Gak Dilanjut!

Gak Dilanjut!
Ep.3


__ADS_3

"Duh cape banget gue gav"ucap khansa sambil ngos-ngossan


"Sama gue juga cape"jawab gavin


"Duduk di pohon situ dulu yuk, sambil nunggu azra sama kiren"kata khansa sambil duduk di bawah pohon


"ngomong-ngomong kiren udah punya pacar belum ya?"tanya gavin


"Belum kek nya, kenapa emang nya lo suka ya sama kiren"jawab khansa


"ng..ng...ngga"ucap gavin


"udah jujur aja kali sama gue"kata khansa


"Jujur apa?"tanya kiren


"Itu loh si gavin su.."jawab khansa, gavin pun segera menutup mulut khansa pakai tangan nya


"Su... su apa?"tanya kiren dengan bingung


"Oh maksud khansa susu dia mau susu iya katanya haus"jawab gavin


"lo haus khan bentar gue beliin susu ya"kata kiren dengan berlari ke warung untuk beli susu buat khansa


"lepasin tangan lo gavin!"marah khansa


"eh maaf lupa"kata gavin sambil melepas tangan nya


"Tangan lo bau banget habis ngapain sih?"tanya khansa


"habis sikat wc khan"jawab gavin


"GAVIN! jorok banget lo!"ucap khansa sambil memukul gavin


"Haha becanda gue khan, sorry"kata gavin


"Ni air buat lo khan"kata azra sambil menyodorkan air mineral ke khansa


"makasih az"ucap khansa


"Buat gue mana?"tanya gavin


"beli sendiri sana"jawab azra


"Nih buat lo gav, gue tau bukan khansa yang pengen susu tapi lo kan haha"ucap kiren sambil ngasih minuman nya ke gavin


"gav muka lo merah tuh"bisik khansa


"berisik lo khan"kata gavin sambil malu


"yaudah yuk kita kekelas lagian udah ketemu juga barang-barang nya"kata kiren


"yaudah ayo"ucap mereka bertiga


Mereka berempat pun masuk kelas dan pelajaran pun berakhir, semua murid pun pulang cuma khansa yang gak pulang karna dia harus piket


"Khan gue pulang duluan ya"kata kiren


"gue juga ya"kata gavin


"Iya hati-hati pasangan abadi haha"teriak khansa


"gue nungguin lo aja deh gue tunggu di kantin, semangat piket nya tuan putri"kata azra


azra pun langsung ke kantin, dan seketika muka khansa memerah


"ayo-ayo pikettt khansa semangatt!"ucap khansa


setelah selesai piket khansa memasukan barang-barang nya ke tas dan ia hendak pulang, khansa gak sengaja ngeliat seorang laki-laki di perpus sedang membaca buku sendirian dan khansa pun mendatangin cowok itu.


"Wah novel B.ningsih"kata khansa


"Lo suka novel B.ningsih?"tanya cowo itu


"Iya gue suka, sampai-sampai gue ngoleksi Novelnya B.ningsih soalnya bagus!!"jawab khansa


"(Jarang banget ada yang suka sama novelnya B.ningsih)"kata hati cowo itu


"Oh ya nama lo siapa?"tanya khansa


"Nama gue jason"jawab jason


"jason jason jason oh anak yang populer dingin itu ya bener gak sih?"tanya khansa dengan penasaran


"hah gue gak populer"jawab jason


"gitu ya? emm... btw itu novel terbaru B.ningsih ya? boleh pinjam gak"tanya khansa


"boleh, nih"jawab jason sambil ngasih novel nya ke khansa


"gue janji gue kembalikan novel nya tepat waktu, yaudah sekarang gue keluar dulu ya byee!!"kata khansa sambil berlari keluar


"Eh tunggu nama lo siapa?"tanya jason sambil teriak


"nama gue khansaa"teriak khansa


"nama yang indah"gumam jason


khansa pun keluar dari perpus dan ke kantin nyamperin azra yang nungguin khansa selesai piket


