Gak Dilanjut!

Gak Dilanjut!
Ep.24


__ADS_3

"kir akhir-akhir ini kepala gue sakit, pusing-pusing gitu dan gue juga kayak mengingat potongan masa lalu tapi gue gak inget apa-apa tentang masa lalu gue"kata khansa yang memegang kepala nya


"Apa jangan-jangan lo amenias"tanya kiren yang langsung mengusulkan kalau khansa amnesia


"amnesia kali kir bukan amenias"kata khansa


"ah itu maksud gue, mungkin lo amnesia"ucap kiren


"gak mungkin lah kalau gue amnesia gue gak bakal inget sama azra"ucap khansa


"oh iya juga, jadi apa dong?"tanya kiren


"gue juga bingung"jawab khansa sambil mengangkat pundak nya


"mungkin lo lupa kan udah lama ngapain juga di inget"kata kiren


"mungkin"


"tapi gue heran sih kenapa lo lupa sama masa lalu lo, gue aja inget masa lalu gue, gue juga inget kalau gue dilahirkan sama ibu gue"


"ya iyalah lo lahir dari ibu lo masa bapak lo kan gak mungkin"


"haha iya juga ya" tawa kiren


"lo masih inget gak pas kita ngebuka peti itu gue sempat ngambil kertas yang ada nama orang nya, tapi karna gue buru-buru jadi langsung gue simpan di kantong gue"ucap khansa yang langsung mengeluarkan kertas itu di kantong celana nya


"ah iya gue inget"ucap kiren


"nih kertas nya, gue penasaran apa isi kertas itu"


"gue juga, eh tapi kertas nya kayak udah lama banget ya liat aja tuh amlop luaran nya aja udah berwarna kuning"kata kiren


"iya juga ya, di sini tertulis jangan di buka"


"kalau gitu jangan dibuka"

__ADS_1


"tapi kan lo bilang penasaran gimana sih kir"


"ya udah buka aja"


"receh banget sih haha"gumam khansa sambil tertawa kecil, khansa pun langsung membuka amlop itu yang berisi kertas di dalam nya. kertas itu berisi tentang...


"tahun 2011, dimana hari pertama kali aku bersekolah di smp inter dimana sekolah para orang berandal berada, aku terpaksa masuk ke sekolah itu karna tidak ada yang mau menerima ku di sekolah yang lain nya. setelah beberapa bulan aku bersekolah di situ tidak terjadi apa-apa sampai akhirnya orang itu datang dan meminta ku untuk berteman dengan nya, karna aku juga tidak mempunyai teman akhirnya aku berteman sama dia,, aku mengira dia menganggap ku teman nya ternyata tidak dia hanya menganggap ku sampah, dan menjadikan aku sebagai budak nya aku kesal, aku ingin nangis, ingin marah tapi gak bisa karna aku tak berdaya, bahkan dia juga menjual ku supaya mendapatkan uang kalau aku tidak menuruti nya aku akan di pukul dan mereka semua akan melakukan hal keji terhadap keluarga ku."


surat yang dibaca kiren dan khansa itu membuat mereka penasaran apa yang terjadi dengan perempuan ini, mereka berdua menangis setelah membaca surat itu karna merasa beban pada diri perempuan ini berat sekali, lalu di dalam nya ada satu kertas lagi mereka pun membuka kertas itu dan membaca nya


" aku tidak pernah masuk kesekolah lagi, tetapi mereka semua datang dan terus menerus meneror ku, menyuruhku apa yang mereka mau tetapi aku tidak mendengarkan mereka, andai saja aku mendengarkan mereka pasti ibu ku masih hidup sampai sekarang. aku benci mereka semua aku benci mereka semua, aku juga melaporkan hal ini pada polisi tetapi polisi tidak percaya sama sekali polisi bilang aku tidak punya bukti, andai aja polisi itu percaya pasti sekarang aku akan hidup normal,andai aja aku gak berteman sama mereka, andai aja waktu terulang kembali, andai aja ada seseorang penyelamat datang menyelamatkan ku. orang-orang itu memaksa masuk ke dalam rumah ku dan menyuruhku untuk melakukan ini dan itu aku gak tau harus perbuat apa. aku udah putus asa, aku memutuskan untuk mengakhiri hidup ku, dan menemui ibu di sana"


