
"pe,peti nya kebuka"ucap khansa yang kaget melihat peti di ujung sana kebuka, begitupun kiren. setelah ngeliat peti itu terbuka mereka langsung berjalan ke arah peti itu dan melihat isi nya ternyata isi nya adalah foto dan kertas-kertas yang entah dari siapa
"foto siapa ya?"gumam khansa dengan kebingungan dan mengambil salah satu foto itu
"(Loh ini kan perempuan yang pernah gue liat 2 kali)"kata hati khansa, foto yang ia ambil itu robek dan hanya ada foto perempuan itu sendirian yang berdiri sambil ternsenyum manis di bibir nya. kiren pun mengambil kertas yang berisi tulisan tangan entah itu dari siapa
"Maaf kalau aku telah meninggalkan kalian bertiga" isi surat yang dibaca kiren
"khan ini surat siapa yang nulis ya atau jangan-jangan pernah ada orang ke sini?"tanya kiren sambil melihatkan kertas nya ke khansa
"kayak nya sih"jawab khansa
"kok ada kalung di bawah kaki gue"heran kiren ia pun langsung mengambil kalung yang dia injak
"ah gak baik ambil milik orang lain gue taruh di peti ini aja deh"ucap kiren yang menaruh kalung nya di peti itu, selain itu khansa yang sibuk mencari-cari potongan foto itu tidak ketemu sama sekali ia pun menyerah.
"khan ini tempat kotor banget beresin yok"ujar kiren
"eh,, ayo"ucap khansa dengan senyum di bibir nya
khansa dan kiren pun membersih kan seluruh isi tempat rahasia itu, lalu datang gavin dan azra dengan membawa air mineral yang dingin untuk khansa dan azra
"ka,kalian ngapain disini"tanya khansa sambil menatap mereka berdua
"kita berdua"jawab azra dengan terbata-bata
"ah kita kesini cuman lewat doang haha"jawab gavin yang tiba-tiba memotong jawaban azra
"hah alasan apa tu?!"gumam kiren yang melihat sini ke azra dan gavin, lalu ia langsung lanjut bersih-bersih tanpa mengherankan gavin dan azra
"(eh kok ada rambut?)"kata hati azra yang melihat di samping lemari besar tua di dekat peti itu ia pun langsung mendatangi asal rambut itu ketika azra ke sana disitu tidak ada siapa-siapa cuman ada mereka berempat saja
"kenapa zra?"tanya khansa sambil menyapu lantai yang kotor
"ah nga,nggak"jawab azra yang berbohong kepada khansa, azra kira itu hanya bayangan nya saja karna ngantuk.
"(ngapain sih cecunguk itu ke sini)"kata hari kiren yang melihat ke arah gavin
"Kir lo kenapa sih aneh banget hari ini?"tanya gavin yang tiba-tiba mengahampiri kiren, dan berdiri di depan kiren sambil menatap wajah nya
"apa sih?"jawab kiren sambil menundukkan kepalanya dan menyapu
"laura itu bukan siapa-siapa gue, dia itu teman masa kecil gue"ujar gavin sambil menjelaskan ke kiren supaya tidak salah paham
"terus?"kiren yang menunduk dan berkata cuek ke gavin
"hah?"gavin bingung apa yang kiren maksud
__ADS_1
"terus apa hubungan nya sama gue mau lo teman kek, pacar kek, calon istri lu kek gue gak peduli"teriak kiren yang sambil melempar sapu nya dan langsung pergi keluar dari situ, kiren yang keluar itu langsung ke atap sekolah
"(kiren suka sama gavin?atau dia gak tau perasaan dia sebenarnya)"kata hati khansa yang bingung melihat situasi tadi begitupun azra. gavin yang melihat tingkah kiren ia bingung kenapa kiren seperti itu gavin melamun ia selalu bertanya-tanya kiren kenapa, ia juga tidak tau.
"ah gavin,azra emm kita sekarang balik kelas yuk lagian udah bersih juga tempat nya"kata khansa sambil menaruh sapu nya di tembok sebelah kanan nya.
mereka bertiga pun balik ke kelas tetapi gavin terus-terussan diam, dan marah, ia marah karna laura muncul begitu aja setelah laura ninggalin gavin karna dulu laura memilih lelaki lain.
Kiren yang di atap sendirian merenungkan diri sendiri berdiri sambil terkena angin kencang sampai membuat rambut terbang, setelah beberapa menit melamun ia pun balik ke kelas.
