
Happy Reading
Skip skip skip
❤️❤️❤️❤️
Setelah meneguk habis minuman itu Cinta diam sejenak dan mereka saling pandang dan tiba-tiba keringat gadis itu mulai bercucuran , Angga kaget dan Angga sadar jika minuman yang di minum Cinta tadi pasti sudah terdapat obat dewasa juga.
"Cinta kau baik-baik saja?" ucap Angga namun Cinta langsung duduk di samping Angga.
"Aku akan membantu mu, lakukan lah." Ucap Cinta begitu saja
"Tapi Cinta."
"Syyyuuttt." Cinta meletakan telunjuknya di bibir Angga
"Ayo, lakukan lah." ucap gadis itu lagi, Angga yang tadi nya tidak ingin ini terjadi namun dirinya tidak bisa lagi untuk menahan semuanya.
Angga benar-benar tidak bisa lagi menahan nya ia pun mencoba menyentuh gadis itu.
Agak kaget Cinta kayaknya pas tangan Angga menyentuh bagian itu nya tapi Cinta masih dalam keadaan diam, tanpa geser menjauh.
Angga yang dalam pengaruh obat sangat tinggi pun melanjutkan aksinya mengelus-elus choco chip berwarna merah muda di gunungnya. Berselancar dan berputar-putar jarinya di situ. Tiba-tiba Cinta mencubit pa ha Angga karna reflek geli,tapi karena meleset malah senjata milik Angga lah yang kena.
"Ta..tadi apa ya p..pak yang Cinta cubit kok keras?" katanya sambil tertawa entah kenapa Cinta begitu ikut terpengaruh oleh obat dewasa yang ia minum tadi.
"Cinta,jangan dicubit donk. Nakal kamu."ucap Angga dengan tatapan sensual nya.
"Habis..Pak Angga juga sih nakal. Geliii tau, muter-muter di situnya," jawabnya sambil tambah memeluk manja, tanpa sadar dan pengaruh obat Cinta bagai wanita liar disana.
"Pak." Saat Cinta memanggil Angga semakin mendekat kan dirinya
"Pak,sini.." katanya sambil menarik tangan Angga dan dibukanya resleting belakang bajunya.
Langsung saja tangannya menyusup mendekap bukit kembar itu. Hmmm...dagingnya padat dan lembutnya nggak ketulungan.
"Ehmmm...pak...aku."Cinta gugup dan menunduk malu
"Sini sayang."
Angga membantu Cinta membuka baju sebelah kirinya dan mengeluarkan gundukan putihnya yang mon tok dengan Choco chip yang berwarna pink muda yang begitu menantang untuk di jelajahi.
"Achh.Pak.enak..terussss."tanpa sadar Cinta nyeracau dengan suaranya.
Tangan Angga pun mulai turun ke bawah meraba dari pa ha, ia el us-el us karena Cinta pakai baju gaun yang terbuka bawahnya jadi sangat mudah buat Angga. "****** ******** udah mulai ba sah." bisik Angga ,
"Cinta,aku lepas cela na dalamnya ya sayang."ucap Angga meminta izin walau masih dalam pengaruh obat
"Iya..iya pak,lepas aja."
Setelah ****** ******** Cinta lepas Bebaslah sudah sekarang. Angga elu s-el us milik Cinta yang sedikit tembem dan halus dagingnya. Kurasakan rambut milik nya atau rambut halusnya tipis tapi padat dan merata.
"Pak..ohhh..enak..aku dah ba sah pak..Ohhh..pak Angga ...terusss.pak ehmmmmm," bisiknya diantara des ahnya.
Tangan Cinta pun tanpa sadar sudah mulai ikutan bergerilya. Mere mas senjata Angga yang sedang tegang bak pipa besi bahkan Cinta membuka retsluiting celana Angga dan mencoba merangsek masuk. Angga merasa gai rah bira hinya sudah terang sangat berat akibat ulahnya.
"Pak,senjata bapak panj ang juga ya."ucap Cinta begitu liar dengan omongannya saat dengan tidak dalam keadaan normal
"Cinta, biar Aku aja yang melakukan disana nya kamu." ucap Angga ingin membuat gadis itu puas walaupun sudah begitu berani masuk kedalam kasar nya untuk menolong dirinya yang terpengaruh obat.
"Tapi jangan dalam-dalam ya pak, nanti aku bisa kesakitan."ucap Cinta memohon karna ini kali pertama dirinya melakukan semua itu
Angga pun menjawab permintaannya dengan kecupan di pipi.Angga paham jika yang dimaksud adalah kepera wanannya. Ternyata milik Cinta sudah becek. Lumayan basahnya, itu pun cuma ia el us-el us,Angga memasukan sedikit dan ia putar-putar biji yang ada di dalamnya sambil mulutnya bermain di daerah gunung Cinta .
