
Setelah Garuda selesai berbicara dengan Mang udin, Garuda kembali menghampiri Lala. Lala yang sedaritadi memperhatikan Garuda seketika mengalihkan pandangannya dari Garuda yang sedang berjalan kearahnya.
"Kayaknya mobil lo belom kelar deh. Tu montir gue belum balik juga." Tutur Garu.
"Yah..., belum kelar juga?. Naik ojol deh gue?." Tutur Lala sambil mencebikkan bibirnya.
Lala bergegas membuka ponselnya dan memesan penyedia layanan ojek online. Namun sayang, sedaritadi Lala mencoba memesan tidak ada satupun yang nyantol untuk menerima pesanannya. Atau mungkin karena hujan yang sedari tadi tak kunjung reda membuat para driver enggan untuk keluar dari peraduaannya. Setelah terus mencoba akhirnya ada juga driver yang nyantol.
Drtzzz...Drtzzz...Drtzzz....
Ponsel Lala bergetar telepon dari salah seorang driver ojol
"Hallo. Iya saya sendiri, Ooh gitu ya mas. ya udah deh." Jawab Lala.
"Kenapa?." Tanya Garuda yang melihat perubahan ekspresi Syahla setelah menerima telephone tadi.
"Driver ojolnya minta dicancel, kata abang ojolnya mobilnya mogok" Jawab Syahla dengan lesu.
"Ya udah, gue anterin aja. Mau gag lo? gue juga sekalian mau pulang."
"Naik apaan, motor butut lho itu? Ogah."
"Ye... Songong ni cewek! Ya udah kalo lo gag mau, tapi jangan ngatain juga kali."
Garuda pun masuk kedalam ruangan yang tadi digunakan untuk syahla ganti baju guna mengambil jaketnya dan bergegas menuju motornya. Sedang Syahla sedang bimbang antara pulang bersama Garuda atau menunggu mobilnya selesai diperbaiki. Namun karena Syahla takut kejadian sebelumnya, saat ada om om mesum mengganggunya terulang lagi akhirnya Syahla memutuskan untuk pulang bareng Garuda. Syahla bergegas berlari menghampiri Garuda yang sudah duduk diatas motornya.
"Ngapain lo?" Tanya Garuda saat Syahla sudah berdiri disamping motornya.
"Mau pulang bareng lo lah!" Jawab Syahla dibuat sejutek mungkin.
"Katanya gag mau naik motor butut? yaudah sana nunggu mobil lo aja!"
"Masih lama juga mobil gue. Lagian gue takut ntar kalo ada om-om *RAMES lagi."
"Itu urusan lo bukan urusan gue" Garuda pun mulai menstater motornya dan pergi meninggalkan Syahla. Syahla pun masih berdiri menatap kepergian Garuda dengan menggerutu.
"Dasar cowok gag peka!." Ucap Syahla dalam hati.
Setelah Garuda sudah tidak lagi kelihatan, Syahla melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam bengkel sekaligus cafe itu. Baru beberapa langkah sebelum memasuki cafe Syahla mendengar suara motor mulai mendekat padanya dan berhenti tepat dibelakangnya, Syahla pun menoleh dan melihat Garuda sudah tepat berada dibelakangnya dengan duduk diatas motornya. Syahla yang kaget pun diam saja. Melihat Syahla yang masih bengong Garuda pun menghampirinya.
"Kok malah bengong gitu?" Tanya Garuda sambil melambaikan tangan didepan muka Syahla.
"Kok lo kesini lagi, Katanya mau pulang?" Tanya Syahla balik
"Terserah gue dong. Bengkel-bengkel gue jadi terserah gue mau datang dan pergi sesuka gue" Jawab Garuda cuek.
"Ye... Songong!." Jawab Syahla sambil melangkahkan kakinya ingin meninggalkan Garuda.
__ADS_1
"Gue gag tega liat lo nunggu sendirian disini. Makanya gue balik lagi kesini." Jawab Garuda dibuat sejutek mungkin namun terdengar tulus.
DEG
Mendengar perkataan dari Garuda terbesit rasa aneh dihati seorang Syahla. Syahla yang biasanya sering mendengar rayuan gombal dari para pemujanya biasanya mendengar kata-kata seperti itu biasa saja menurutnya, namun kali ini terdengar berbeda untuk Syahla. Syahla masih terdiam membelakangi Garuda. Garuda yang tak sabar langsung menarik tangan Syahla menuju motornya.
"Mau gue anterin pulang gag, walau pake motor butut?" Tanya Garuda dengan sedikit mencibir. Sedang Syahla hanya mengaggukan kepalanya tanda setuju. Garuda melepas jaket yang ia kenankan dan memakaikannya pada tubuh Syahla.