"Na mau pindah duduk sama gue gak untuk sementara?"tanya kiren kepada anna teman sekelas kiren yang duduk di depan
"emang lo duduk di mana kir"tanya anna yang balik nanya ke kiren
"dibelakang sama gavin"jawab kiren sambil menunjuk ke arah kursinya
"dibelakang? mauu!!"kata anna yang mengambil tas nya dan duduk di sebelah gavin, begitupun kiren mengambil tas nya dan pindah duduk di depan bersama ronald cowok pendiam di kelas lebih tepatnya dingin banget, sering membaca buku, tetapi ia cukup populer karna wajah nya yang tampan dan seperti model.
"Hai nal"kiren yang nyapa ronald
"Lo bukannya duduk di belakang kenapa pindah?"tanya ronald sambil membaca buku
"karnaa.... karnaa mata gue rabun haha"jawab kiren dengan terpaksa berbohong
"Nih kacamata"kata ronald yang mengambil kacamata nya di tas nya dan ngasih ke kiren
"(Ni anak percaya aja gitu kalau gue rabun?!)"kata hati kiren
"lah kiren udah di kelas"kata khansa yang kaget melihat kiren udah di kelas
"eh tapi kok dia duduk di depan bukannya duduk di belakang sama lo gav"tanya khansa sambil melihat ke arah gavin
"ya udah biarin aja"jawab gavin dengan pelan dan langsung ketempat duduk nya lalu laura menghampiri gavin ngasih makanan kesukaan gavin
"gav nih makanan buat kamu"ucap laura yang ngasih makanan ke gavin
"gak gue udah kenyang"ujar gavin sambil duduk di bangku dan melipat tangan nya di meja dan tertidur. laura pun langsung duduk dengan perasaan kesal dan marah sambil menatap sinis ke kiren.
"Anak-anak bapak mau ngasih tau kalau minggu besok kita akan ke dufan"kata bapak guru
"Du,dufan?"bisik-bisik sekelas
"Yeyy!!"teriak sekelas
"dan habis pulang ke dufan kita akan nginap di villa selama 2 malam 1 hari jadi kita pulang hari selasa"ucap bapak guru nya dengan membuka buku untuk menjelaskan ke murid-murid sekelas
"okey pengumuman nya sudah selesai, sekarang bapak akan menjelaskan tentang cinta, tau cinta?"tanya bapak guru itu sambil melihat arah ke murid-murid lainnya, baru ketua kelas namanya julia mengangkat tangan
__ADS_1
"Cinta adalah suatu yang sangat membuat saya membenci nya, saya benci cinta"ucap julia
"Kamu kok benci cinta julia?"tanya bapak guru
"cinta bisa membuat semua orang gila"jawab julia dengan kepala menunduk kebawah lalu ia duduk di bangku
"Ini sekolah apa sih yaampun"gumam khansa dengan bingung sambil menutup telinga nya
"tapi seru kan sekolah di sini walaupun aneh"kata azra sambil memegang rambut khansa
"iya sih"murung khansa
"besok kan kita ke dufan, gimana kalau kita berdua"bisik azra ke khansa, khansa pun merinding dan langsung menjauh
"ah apa maksud nya?"tanya khansa
"kita berdua bikin si gavin dan kiren baikkan"jawab azra dengan santai
"oh"khansa yang selalu berpikir aneh-aneh
"Lo pikiran nya aneh-aneh ya?"tanya azra sambil menatap ke arah khansa
"Nga,nggak, apaan sih zra"jawab khansa yang ngambil buku nya dan menutup wajah nya dengan buku nya
"gue pikir azra bakal bilang Nanti besok kita berduaan aja ya, kan jadi salah paham gue nya"gumam khansa
"Gue denger loh"ucap azra
"Ha,haahhh!!!"teriak khansa dengan kaget lalu menghindar ke azra
"bercanda gue gak denger kok khan"kata azra
khansa pun menghela napas nya dengan pelan.
"(untung deh kalau dia gak denger)"kata hati khansa dengan senang
azra melihat ke arah khansa dan tersenyum melihat tingkah khansa yang membuat azra ingin memeluk nya. dan gavin yang dibelakang terus-terusan menaruh kepalanya di meja
"(kiren kenapa sih?)"kata hati gavin yang bertanya-tanya
kiren pun menghadap kebelakang melihat ke arah gavin, lalu gavin pun melihat ke arah kiren, kiren pun langsung membuang muka nya
"(emang seharusnya gue biasa-biasa aja kalau deket sama gavin)"kata hati kiren sambil menghela nafas nya
beberapa menit kemudian istirahat pun tiba
"nal ke kantin bareng gue yuk"kata kiren sambil mengajak ronald ke kantin bareng
__ADS_1
"oh ayo"jawab ronald sambil beranjak dari tempat duduk nya, mereka berdua pun langsung ke kantin
"ah azra ke kantin juga yuk laper nih gue"kata khansa sambil memegang tangan azra supaya azra berdiri