"sorry ya az lama nunggu nya"kata khansa


"sans aja, oh ya lo cape kan? nih gue udah pesenin minuman ke sukaan lo chatime"kata azra sambil menyodorkan minuman nya ke khansa


"wah chatime thanks az"jawab khansa


"oh ya itu novel siapa lo colong?"tanya azra


"enak aja colong ini gue pinjam sama jason"jawab khansa


"jason? siapa tuh"tanya azra dengan cemburu


"oh itu anak yang populer itu"jawab khansa


"OH! btw novel B.ningsih lagi ya bukannya lo banyak banget novel nya B.ningsih"kata azra


"Hehe ini novel terbaru"jawab khansa sambil tertawa


"Haaah ayo kita pulang"kata azra sambil memegang tangan khansa


"iya sabar"jawab khansa


azra dan khansa pun pulang berjalan kaki


"(duh azra pake pegang tangan gue deg deg deg nih gue semoga dia gak dengar)"kata hati khansa


"khan gue gak suka lo deket sama cowo"ucap azra


"kok gak suka sih?"tanya khansa dengan cemberut


"ya gak suka gue maunya lo deket sama gue aja"jawab azra dengan malu-malu


dan muka khansa pun memerah mendengar jawaban azra


"Aaa, aa apaan sih lo haha"kata khansa dengan suara detak jantung yang kencang


"(meluk khansa)gue takut kehilangan lo"kata azra


"apaan sih lebay deh lo"ucap khansa


"cie lo baper ya haha gak gue becanda kok seterah lo mau dekat sama siapa"jawab azra


"(Gue kira itu beneran az)"kata hati khansa


"(gue pengen banget bilang kalau gue sayang sama lo gue takut kehilangan lo khan)"kata hati azra


mereka pun terlihat murung satu sama lain dan akhirnya mereka berdua sampai kerumah masing-masing, tapi dirumah khansa ada om reno


"(ngapain si om-om itu datang bikin badmood aja)"kata khansa sambil masuk ke dalam rumah


"khansa sayang kamu sudah pulang? kamu pasti cape istirahat gih"kata bunda khansa


"iya bun"jawab khansa

__ADS_1


khansa pun masuk ke kamar dan ia menguping pembicaraan bunda nya khansa sama om reno


"mir gimana kalau anak kamu sama anak aku kita ajak ketemuan biar akrab nantinya"kata om reno


"iya boleh ren gimana besok malam kita makan malam berempat"ucap bunda khansa


"iya boleh, ngomong-ngomong soal pernikahan kita gimana kalau bulan depan?"tanya om reno


"aku sih mau-mau aja lebih cepat lebih baik tapi masalah nya...."jawab bunda khansa


"masalah nya anak-anak, nanti kita urus ya"kata om reno sambil mengusap pundak bundanya khansa


"Apa bunda sama om reno nikah bulan depan!"gumam khansa


khansa pun langsung nangis karna dia belum siap menerima om reno dalam keluarga nya dan khansa pun langsung tertidur, pagi pun tiba azra mengetok pintu untuk menjemput khansa dan khansa pun langsung keluar rumah buat sekolah dia terkejut karna tiba-tiba di depan ada azra


"pagi tuan putri"kata azra


"pagi"jawab khansa


"kenapa lesu banget sih?"tanya azra


"gak papa"jawab khansa dengan dingin


"(pasti dia kepikiran masalah bunda nya sama om itu bakal menikah, gue gak sengaja nguping pas pengen kerumah khansa)"kata hati azra


azra dan khansa pun ke sekolah, khansa yang masih kepikiran sama yang di bicarain bunda sama om reno tadi malam dan itu membuat khansa sedih dan sekaligus tidak bisa menerima om reno di dalam keluarga nya sampai suatu hari khansa bermimpi ayah nya khansa.


