
Maaf ya men temen kalo ceritanya tambah gace.
πππ
semoga menghibur men temen semua.
πππ
******
"Kalo lo gimana La" Tanya Kristal.
"Kalau Lala mah gag usah ngapa-ngapain juga tu cowok yang GEER sendiri." Jawab Aqila mewakili Syahla.
"Gimana ceritanya?" Tanya keempat teman lainnya.
"Jadi gini ...."
.....Flash back on....
(kejadian ini sebelum Syahla dan Garuda bertemu dibengkel ya gengs).
Teet....teet...teet... πππ
Bel akhir pelajaran sudah berbunyi menandakan jam pulang sekolah sudah tiba. Siswa-siswi langsung behamburan keluar dari kelas mereka masing-masing karena awan mendung sudah nampak hitam pekat siap untuk ditumpahkan. Garuda berjalan menyusuri lorong kelasnya sambil menatap lagit mendung, belum sampai ke tempat parkir langit sudah mengirimkan serdadu-serdadunya untuk membasahi bumi yang semakin panas akhir-akhir ini. Garuda mendengus sebal karena tak membawa payung dan memutuskan menunggu hujan sedikit reda. Dari lorong lain muncullah sosok cantik nan manis sedang berjalan ke arahnya dengan menenteng payung ditangannya.
Syahla.
"Apa lo lihat-lihat?." Tanya Syahla dengan juteknya saat padangan mereka bertemu.
Garuda hanya diam tak menanggapi pertanyaan Syahla. Seperti kebiasaannya ia malah memasukan tangan ke dalam saku celananya dengan tampang sok coolnya(walau sebenernya emank cool βΊοΈβΊοΈβΊοΈ). Dilihat dari sikap Syahla yang jutek mungkin tidak ada yang tahu kalau dia juga menjadikan Garuda target taruhannya. Merasa tak ditanggapi Syahla pun diam, ia malah menengadahkan tangannya untuk bermain-main dengan air hujan layaknya anak kecil.
Saat bermain air hujan tidak sengaja percikan-percikan kecil mengenai Garuda. Garuda yang jengan dengan kelakuan Syahla lantas bertanya
"Ngapain sih, Udah sana pulang!." Tutur Garuda jengkel.
Syahla yang masih asik bermain air hujan itu pun tidak menanggapi pertanyaan Garuda. Garuda yang ngerasa dikacangin langsung menarik tangan Syahla dan membalikkan badan Syahla agar menghadap kearah Garuda.
"Whoi....!! Lo punya telinga gag sih?"
"Ooh... Lo ngomong sama gue?" sambil menunjuk wajahnya sendiri dengan jari telunjuknya.
"Yaiyalah gue ngomong sama lo, emank ada manusia lain disini selain lo?"
"Gue kira lo ngomong tu ma hujan"
__ADS_1
"Lo kira gue gag normal?"
"Iya kali. Lo gag normal" Jawab Syahla dengan senyum mengejeknya.
Garuda sedikit heran karena Syahla membawa payung tapi tidak ia gunakan malah ia masih betah berdiri disamping Garuda.
" Ngapain lo masih disini?" Tanya Garuda sambil melihat payung yang dibawa Syahla.
"Gue lagi nunggiin orang"
"Gue" Tanya Garuda. Ia berfikir Syahla sedang melancarkan modusnya seperti teman-teman genknya.
Syahla terkekeh dengan kepedean Garuda.
"Geer banget sih lo. Gue emang nungguin orang tapi orang itu bukan lo."
"Alah alasan aja lo!"
"Terserah lo mau mikir gimana yang jelas gue gag nungguin lo" Jawab Syahla santai.
"Trus siapa yang lo tungguin?"
"Ih, Kepo banget sih. Gue nunggin siapa itu urusan gue, atau jangan-jangan lo ngarep ya gue tungguin?" Tanya Syahla sedikit mengejek Garuda, kemudian ia melambai pada seseorang yang ada dibelakang Garuda, membuat lelaki itu ikut menoleh.
"Itu dia yang gue tungguin."
"Yuk pulang!." Ajak Syahla pada Aqila.Syahla membuka payungnya dan berjalan melewati Garuda baru beberapa langkah Aqila kembali kepada Garuda.
"Sekedar info nih ya. Temen gue yang satu itu tu beda dari yang lain. Dia itu gag pernah deketin cowok duluan." Tutur Aqila pada Garuda dengan senyum mengejek dan kembali menghampiri Syahla. Garuda diam mematung ditempat, merasa malu akan kePedeannya.
"Ngapain lo nyamperin tu cowok?" Tanya Syahla.
"Gag papa kok" Jawab Qila dengan senyum-senyum sendiri membayangkan reaksi Garuda saat ia berbicara pada Garuda tadi.
"Kok lo senyum-senyum gitu?. Jadi takut ni gue." Tutur Syahla.
"Udah lupain, ayok anterin gue pulang!" Pinta Aqila.
"Ok cuz..." Jawab Syahla.
Namun disaat yang sama ada seorang cewek dan seorang cowok sedang memperhatikan Garuda dan Syahla dari tempat yang berbeda.
..... Flash Back off.....
"Jadi gitu ceritanya." Tutur Aqila yang menceritakan pengalaman Syahla.
__ADS_1
"Whoah... Daebak..." Tutur Rasti sambil bertepuk tangan
"Biar tau rasa tu cowok songong" Tutur Cindy.
"Makasih Lala udah bales rasa malu kita semua." Tambah Mila girang sambil memeluk Syahla. Namun entah kenapa Kristal merasa tidak senang akan cerita Aqila. Ada yang aneh dengan hatinya namun ia belum bisa memutuskannya. Hari sudah menjelang sore dan mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
******
"Aku mau kita cerai mas. Aku sudah tidak bisa bila harus hidup denganmu lagi. Aku ingin cari kebahagianku sendiri!" Ucap seorang istri pada suaminya.
"Ok, kalau kamu mau keluar dari sini. Pergi sana dan jangan pernah kembali!." Jawab seorang suami pada istrinya." Dan satu lagi jangan bawa apapun dari rumah ini!" Dan suami itu berlalu pergi meninggalkan istrinya di ruang tamu seorang diri.
Sedang dari balik pintu ada seorang gadis yang sedang menahan tangisnya saat mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Maaf beribu-ribu maaf jika aku up datenya slow karena aku masih baru dalam menulis, jadi kadang aku bingung saat harus menuangkan kata-kataku supaya para pembaca mengerti maksud tulisanku ini. Terus kadang otakku blenk sama ide-ide. terus kadang juga kalau udah ada ide pas waktu aku lagi sibuk-sibuknya sama urusan yang lain jadi ya gini ini lemot ππππ.
maaf ya man teman ππππ.
Minta dukungannya ya man teman buat vote, coment dan kasih bintangnya ππππ.
Terima kasih πππ..
__ADS_1
^Wassalamu'alaikum wr.wb.^