"Oowhhh..pak...ehmmm. Terussssh...sayanggg. Ohhhh...Cinta mau keluar, oh..ohh..ooh. Cinta...kellluu...aarrrrhhh."teriak nya
Pahanya terkatup beberapa saat setelah itu suasana pun hening.
"Enak nggak sayang, capek ya?"tanya Angga dengan deru nafas yang makin kencang, nafsu nya yang masih memuncak
Cinta mencubit tangan Angga sambil tersenyum lemas.
"Dah...bobo. Sini aku peluk."ucap Angga
"Makasih ya sayang. Mmmuach."ucap Cinta begitu tak sadar nya siapa yang ia panggil sayang dan bagaimana besok yang akan terjadi.
__ADS_1
Diciumnya bibir Angga lalu Cinta di peluk Angga sampai dia tertidur akibat pemanasan tadi.
satu jam sudah Cinta tertidur karna ke lelahan dan Angga membiarkan nya dulu beristirahat sedangkan adik kecil nya sedari tadi ia tahan untuk tidak menyerang walaupun keringat bercucuran menahan dari tadi.
."Sayangggg...mandi yuk," ajak Angga kepada Cinta yang baru membukakan mata nya
"Yuk, biar seger dan nyaman," ucap Cinta yang masih dalam mode on dan mencium bibir Angga.
"Sini aku lepasin bajunya." ucap Nagga
Satu demi satu bajunya di tubuh Cinta terlepas, pemandangan indah pun terhampar di depan Angga ,gunung kembar Cinta yang mon tok dan mancung tanpa turun sedikit pun menggantung dengan indahnya. choco nya kecil dan pendek, warnanya merah muda sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. keseluruhan ditubuh Cinta pun ia lepas. Angga lupa jika sejak ia pemanasan dengan Cinta tadi sampai sekarang belum dia pakai lagi. Wow..Angga tertegun melihat bukit pangkal pa hanya.
"Milik kamu cantik banget Cinta, menggairahkan."ucap nya dngan menggoda dan tatapan bak macan buas
"Uuh...Udahh ahhh, malu jadinya. Ntar Cinta kasih semuanya. Mandi yuk !"ucap gadis itu benar-benar tidak sadar pengaruh obat juga alkohol yang ia minum
"Ok deh sayang," jawab Angga sambil melepas semua baju, celana dan mereka berdua sudah sama-sama tak mengenakan sehelai benang pun.
"Hmmm, senjata pak Angga lumayan juga," kagum Cinta.
Akhirnya mereka mandi berdua. Sambil menyabuni mereka saling mera ba, membelai dan merang sangg milik masing-masing.
"Cinta, udahan yuk sayang aku nggak tahan nih. Di tempat tidur aja ya," katanya mengajak Cinta segera berbilas.
Cinta mengangguk. Setelah mengeringkan dengan handuk kami berdua ke tempat tidur dengan tanpa helai busana lalu berbaring.
"Yank, sini. Cium dong." Angga menunjuk ke arah gunung Cinta
Angga langsung mencium dan ia mainkan bukit kembar itu serta choco nya dengan penuh perasaan.ia mere mas juga gunung itu satu-satu.
"Oohhh...sayang. ehmmm Uhhhhg...enak sayang, gelii. yahh...gitu sayang. Enak..ohhh pak..Mmmh."racau nya tak tahan
Dua bukit kembar mont oknya Angga lu mat dan ia beri tanda merah dibukitnya lalu turun ke pusar terus sampai berhenti di bukit kepemilikannya yang sedikit tembem tapi mulus. Indah sekali. Menggairahkan. Ternyata benar dugaan Angga tadi , saat ia meraba rambut halusnya masih tipis tapi tumbuh rata memadati seluruh areal bibir miliknya. Seolah membentuk pola garis hitam vertikal. Angga buka bibirnya. ia cium milik wanitanya dan ia menjulurkan lid ah nya di milik Cinta .Herannya Angga tak mencium aroma yang menyengat pada milik wanita nya. ia seperti sedang mencium rem asan daun pandan saja. Membuatnya betah di sana nya. ia rasa Cinta memang gadis yang rajin dalam merawat tubuhnya termasuk daerah sensitifnya. Kulitnya selain putih dan bersih juga selalu harum. Itu nilai tambah dirinya yang Angga suka.