"Khansaa, khansa"manggil khansa


"ayahh, aku kangen ayah"kata khansa sambil memeluk ayah nya


"ayah juga kangen kamu sayang"jawab ayah nya khansa


"ayah khansa mau ikut ayah"kata khansa sambil nangis tersedu-sedu


"khansa kamu harus tetap di sisi bunda, bunda membutuhkan kamu buat bunda bahagia ya"ucap ayah khansa


"tapi yah bunda mau nikah lagi sama om reno, om itu mau gantiin posisi ayah khansa takut kalau om itu gak sebaik ayah"kata khansa


"khansa ayah yakin dia orang baik, bunda nikah biar kamu punya ayah lagi yang menyayangi kamu sayang dan menjadi keluarga utuh lagi"jawab ayah khansa


"Ayahhh!! khansa sayang ayahh"teriak khansa


khansa pun terbangun dari tidur nya dan dia nangis sampai membuat bunda nya bangun


"khansa kamu kenapa sayang?"tanya bunda khansa


"khansa mimpi ayah bun"jawab khansa


"mimpi ayah maksud khansa apa?"tanya bunda khansa


"iya bun khansa mimpi ayah, ayah bilang ayah akan terus sayang sama khansa dan ayah juga bilang kalau bunda nikah untuk melengkapi keluarga ini"jawab khansa sambil memeluk bunda dan langsung nangis


"udah khansa sebaiknya kamu tidur lagi ya besok kan sekolah lagi"kata bunda khansa


"iya bun"jawab khansa


khansa pun tertidur dan keesokan nya khansa nerima surat dan bunga di depan rumah nya


"hah bunga dan surat dari siapa sih?"ucap khansa sambil memegang bunga dan surat nya


"penasaran deh gue sama surat nya dari siapa sih?"ucap khansa lagi, khansa pun membaca surat nya


bunga yang begitu indah ini


kuberikan kepada mu


kuberikan ini dengan rasa cinta yang ada dibenakku, simpanlah bunga ini dan tetaplah tersenyum.


tertanda:penggemar rahasia


"hah penggemar rahasia siapa sih, ah udah ah taruh di meja sini aja nanti telat nih gue ke sekolah"kata khansa


khansa pun berangkat ke sekolah dan meninggal kan buket bunga nya dan surat di dalamnya di meja, tapi khansa gak sadar kalau ada yang mengikuti dia di belakang dari tadi


"siapa sih yang ngikutin gue"gumam khansa


"khansa?"bisik orang dibelakang khansa


"Eh jason sorry gue kira ada yang mau nyulik gue"ucap khansa dengan malu


"gak papa, sorry juga gue dah bikin lo takut"ucap jason


"haha iya gak papa"jawab khansa


"novel nya gimana bagus gak?"tanya jason


"bagus bangett!!!! pengen banget deh ketemu sama penulis nya B.ningsih!"ucap khansa


"ngomong-ngomong B.ningsih itu ibu gue"ujar jason


"hah yang bener, wah asik tuh boleh gak gue ketemu sama ibu lo gue berharap banget bisa ketemu sama penulis novel yang gue suka"ucap khansa


"ha ha. . bo, boleh"kata jason


mereka pun berangkat sekolah bareng dan azra melihat jason dan khansan berangkat bareng sekolah


"Az kok lo ninggalin gue sih!"omel khansa


"gue kira lo udah ke berangkat sekolah"ucap azra dengan gugup


"Alasan aja lo, oh iya azra kenalin ini jason dan jason ini azra"ucap khansa


"jadi ini jason"gumam azra


"yaudah yuk masuk kelas"kata khansa


khansa pun memegang tangan azra dan jason sehingga membuat wajah mereka berdua memerah


"jason kelas lo yang mana sih?"tanya khansa


"kelas gue di sebelah kelas lo"jawab jason


"jadi sering ketemu dong"ucap khansa dengan polos


"iya"kata jason


"ayo khan masuk kelas"ucap azra sambil menarik tangan khansa


"(azra kenapa sih dari tadi kaya gak suka aku deket sama jason?)"kata hati khansa


"khansa pulang sekolah mau nonton gak?"ucap azra dengan malu


" Mauu!! tapi nonton horor ya?"jawab khansa dengan semangat


"seterah mau nonton apa yang penting lo seneng"kata azra


"(Kok muka azra merah sih apa jangan-jangan? ah gak mungkin)"kata hati khansa


"(semoga khansa gak denger jantung gue yang berdegup kencang)"kata hati azra


khansa dan azra pun duduk di tempat mereka masing-masing tapi ada seorang cewek yang datangin gavin dan ngasih bekal ke dia


