
Khansa yang sudah sadar kalau ada yang melihat mereka dari jauh, orang itu tiba-tiba berjalan di belakang khansa dan gavin
"gav lo ngerasa gak kalau ada yang ngikutin kita"bisik khansa
"iya khan, intinya kita jangan lengah kita harus ketempat camping sebelum malem"bisik gavin
"jujur gue takut!!"bisik khansa
"Dalam hitungan 1 sampe 3 kita lari ya lo pegang terus tangan gue oke"ucap gavin
"iya gav"jawab khansa sambil memegang tangan gavin
"oke satu,dua, ti..."kata gavin
tiba-tiba khansa dan gavin di tutup mulut nya ketika mau berlari dan mereka berdua pun pingsan, orang itu lalu membawa khansa dan gavin kerumah kosong di tengah hutan.
malam pun tiba guru-guru yang cemas dan semua murid di sana khawatir sama khansa dan gavin tidak ada di tempat camping
"Anak-anak kalian liat khansa dan gavin gak?"tanya wali kelas mereka
"Eh iya juga gavin sama khansa ke mana ya gak keliatan dari tadi"ucap kiren
"perasaan gue gak enak kir"ucap azra
"gue juga"kata kiren
"ayo kita cari mereka berdua ibu takut mereka kenapa-kenapa dan orang tua mereka marah sama sama ibu gara-gara gak bisa jagain anak mereka"ucap bu guru
"yaudah, ayo kir kita cari mereka berdua"ujar azra
"ayo az, kalau gak salah tadi gue liat dia kearah sana deh setau gue di sana ada tempat air terjun"kata kiren
"Tau dari mana lo?"tanya azra
"rahasia"jawab kiren
"udah ayo cari mereka cepet gue khawatir"kata kiren
"i,iya ayo"jawab azra
mereka berdua pun kearah air terjun jason dan fany pun mengikuti mereka berdua, semua murid-murid berpencar sana sini bersama guru tetapi tidak ketemu khansa dan azra.
khansa pun sadar dari pingsan nya kepala masih sakit ia masih ingat gavin ingin melawan orang itu tetapi udah pingsan karna dikasih obat bius hirup
"Gue dimana, gavin mana?"ucap khansa setengah sadar
Gavin pun terbangun dari pingsan nya
"Ah gav lo sudah sadar, kita ada di mana sih"tanya khansa
"khansa? gue juga gak tau kita ada dimana"jawab gavin
"Ternyata kalian sadar"ucap penjahat itu
"Mo, mona?"kata khansa dengan kaget
"Khan lo kenal sama cewe ini?"tanya gavin
"kenal dia adik nya andre cowo yang dulu suka sama gue pas SMP"jawab khansa
"ternyata lo ingat sama kakak gue dan gue khansa cewe pembunuh!"kata mona
"pembunuh? maksud lo apa mon?"tanya khansa
"gausah pura-pura gak tau, lo ngebunuh kakak gue cowok yang suka dan sayang sama lo tapi lo tolak berkali-kali. gara-gara azra cowo yang lo suka! dan kakak gue mengakhiri hidup nya dikamar dia cuma gara-gara cewe yang gak pernah cinta sama dia"kata mona sambil nangis
"mon gue gak tau kalau andre bakal bunuh diri cuman gara-gara hal sepele"ucap khansa
mona pun terdiam dan mengusap air matanya
"Hal sepele? hal sepele lo bilang, Ini bukan hal yang sepele!!!"teriak mona sambil menampar pipi khansa
"khansa lo gak papa"tanya gavin
"gak papa lo jangan khawatir sama gue gav"jawab khansa
"jadi ini cowok baru lo dasar cewe murahan udah ada azra tambah lagi cowo baru haha"kata mona sambil tertawa
"eh jaga omongan lo ya, lo cantik tapi sayang hati lo gak!"teriak gavin
__ADS_1
mona yang mendengar teriakan gavin ia langsung menyuntikan bius yang bisa membuat pingsan, dan selesai menyuntikan bius ke gavin, mona langsung melihat ke arah khansa
"well, muka lo cantik banget ya pantes kakak gue suka sama lo, dan gimana kalau gue hancurin muka lo biar gak ada yang suka haha"kata mona sambil tertawa histeris dengan senyum lebar
"gue mohon mon jangan kek gini plis gue mohon sama lo"kata khansa dengan nangis
"utututu nangis ya, nih biar tambah nangis"ucap mona sambil mengarah kan pisau ke arah pipi khansa, dan pipi khansa pun berdarah.
