Gak Dilanjut!

Gak Dilanjut!
Ep.18


__ADS_3

"pegel banget badan gue kelamaan duduk di bus"kata azra yang sambil memijat pundak nya sendiri


"khansa mana lagi kok gak turun-turun"kata kiren yang berdiri di depan pintu bus sambil menunggu khansa, lalu ada orang sengaja mendorong kiren sampai terjatuh


"kir ada yang sakit gak?"tanya gavin yang tiba-tiba berlari mendatangi kiren


"cuman jatuh doang gua mah kuat"jawab kiren sambil tertawa


khansa pun turun dari bus membawa tas nya dan ia terkejut melihat tangan kiren berdarah terkena batu karena ditempat villa yang akan mereka tinggal itu jalan nya bebatuan, jadi ketika kiren jatuh tangan nya berdarah


"ya ampun kir tangan lo berdarah bentar gue ambilin plester"kata khansa dengan khawatir dan mengambil plester nya di kantong celana, dan menempel kan nya ke tangan kiren yang berdarah


"cuman luka dikit aja kok jadi gak papa"kata kiren


"iya gue tau luka nya gak seberapa cuman itu perih tau"ucap khansa


"Oi! cepetan jalan keburu ditinggal nih"teriak azra yang menunggu 3 teman nya


"cepat-cepat kita jalan"ucap kiren sambil mengangkat tas nya

__ADS_1


mereka berempat pun berjalan mengikuti guru di depan, sebenarnya villa nya sedikit jauh jadi kalau sampai di villa itu sekitar 25 menitan, dan di tengah perjalanan khansa tidak kuat menggendong tas yang dia gendong tiba-tiba azra mengambil tas khansa dan membawa tas khansa


"udah ayo jalan"kata azra yang melihat ke khansa sambil tersenyum


"ah iya"jawab khansa


"kir sini tas lo biar gue bawa"kata gavin


"haha gak usah gue kuat kok"ujar kiren


"gak usah pura-pura kuat"ucap gavin yang langsung mengambil tas kiren


"iya iya"kata gavin dengan tersenyum kecil


setelah itu mereka pun sampai di villa yang akan mereka tinggal selama 2 hari, mereka semua pun masuk dan beristirahat, semua nya pun memilih kamar mereka, masing-masing di dalam kamar muat 3 orang karna villa nya besar kamar nya pun banyak untung nya murid kelas 10A cuman ada 20 murid, di villa itu ada 7 kamar.


"Oi nara"kiren yang memanggil nara


nara pun menoleh ke arah kiren dan mendatangi kiren, nara berkata "ya" dengan singkat

__ADS_1


"Lo belum dapat kamar kan, ayo sekamar sama gue dan khansa"kata kiren yang langsung menarik tangan nara untuk masuk ke kamar mereka, tanpa mendengar jawaban nara


"jangan asal narik dong gue kan belum jawab mau sekamar sama kalian apa gak!"marah nara


"haha"khansa dan kiren tertawa dengan geli


"kok malah ketawa?"tanya nara dengan kesal


"jujur gue baru pertama kali liat lo marah-marah kayak gini"jawab khansa


"iya gue juga"ucap kiren


"intinya gue gak mau sekamar sama kalian dan gelang ini gue kembalikkan"kata nara yang melempar gelang dikasih kiren tadi di bus


"Tunggu!"ucap khansa yang menyuruh nara tetap diam di situ


"gak baik kalau ngebuang gelang pemberian orang lain"ucap khansa lagi, khansa pun mengambil tangan nara dan memasukkan kembali gelang itu


"hati lo jangan kayak batu gitu lah"ujar kiren

__ADS_1


"gue tau pasti lo sering di ejek karna bokap lo pembunuh, tapi itu kan bukan salah lo nara, yang salah itu orang-orang yang ngejek lo tanpa perasaan"ucap khansa yang melihat ke arah nara dan menatap mata nara dengan serius. nara pun menangis sebenarnya nara rapuh gara-gara ayah nya yang masuk penjara, dan juga ibu nya yang masuk rumah sakit jiwa apa lagi gak ada satu pun teman di samping nya.


__ADS_2