"kamu gavin kan"tanya cewe itu


"iya gue gavin"jawab gavin


"emm. . ini aku mau kasih bekal ke kamu"ucap cewe itu


"gausah lebih baik buat lo aja"ucap gavin dengan dingin


"gak papa gav ini buat kamu kok, oh ya nama aku fany"ucap fany


"oh fany, soal bekal yang lo kasih itu gak usah"kata gavin


fany pun langsung menaruh bekal nya ke meja gavin


"Ini buat kamu"teriak fany


"hahh seterah tu cewe deh"gumam gavin


tanpa sadar kiren melihat gavin dengan fany sedang mengobrol, khansa yang melihat kiren ia langsung nyamperin kiren tapi kiren pergi berlari ke atap sekolah

__ADS_1


"Kiren kok tiba-tiba lari pas ngeliat gavin sama tu cewe"ucap khansa


khansa pun mendatangin gavin


"gav cewe tadi siapa"tanya khansa


"gue juga gak kenal tapi katanya namanya fany kalau gak salah"jawab gavin


"oh nama nya fany"ucap khansa


"kenapa khan"tanya gavin


"gak papa gav"jawab khansa


khansa pun meninggalkan gavin sendirian dan khansa langsung samperin kiren yang ada di atap sekolah, khansa melihat kiren yang berdiri sambil melamun dan rambut pendek yang tertiup angin


"Apa jangan-jangan pas kemaren-kemaren itu dia ngeliat gavin bukan azra, dan kiren juga suka sama gavin berarti sekarang dia ngira itu pacarnya gavin"gumam khansa


khansa pun menepuk pundak kiren yang melamun


"kiren? kenapa lo ngelamun"tanya khansa


"haah siapa yang ngelamun gak kok"jawab kiren


"kalau gitu ayo ke kelas sebentar lagi bell bunyi loh"kata khansa


"yaudah ayo"jawab kiren sambil menggenggam tangan khansa


bell pun berbunyi semua murid masuk ke kelas


"Oke hari ini bapak akan ngasih tau kalian tugas hari ini kalian harus membuat surat kepada orang yang kalian suka dan nanti taruh surat itu di dalam kotak ini"ucap pak guru


"tugas nya aneh-aneh aja deh"gumam kiren


"(tulis surat buat orang yang gue suka, orang yang gue suka kan di sebelah gue)"kata hati khansa


"Lo mau tulis surat buat siapa?"tanya azra kepada khansa


"rahasia dong!"jawab khansa


"duh ngapain sih tugas nya bikin surat buat seseorang yang gue suka"omel gavin


kiren pun melihat gavin yang gak suka dengan tugas yang di kasih pak guru


dan gavin pun juga melihat ke arah kiren


"duh ngapain sih dia ngeliatin gue"bisik kiren


"(Kiren ngeliatin gue kenapa ya?)"kata hati gavin


"haah gini deh kalau gak mau jujur satu sama lain"ucap khansa


khansa pun gak sadar kalau dia juga gak bisa jujur sama perasaan nya ke azra


"(khansa aku sangat mencintai mu!")kata hati azra sambil menulis di kertas itu lalu dia hapus karna takut pak guru baca di depan kelas


beberapa kemudian semua murid pun selesai menulis surat dan memasukan nya ke dalam kotak


"oke kotak ini dan bakal dibaca pas camping, oh iya soal camping sabtu ini camping nya ya"ucap pak guru


"dua hari lagi"ucap khansa


"(gue deg deg deg kan)"kata hati azra


beberapa jam kemudian bell pun berbunyi pertanda akan istirahat


"khansa ayo ke kantin"ucap kiren dengan wajah murung


"bareng aja yuk ke kantin nya sama gavin juga"kata azra


"iya bareng aja"ujar gavin


"yaudah ayuk"ucap khansa


mereka berempat pun ke kantin tetapi kiren tidak banyak bicara seperti biasa dia terlihat murung, dan jam pulang pun tiba khansa dan azra pun pulang ganti baju buat nonton bioskop


