan papanya atau bisa di bilang DETA Group termasuk tamu privat yang di undang langsung oleh mama Angga.
Bahkan Dara dan Adit beserta baby twins pun ikut menghadiri acara tersebut.
"Mampus aku mampus, bagaimana ini?duh... " Cinta berfikir dan berfikir, bagaimana bisa dirinya mencegah aksi Shella jika keluarga nya ada di tempat itu.
__ADS_1
Sedangkan dari tempat Cinta berdiri Shella sudah berjalan masuk kembali ke dalam tempat acara dimana disana juga sudah ada Angga yang ikut hadir.
"Duh... bagaimana ini?bagaimana... mampus aku, ayolah keberuntungan berpihak kepada ku kali ini." ucap Cinta, lalu gadis itu masuk kedalam aula dengan berceker ayam alias tanpa alas kaki dan ia menutupinya dengan baju nya yang panjang hingga ke bawa.
Menggunakan tas nya Cinta menutupi wajahnya.
"Baiklah, mari nikmati makanan kalian dan minuman pembukaan di acara kita malam ini dan ya itu adalah minuman yang di sponsor besar-besaran oleh colega Angga Group jadi kalian bebas mencicipi nya." ucap MC di atas panggung kecil itu.
"Tante,om. terimakasih sudah mau datang..ayo d coba hidangannya." Angga sebisa mungkin bersikap biasa saja sambil menyambut tamu mereka datang termasuk keluarga DETA Group.
"Adit." panggil Angga dan mereka berdua pun saling berjabat tangan
"Terimakasih sudah mau datang Dara." ucap Angga kepada Dara
"Ayo diminum." ucap Angga kepda tamu nya
Tak lama ada seorang pelayan laki-laki datang membawa bali berisikan orange jus dan memberikan nya kepada rombongan Adit juga terakhir ia memberikan minuman itu kepada Angga.
"Oh no... jangan diminum pak. . . please pak di dalam nya banyak racun atau apalah itu please." Cinta berbicara sendirian dari arah kejauhan melihat Angga yang memegang gelas berisi orange jus didalam nya.
"Duh... bagaimana ini? bagaimana aku mau membuang nya jika kakak dan mama ada disana... pak jangan di minum." Cinta panik, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sedangkan Angga yang sedang asik mengobrol dengan Adit langsung saja meneguk abis minum di gelas yang ia pegang dan tampak dari kejauhan shella tersenyum penuh kemenangan.
"Bagaimana bisnis kau yang baru, ngga?" tanya Adit saat mereka masih saling ngobrol namun Angga seketika merasa pusing dan memiringkan kepakanha ke kiri dan ke kanan, Angga merem melek.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" tanya Adit
"Entah lah kepala ku pusing, aku ke toilet dulu dit." ucap Angga langsung meninggalkan teman nya di sana.
Angga berjalan menjauhi keramaian itu sambil memijit pelipis nya yang terasa pusing bahkan keringat nya kian bercucuran.
"Aku kenapa?" ucap Angga namun saat dirinya hendak jalan masuk ke arah WA yang ada di hotel itu tiba-tiba seorang pelayan menepuk bahu nya.
"Maaf tuan toilet umumnya sedang di pake dan banyak yang mengantri, karna kau CEO yang mengadakan acara ini, maka ikut lah saya. saya akan membawa anda memakai toilet di kamar." ucap pelayan laki-laki itu sambil memapah Angga agar mengikuti nya.
Karna kepala Angga yang benar-benar sudah pusing dan horman di tubuhnya jadi berubah membuat dirinya hanya bisa mengikuti saja.
Setelah sampai di kamar,pelayan itu langsung menyuruh Angga masuk kedalam kamar tersebut dan tak lama Angga masuk pelayan itu mengurung dirinya dari luar.
"Hey... kenapa kau mengunci ku,, buka." teriak Angga namun berulang kali laki-laki itu teriak tetap saja tidak ada yang membukanya.
Saat Angga membalikan tubuhnya dia kaget melihat kamar itu.
"Apa ini?"
Bersambung....
Next
Vote dong 🥴🙏
__ADS_1