"Sayanggg...ohhh, punya ku diapain? Kok gini sih...rasanya? Ooohh...ouwhhhhh...sayanggg. Enakkk teruss...iyahh itu sayanggg...ehmmm...nya..agh....Ohhhhhg..sayanggg...mau piii...pisssss."teriak Cinta begitu pecah
Cinta terus mede sah dan meracau sambil terengah-engah menikmati sensasinya.
"Ohhh...ahhh...aahhh. pak.."
Kedua pa hanya tiba-tiba terkatup. Cinta mencapai puncaknya . Mendapatkan puncak kenikmatannya yang pertama sampai sempat keluar air nya tapi sedikit.
"Pak...mana senjata ya."
"Ini sayang," sambil Angga sodorkan ke Cinta.
"Emmmhh.ini kok menggemaskan, mantap banget," katanya sambil mengecup ujung senjata Angga begitu tidak waras akan ucapan nya sendiri..
"Cinta nggak tau ini nanti muat apa nggak di tempat Cinta."
Senjata Angga langsung di mainkan Cinta . Dikoc ok-koc ok di dalam mulut. Ufhhh, terasa geli dan hangat di mainkannya apalagi Cinta terlihat begitu nafsu melu mat senjata Angga sampai tak ada bagian yang terlewat dari permainannya. Dari lubang ken cing sampai kantung senjata ia jil at dan dilum at habis. Ada sesuatu yang berdesir di sekujur tubuh Angga.
"Achhh Cinta sayanggg, udahhh. Jangan dikoc ok-koc ok gitu nanti keluar."ucap Angga mata nya terasa berkunang
"Nggak papa, keluarin di mulut aku sayanggg. Aku pengin nyobain nya pak. Ayo, keluarin sayang," sela Cinta sambil terus mengo cok lalu kembali melu mat senjata Angga .
"Ehhmmm...mmmh," suara luma tan di mulutnya semakin menambah gairah Angga.
"Achh, Cinta...aku mau keluar sayanggg. Aaahh...ohhh."
Cret..cret..cret.
"Emmmh !"
Cinta memekik tertahan begitu menerima semburan mayones Angga tapi hebatnya dia masih saja bermain di senjata milik Angga. Dia minum mayones itu sampai habis. Mulutnya Angga lihat sampai belepotan saking banyaknya mayones itu yang Angga tumpahkan. Setelah habis dia pun masih menji lati kepala senjata Angga.
Anehnya walau sudah ejaku lasi senjata Angga masih saja ereksi biarpun tak sekeras awalnya.
"Cinta sayang,aku masukin ya?"pinta Angga karna dirinya seakan masih saja belum lega sangking banyak nya obat itu.
"I..iya...sayang tapi pelan-pelan ya pak masukinnya. Aku takut sakit."ucap Cinta
Angga pun mengge sek-ge sek ujung senjata nya di milik Cinta. Ia putar-putar di area milik Cinta. Menekan sedikit. Begitu berulang-ulang, tujuannya agar milik Cinta beradaptasi dulu dengan senjata nya. milik Cinta semakin banjir, len dirnya membasahi rambut dan miliknya. Angga tekan lagi sedikit dalam hingga masuk sepertiganya.
"Ouwghhh pak, pelan dikit. Agak sakit...aghh."
Angga menarik lalu ia dorong lagi. Sempit sekali miliknya tapi terus ia paksa menekan. Dan setelah yakin di posisinya...Srettt. Blesss!
__ADS_1
"Aargkhh..!" pekik Cinta tertahan.
Bersama itu pula kedua pa ha Cinta menjepit pinggul Angga. Jari tangannya mencengkeram pundak laki-laki itu.
"pak ...periiih..." rintihnya pelan sambil manahan rasa sakit.
Angga tau kalau senjata nya telah berhasil merobek kepera wanannya di dalam sana dan tentu saja itu sakit buatnya. Memang saat melakukan penetrasi total tadi senjata Angga serasa membentur sesuatu di dalam lia ng sengg amanya, seperti ada yang robek saja. Tak berapa lama setelah itu jepitan pa ha Cinta mulai mengendur. Angga mencoba mengangkat senjatanya sambil menengok ke bawah. Benar saja, ada bercak darah yang menempel di senjatanya . Darah pera wan Cinta pastinya. Angga pun membenamkan lagi senjatanya lalu ia pompa miliknya dengan ritme yang konstan. Ufhhh.... Jangan tanya lagi seperti apa rasanya. Sulit untuk diceritakan. Seumur-umur baru kali ini Angga merasakan kenikmatan yang tiada tara. Kalau ia tengok ke bawah bibir milik Cinta terlihat naik-turun mengikuti gerakan senjata nya. Jepitannya terasa betul seolah tak mau lepas dari milik Angga. Seperti sedang disedot oleh vacum cleaner saja rasanya. Sebagai hadiah Angga memberi dia kecupan lembut di pipinya.