mona pun keluar dari rumah kosong itu dan langsung ingin membakar rumah itu
"rasain lo khansa!"ucap mona
mona pun menjauh dari rumah itu dan ia langsung pergi
"eh az itu apa ya?"tanya kiren sambil menunjuk ke arah kebakaran tersebut
"Itu kek nya ada yang kebakaran, apa jangan-jangan itu khansa dan gavin ayo ke sana"kata azra yang langsung berlari cepat memegang tangan kiren biar tidak ketinggalan. setelah berlari akhirnya mereka menemukan rumah kosong yang terbakar itu azra yang melihat khansa dan gavin yang pingsan langsung menyelamatkan mereka berdua
"Kir lo cepet telfon anak-anak ke sini dan guru cepatt!!!!"kata azra
"gue udah telfon mereka semua, mereka akan ke sini tapi syukurlah khansa dan gavin udah di selamatkan untung aja api nya gak terlalu besar"kata kiren
"iya untung aja kir gue takut banget mereka berdua kenapa-kenapa"ucap azra sambil memeluk khansa dan menangis
beberapa menit semua murid dan guru pun datang mereka semua memadamkan api, setelah selesai memadamkan api khansa dan gavin langsung dibawa kerumah sakit khansa yang seluruh pipi kanan nya banyak luka karna mona, dan camping pun batal dan seluruh siswa&siswi disuruh pulang.
bunda khansa pun langsung kerumah sakit melihat khansa yang masih pingsan, gavin yang di sebelah ruangan khansa pun juga belum sadar, kiren yang melihat tidak ada keluarga gavin atau siapapun di sebelah gavin pun ia langsung masuk ke ruangan lalu duduk di kursi sambil menunggu gavin sadarkan diri. keesokkan hari nya gavin pun sadar ia melihat kiren tertidur pulas
"kiren?masa dia jagain gue pas gue belum sadarkan diri"gumam gavin sambil membangunkan kiren, kiren pun terbangun
"Kir bangun sudah pagi"ucap gavin dengan lembut membangunkan kiren
"eh gue ketiduran ya?"tanya kiren dengan setengah sadar
"iya haha"jawab gavin dengan senyum lebar
"eh gavin sudar sadar"kata kiren masih setengah sadar
"Iya gue sudah sadar kir"ujar gavin sambil mengacak-ngacak rambut kiren
"EH! sudah sadar, Dokterr!! gavin sudah sadar"teriak kiren yang sudah sadar dari tidur nya setelah mendengar gavin sadar
"oh okey"ucap kiren sambil duduk kembali
"eh lo belum makan kan? nih makan dulu"ujar kiren yang mengambil makanan dimeja dan mau menyuapin
kan nya ke gavin. gavin pun langsung memaling kan wajah nya dari kiren seperti anak kecil yang tidak mau makan.
"gav lo gak mau makan?"tanya kiren
"gak kir gue gak laper"jawab gavin
"gue gak mau tau lo harus makan"kata kiren dengan marah!!