"khansa mana sih lama banget"ucap azra


khansa pun berjalan menghampiri azra yang menunggu dia lama di motor


"ayo az gue udah siap"kata khansa


"kok lo lama bang.."ucap azra sambil melihat ke arah khansa yang cantik banget mengenakan dress warna pink rambut bergelombang


"cantik banget lo khan"kata azra


"hah apa?"tanya khansa


"gak lo cantik! cantik banget"jawab azra


pipi khansa pun memerah mendengar kata-kata azra yang bilang bahwa dia cantik.


khansa dan azra pun jalan karna takut telat buat nonton beberapa menit kemudia mereka berdua sampai ketempat buat nonton itu


"Azra nonton horor ya plisss!!!!"ucap khansa


"ha ha... i,iyaa"jawab azra


akhirnya mereka berdua ketemu film horor yang lagi ngetren, mereka berdua pun masuk ke dalam bioskop


"(Azra lo harus berani lo jangan jadi cowo pengecut!)"kata hati azra


"azra kenapa kek ketakutan gitu ya padahal baru masuk"ucap khansa


film nya pun dimulai azra yang ketakutan karna film horor selalu memeluk khansa sampai film nya habis, mereka berdua pun keluar dari bioskop azra yang masih gemetaran dari tadi di genggam tangan nya sama khansa


"kalau lo gak berani nonton horor bilang aja jangan malu az"ucap khansa


"iya maafin gue"ucap azra


"yaudah sekarang kita makan dulu yuk pasti lo laper karna teriak dan ketakutan itu haha"ketawa khansa


"pasti lo mikir gue pengecut banget"kata azra


"gak kok az lo pemberani kok"ucap khansa sambil mengacak-ngacak rambut azra


muka azra pun memerah


"yaudah yuk kita makan"ucap khansa sambil menarik tangan azra


"(inilah alasan gue suka sama lo khan dari dulu lo itu selalu buat orang senang dengan cara lo itu dan kepekaan lo itu buat gue suka tapi lo gak pernah peka kalau gue suka sama lo)"kata hati azra


khansa dan azra pun makan, sehabis makan mereka pulang kerumah


"makasih ya azra udah ngajak gue nonton gue senang banget"kata khansa


"iya sama-sama yaudah sana masuk pasti bunda nungguin"ucap azra


"Yaudah gue masuk ya byee"ucap khansa sambil melambaikan tangan ke azra


"sekarang gue masuk deh sebelum ibu ngomel-omel haha"kata azra


khansa dan azra pun masuk ke dalam rumah


"khansa akhirnya kamu pulang bunda mau bicara sama kamu"kata bunda khansa


"bicara apa bun"tanya khansa


"kamu duduk dulu ya"jawab bunda khansa


"bunda mau bicara apa?"tanya khansa lagi dengan penasaran


"Bunda sama om reno rencana nya bakal pertemukan kamu sama anak om reno mau gak"ucap bunda khansa


"seterah bunda aja aku ngikut aja selagi buat bunda senang"ucap khansa


"dan rencana nya bunda sama om reno bakal nikah bulan depan di tanggal ulang tahun kamu, bunda mohon kamu restuin bunda ya"ucap bunda khansa


"selagi itu buat bunda senang aku akan restuin bunda"kata khansa


"makasih sayang sudah perhatian dan sayang sama bunda"ucap bunda khansa sambil memeluk khansa dan bunda khansa pun menangis


"iya bunda"ucap khansa

__ADS_1


akhirnya khansa merestui hubungan bunda nya dan om reno ada perasaan sedih di hati nya khansa tetapi kalau ia tidak merestui hubungan bunda nya dan om reno, bundanya akan sedih khansa ingin sekali melihat bunda nya bahagia tersenyum lebar khansa gak mau melihat bundanya sedih seperti sedih ditinggalkan ayahnya.


__ADS_2