"Masih sakit sayang?" tanya Angga
Dia mengangguk pelan.
"Achh...pelan dikit ok, punya Cinta masih perih rasanya."ucap gadis itu
"Sabar ya sayang. Percaya sama aku, sebentar lagi juga kamu akan merasakan enaknya," kata Angga tanpa menghentikan ayunan pinggangnya.
Angga mengajak Cinta bercu mbu sambil mere mas bukitnya namun Cinta belum begitu antusias walau pun meresponnya. Angga cukup maklum mungkin karena rasa sakit pada miliknnya yang belum sepenuhnya pulih. Namun demikian Angga tetap menstimulan miliknya sampai Cinta terlihat mulai nyaman dan bergairah membalas cum buan nya. Cinta melepas pagutannya,Angga lihat ekspresi wajahnya sudah mulai stabil dengan kelopak mata yang setengah terkatup, wajahnya perlahan bergantian menoleh ke kiri dan ke kanan. Rasa sakit pun mulai berganti seiring dengan des ah nikmatnya.
"Mmmh....uhh...ohh, pak. "
mulai terdengar reaksinya.
Tangan Cinta bergerak mengusap-usap punggungnya sementara pa hanya angga rasakan semakin dibuka lebar, membuat nya semakin maksimal dalam memberinya penetrasi ke lia ng sengg amanya.
"Enak sayang?"
"Ahhh...iyahh...hshh...ahh. Cinta mulai merasakan enak sekarang....hshhh...ahh. Terus oehhhh...jangan berhenti. " pintanya diiringi desis seperti orang kepedasan, merasakan nikmatnya gesekan berulang senjata diseluruh dinding miliknya.
"Ufhh Cinta...nikmat sekali rasanya milik mu sayang. Benar-benar menggigit, bikin aku ketagihan," sambung angga sambil terus memompa dan mere mas su sunya.
"Ohh Cinta , makasih ya sayang kamu udah menyerahkan mahk otamu buat aku." kata nya sambil mengayun pelan.
"Aku tidak bisa melupakan ini semua. "
Bles...slep...bles. Slep...bles.
"Ouwghhh...pak."
Cinta meraih tengkuk Angga, menci um bibir laki-laki itu. mereka berpagutan sebentar.
"Pak, Cinta serahkan semua ini cuma buat kamu., Cinta sayang banget sama bapak. Jangan buat aku kecewa ya sayang. Owhhh...ahhh...hsss...ahhhh."tanpa sadar dirinya mengungkapkan itu semua
ia pompa terus miliknya yang nikmat dengan ritme konstan agar tak terlalu lama menahan rasa sakit. Setelah agak lancar barulah ia memaju mundur ka dengan tempo sedikit cepat sambil sesekali mengajaknya bercumbu. Dia pun
dengan antusias menyambut bibir Angga.
"Ohhh..ahhh..sayang...terusss. Oohhh...iyahh gitu teruss...enakk sayang...aku...akuhhh...mau keluarhhh...sa..sssaaaayang. Ohh..ooh."
Milik Cinta berkedut mpot-mpotan seperti ayam habis bertelur. senjata Angga direm as-rem as oleh miliknya.
"Ufhhh Cinta, milik muenak banget sayang. Mau dikeluarin di dalam apa diluarrr..sayaang?"
"Di dalam ajahh...nggak papa sayang. Ayo..sayang, gerak terus. Cinta mau dapet. Ohh...ahhh, sayang milikku ...mau...ooohhh..."
"Kita keluarin bareng yaaa sssaaayaaang. Ohh...ahhh...pak kellll...luu....aaaarrrrhhh."
Cret...cret...cret.
"Aarrghhhh...enakkk pak. Ohhhhh...aku kelllllu...arrrrhhh," bisiknya ditelinga Angga.
"Owhhhhh...mmmmmhhh," des ahnya menikmati sisa-sisa puncak kenikmatan mereka
Mereka pun saling berpelukan. Angga terkulai puas di atas tubuhnya. Darah perawan Cinta di sprei menjadi saksi menyatunya cinta kasih mereka
"Terima kasih cinta."
Mmmuach...
Angga memejamkan matanya kelelahaan.
--
Bersambung....
Bagaimana kelanjutannya tungguin ya, apakah bakal ada perang dua keluarga bahkan tiga keluarga?😉
Isu kah?
__ADS_1
sesuai judul ya, jangan protes 🤣🤣🤣
Vote dong Vote 💪💪💪