terkadang pembullyan itu membuat seseorang tidak berdaya dan tidak tau harus berbuat apa mereka terlalu lemah, orang ngebully itu hanya ngebully orang-orang yang lemah mereka gak tau rasa sakit mereka, mereka yang ngebully itu merasa kuat merasa dirinya paling ditakuti, mereka hanya berani jika bersama teman-teman nya tetapi tidak berani kalau sendirian. khansa dan kiren pun langsung mengelurkan air mata nya karna merasa kasihan pada perempuan ini


"kenapa di dunia ini masih ada orang kayak gitu sih?"tanya kiren yang menangis


"iya kenapa sih ada orang yang ngebuat diri orang lain sengsara"tanya khansa yang menangis tersedu-sedu


"karna mereka hanya ingin di takuti sama semua orang, mereka akan melakukan hal-hal yang keji lagi pada orang itu"jawab nara yang dari tadi berdiri di depan mereka


"sorry sudah ngebuat kalian kaget, gue ke sini disuruh sama bu santi untuk tidur di kamar ini karna gak ada yang mau nerima gue di kamar mereka"ucap nara dengan muka datar ny


"oh kalau gitu barang-barang lo di taruh di bawah kasur aja"ucap kiren


"oke"ucap nara yang langsung menaruh tas nya di bawah kasur, lalu ia pun hendak pergi karna gak mau mengganggu kiren dan khansa


"mau kemana?"tanya khansa


"mau keluar"jawab nara


"udah sini aja sama kita nar"ucap kiren yang langsung menarik tangan nara dan mendudukan nara di kasur nya


"kita berteman sama lo tulus kok nar, jadi kita mohon lo mau kan berteman sama kita?"tanya khansa yang memandang ke arah nara


"iya kita tulus mau temenan sama lo"kata kiren yang ikutan berbicara

__ADS_1


"makasih sudah mau temanan sama gue"gumam nara dengan malu-malu


"apa gue gak denger?"teriak kiren yang tidak mendengar apa yang di ucapkan nara


"Terima kasih ya sudah mau jadi teman gue"teriak nara yang menahan malu nya


"iya sama-sama nar, ngomong lo lucu kalau lagi malu"kata kiren sambil tertawa kecil


"haha,, oh ya nar nanti hari sabtu lo tidur ditempat gue ya nginap gitu, bisa kan?"tanya khansa yang lagi memakan cemilan yang ia bawa


"ah bisa"jawab nara dengan cepat


"yuhuu!! akhirnya kita nginep bertiga!"teriak kiren dengan senang


"Kiren jangan teriak-teriak berisik"ucap bu santi yang menegur kiren


"ah maaf bu"ucap kiren dengan malu


"bukan bertiga tapi berlima, lagian bunda hari sabtu dan minggu gak ada dirumah juga jadi gak papa kalau ada yang nginep"kata khansa yang asik memakan cemilan milik nya


"emang bunda kemana khan?"tanya kiren dengan penasaran


"biasa tiap hari sabtu dan minggu bunda itu nginap di rumah nenek"jawab khansa


"nenek lo punya nenek?"tanya kiren


"iya punya"jawab khansa


"kalau lo nar punya nenek gak?"tanya kiren yang memandang nara dengan dekat


" punya tapi nenek gak anggap gue sebagai cucu nya karna nenek selalu menganggap gue cucu haram buat dia"jawab nara yang langsung menundukkan kepalanya


"ah maaf seharusnya gue gak tanya tadi"ucap kiren dengan merasa bersalah


"iya santai aja"ucap nara

__ADS_1


"Anak-anak keluar sebentar!" teriak bu santi


__ADS_2