"Biar lo gag kedinginan ntar kalo naik motor." Tutur Garuda sambil menutupkan resliting jaket yang dipakaikan pada tubuh Syahla. Sedang Syahla masih diam saja. Garuda sudah duduk diatas motornya dan menyodorkan helm kepada Syahla.
"Ye... malah bengong. Pake ni!" Perintah Garuda.
"Harus ya pakai ini?" Tanya Syahla menunjuk helm bogo yang disodorkan Garuda.
"Ya harus lah pake ini biar aman kepala lo waktu terjadi apa-apa." Jawab Garuda.
"Ye... Kalau itu sih gue tau." Jawab Syahla sinis
"Kalau tau ngapain tanya!" Jawab Garuda tambah sinis.
"Maksud gue... gag staylish aja kalo pake ini."
"Ya udah, lo pulang sendiri aja kalau ribet gini"
"Ye... Jangan dong, kan tadi lo yang nawarin mau nganterin pulang. Gimana sih!."
" Ya maaf deh. Ya udah gue pake ni" Jawab Syahla malas sambil memakai helm yang disodorkan Garuda.
"Kalau pake tu yang bener bisa gag sih?" Tanya Garuda.
"Tadi katanya suruh make, sekarang udah dipake malah tanya gimana sih, kan emang gini cara makenya!?." Jawab Syahla sewot. Garuda yang sudah malas untuk berdebat dengan Syahla langsung menarik tangan Syahla untuk lebih mendekat kepadanya dan membenarkan helm Syahla dan mengaikan pengait helm yang belum Syahla kaitkan.
"Gini baru bener." Tutur Garuda sambil menatap tepat dimanik mata Syahla.
"Ooh... Thank's." Jawab Syahla dengan senyumnya.
"Cepetan naik, keburu malam!." Perintah Garuda.
"Ya, ya gue naik." Jawab Syahla. Garuda kemudian menstater motornya meninggalkan bengkel untuk mengantarkan Syahla pulang. Ditengah perjalanan Garuda dibuat jengkel oleh Syahla karena Syahla selalu berpegang pada pinggang Garuda. Garupun menepikan motornya.
"Kok berhenti?" Tanya Syahla.
"Bisa gag sih gag pegang pinggang gue?!"
"Upzz sorry. Emank kenapa kalau gue pegangan pinggang lo? lo nerveous ya kalo gue pegang pinggang lo atau jangan-jangan lo deg-degan ya atau lo gag pernah dipeluk cewek jadi kaku kek lo gini?" Goda Syahla sambil tersenyum jahil.
"Dimana-mana orang hidup pasti deg-degan, gimana sih lo? dan satu hal lagi yang mau gue tegesin sama lo, bukanya gue gag pernah dipeluk cewek karena gue anti ama cewek, banyak cewek yang mau antri buat gue tapi gue yang gag mau berurusan sama yang namaya cewek soalnya cewek itu ribet buat gue, ya kayak lo gini, RIBET." Jawab Garuda mematahkan semua prasangka Syahla.
__ADS_1
"Ya...ya... percaya gue banyak cewek yang mau antri buat lo, tapi setelah cewek itu tau lo tu cowok jutek, songong, dan kayak berung kutub, tu cewek-cewek juga bakalan mundur. Ucap Syahla sedikit mencibir Garuda.
"Lo salah" Tutur Garuda.
"Kok gue salah, emank ada cewek yang betah sama lo? kalaupun ada mana coba?"
"Ada dan lo adalah orangnya, Syahla Izzatunnisa."
"Ye... kan gue juga terpaksa betah lama-lama sama lo." Sanggah Syahla.
"Terserah lo deh yang penting jangan pegang-pegang gue!." Ucap Garuda penuh peringatan. Garuda mulai melajukan motornya kembali untuk mengantarkan Syahla namun Syahla tetap saja berpegang pada pinggang seorang Garuda, karena Garuda enggan berdebat lagi dengan Syahla, Garuda pun membiarkannya. Sebenarnya ada perasaan aneh dihati seorang Garuda keanu prihadi saat dekat dengan Syahla namun menurutnya ini masih terlalu awal untuknya.
***Flash back on....
saat Garuda ingin meninggalakan Syahla dibengkel tadi, ada perasaan khawatir dan was-was bagi Garuda takut ada om-om yang jahil lagi mengodanya namun ot**knya berfikir gengsi untuk kembali namun akibat hati dan ot**k yang tidak sinkron akhirnya Garuda menuruti kata hatinya untuk kembali menghampiri Syahla.
Flash back off*....
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
TBC
Happy reading...
Maafkan aku bila up ku lama bgt karena ada hal yang tak bisa ku jelaskan.
__ADS_1
^Wassalamu'alaikum wr.wb.^