"gue gak mau kir"jawab gavin
"kepala batu ya lo, udah biar gue suapin aja dari pada lo tambah sakit!"ucap kiren sambil mengambil makanan nya di meja dan menyuapin kan nya ke gavin
"lo itu harus makan gav, lo harus sembuh biar gak sakit"kata kiren
"mau gue sakit, mau gue sembuh gak ada yang peduli sama gue kir gak ada yang memperdulikan gue di dunia ini"ujar gavin
"gavin dengarin gue ada gue,khansa dan azra yang peduli sama lo tenang aja"kata kiren sambil mengusap rambut gavin
"makasih kir udah ada saat gue sakit ke gini"ucap gavin
"iya sama-sama yaudah nih gue makan lagi"ucap kiren
keesokan harinya azra dan kiren gak ke rumah sakit karna bersekolah, azra pun ingin mencari tau kenapa bisa khansa luka dan rumah itu kebakaran secara tiba-tiba. kiren yang ingin membantu juga mencari tau tentang itu tetapi tidak ada petunjuk
"gimana ya biar bisa tau siapa yang nyulik khansa dan gavin, nih ya kalau gue udah ketemu sama penculik nya gue pukul habis-habisan"kata kiren
"emang lo berani kir"tanya azra
"ya berani lah selagi ada lo disamping gue haha"jawab kiren dengan tertawa geli
"kenapa gue bisa kenal sama orang kek gini sih"gumam azra
"kenapa gak kita tanya ke gavin atau khansa aja?"tanya kiren
__ADS_1
"kalau khansa kek nya gak deh soalnya tadi kemarin bunda khansa nanya tuh sama dia cuman khansa gak mau jujur, jadi kalau lo mau tanya sama gavin biar lo aja deh haha"jawab azra
"Loh kok gue?"tanya kiren dengan kesal
"ya harus lo lah kalau sama gue siapa tau dia gak mau jujur,(mungkin)"jawab azra
"yaudah deh besok gue tanyain ke dia, az lo hari ini ke rumah sakit kalau gue gak bisa soalnya mau cari tempat repsesi ayah gue"kata kiren
"hah? jadi nanti ayah lo bakal nikah gitu sama siapa?"tanya azra
"sama cewek lah masa cowo haha"jawab kiren
"udah lah gue mau ke kantin aja bicara sama lo bikin gue pusing"kata azra, azra pun berjalan ke arah kantin
"(gue awalnya gak setuju sama pernikahan ayah cuman kalau ini demi kebahagian ayah, gue bakal restuin ayah sama perempuan itu)"kata hati kiren
4 hari kemudian, khansa yang udah mulai membaik udah boleh pulang begitu pun gavin tapi khansa kepikiran soal pernikahan bunda nya sisa 15 hari lagi pertepatan hari ulang tahun khansa yang ke-17 tahun, khansa juga penasaran sama anak nya om reno
"Asik lo udah boleh keluar dari rumah sakit"kata kiren sambil memeluk khansa
"haha iya kir gue senang deh udah bisa keluar cuman luka gue belum sembuh"ucap khansa
"gak papa nanti juga sembuh"kata kiren
"iya, oh ya lo gimana keadaan gavin gue belum tau gimana keadaan nya"tanya khansa
"keadaan gavin"jawab kiren dengan sedih
"keadaan gavin kenapa"tanya khansa dengan khawatir
"Gavin baik-baik aja haha"jawab kiren sambil tertawa
"haah lo bikin gue khawatir tau kir"kata khansa
"maaf khan haha"kata kiren
"oh ya lebih baik lo samperin gavin kasian dia sendirian, gue kan udah ada bunda sama azra yang nemenin gue"ujar khansa dengan senyum yang manis di bibirnya, walaupun lukanya masih sakit tapi khansa berusaha tetap tersenyum
"yaudah gue samperin gavin dulu ya"kata kiren
kiren pun keluar dan nyamperin gavin di sebelah, kiren merasa aneh kenapa tidak ada orang tua gavin yang ngejengukin dia
"gav gue boleh nanya gak"tanya kiren dengan gugup
"nanya apa kir"jawab gavin sambil memberes barang-barang nya
"kenapa orang tua lo gak jengukin lo atau jemput lo gitu gue gak pernah liat orang tua lo"tanya kiren
"orang tua gue udah cerai jadi gue tinggal sendiri"jawab gavin
"(gue belum tau apa-apa tentang gavin)"kata hati kiren
"yaudah yuk keluar"kata gavin
"i,iya ayo"jawab kiren
mereka pun keluar dan gak sengaja ketemu khansa,bunda dan azra
bunda menawarkan tumpangan untuk kiren dan gavin biar tidak usah naik taksi
"kamu gavin kan gimana kalau kamu ikut mobil saya aja bareng kiren,khansa dan azra"kata bunda khansa
"iya gav ikut kita aja"ucap khansa
"makasih ya semuanya, makasih juga tante"kata gavin
"jangan panggil tante panggil bunda"ujar bunda khansa
"i,iya bun"ucap gavin
"sini gav biar gue bawain ya kan keadaan lo masih lemah"kata kiren sambil mengambil tas yang dipegang gavin
"gak usah gue udah sehat kir"ucap gavin
"gimana kalau gue bawa satu lo bawa satu biar gak berat"ucap kiren
"(gue kira setelah orang tua gue cerai gak ada lagi yang peduli sama gue)"kata hati gavin
mereka semua pun ke arah tukang parkir dan naik mobil bunda khansa.
__ADS_1
bunda pun mengantar satu-satu temannya khansa dengan selamat sampai tujuan.