Garuda Dan Ciwi-ciwi Cantik

Garuda Dan Ciwi-ciwi Cantik
17. 17


__ADS_3

...****...


Malam ini begitu dingin, tapi tak menyurutkan niat Aqila untuk menyelesaikan misinya. Ia memutuskan untuk memakai dress warna hitam dengan potongan yang pendek,



Dihalaman depan rumahnya yang bak istana itu, Ia menunggu dengan sabar kedatangan Garuda. Di malam yang sunyi itu


Treng...teng...teng...teng...


Terdengar suara motor RX. King yang begitu mengganggu. Dalam hati Aqila berharap semoga suara motor itu bukan suara dari motor orang yang sedang ditunggunya, karena stylenya kali ini memang tidak pas jika harus naik motor. Namun sayang seribu sayang apa yang diharapkan Aqila tidak sesuai dengan apa yang ada didepannya. Karena Garuda memang datang dengan menggunakan motor Rx King antik miliknya.



"Is," Aqila mendengus sebal, melihat motor RX king milik Garuda berhenti didepannya dengan suara knalpot yang memekakkan telinga itu.


Bukanya Garuda tak tau, jika nantinya Aqila tidak akan mau diajak naik motor miliknya. Namun Garuda memang sengaja memilih menaiki motor Rx king miliknya ketimbang mobilnya, karena ia ingin sedikit memberi pelajaran pada salah satu anggota Ciwi-ciwi cantik ini agar tak seenaknya sendiri dalam mempermainkan hati para target taruhannya, dan sekaligus mencari informasi tentang Syahla.


"Ayo." Ajak Garuda datar.


"Naik motor ginian?. Gag salah ni?. Lo gag liat baju gue kek gimana?." Cerocos Aqila keheranan sekaligus sebal.


"Iya. Salah sendiri lo pake baju yang kurang bahan gitu." Jawab Garuda datar.


"Eh, mendingan lo ganti baju dulu sana." Saran Garuda.


"Nggak mau. Gue gag mau ganti baju gue. Orang dah ok gini juga. Dandan lama ni gue tadi." Cerocos Aqila.


"Yakin lo, gag mau ganti baju?" Tanya Garuda sekali lagi.


"Ogah." Jawab Aqila yakin. "Mending pake mobil gue aja deh," Tutur Aqila sambil menunjuk deretan beberapa mobil mahal yang ada di garasi rumahnya. "Lo tinggal pilih tu, mau naik yang mana."


"Lo pilih dinner kita batal, atau kita pergi pake motor gue ini." Timpal Garuda ketus.


Aqila memanyunkan bibirnya dan memberengut sebal "Ya udah, ayo."


Dalam perjalanan itu Aqila dibuat repot dengan dress dan tatanan rambutnya sekaligus make upnya. Aqila takut tatanan rambutnya akan berantakan karena Angin malam dan make upnya akan belepotan terkena debu-debu halus jalanan.


Namun berbeda dengan Garuda, Ia tersenyum menang dibalik helm yang dikenakannya.


"YES, RASAKAN!." Batin Garuda senang. Emang perlu sekali-kali ngerjain cewek yang sukanya mainnin hati cowok, apalagi cewek itu gengsian pula.


...****...


Sampainya ditempat parkir


"Uh... Untung aja." Aqila bernafas lega melihat dandananya yang masih ok semua.

__ADS_1


"Lho... lho... kok tempatnya kayak gini?. Ini gag salah, Garu?" Tanya Aqila membelalakan matanya, kaget. Karena Garuda bukanya mengajak Aqila dinner ditempat mewah yang romantis melainkan disebuah angkringan dan sekaligus warung penyetan yang ramai pengunjung itu.


"Enggak salah gue. Bener, gue mau makan disini." Jawab Garuda datar. Namun dalam hati ia menahan tawa, saat melihat Aqila sebal.


"Tapikan..." Aqila melihat warung kemudian pakaiannya. Sungguh bukan tempat yang pas dengan pakaian yang iya kenakan.


"Ayo masuk" Ajak Garuda. Aqila menghentakan kakinya kesal, namun tetap mengikuti langkah Garuda kedalam warung itu. Dalam warung yang ramai itu, banyak pasang mata yang tak henti-hentinya melihat pakaian Aqila dan ada juga yang menertawakan pakaian Aqila yang dianggap aneh oleh sebagian orang diwarung itu.


" Mang, yang ini digoreng dan yang ini dibakar ya mang, terus dibungkus semua aja ya, Mang." Garu menyodorkan lauk pauk yang ada dipiring dari anyaman bambu itu kepada mamang penjual diwarung angkringan sekaligus penyet langganannya itu. Ia tak jadi makan disana karena sedikit tak tega melihat Aqila yang menahan malu.


"Ok. Den." Jawab Mamang penjual menerima pesanan Garuda.


"Lo sengaja ya, mau ngerjain gue?" Tanya Aqila.


"Siapa juga yang mau ngerjain lo. Tadi gue kan udah nyuruh lo ganti baju, tapi lo nya gak mau. Jadi, bukan salah gue dong."


"Iya sih, tapikan lo gak bilang kalo mau makan di tempat kek gini."


"Salah sendiri, lo gak nanya." Jawab Garuda ketus.


"Ih, dasar cowok nyebelโ€”"


"Ini Den pesenannya." Mamang penjual menyerahkan pesanan Garuda dan menghentikan pertikaian mereka berdua.


"Makasih, Mang." Jawab Garuda sambil tersenyum ramah.


"Ternyata lo bisa senyum juga?, Gue kira lo manusia kulkas yang gak bisa ramah kek gitu tadi." Tanya Aqila heran karena biasanya Garuda itu, ketus dan gak pernah tersenyum apalagi dengan anggota Ciwi-ciwi cantik.


"Dasar narsis." Timpal Aqila sebal.


"Ayo." Ajak Garuda yang sudah duduk diatas motornya.


"Kemana?. Pulang?. Yah masak pulang sih, belum makan ni gue?." Cerocos Aqila tak terima jika harus pulang.


"Cerewet banget jadi cewek. Udah ikut aja!." Garuda sebal akan kecerewetan Aqila. Akhirnya Aqila pun pasrah dan menuruti perintah Garuda. Garuda melajukan motornya menuju cafe dan sekaligus bengkel mewah miliknya.


......****......


Sesampainya di cafe dan bengkel miliknya, Garuda langsung menuju dapur dan membawa bungkusan yang tadi sudah dibelinya. Sementara Aqila sudah duduk disudut cafe yang terdapat jendela besar dengan pemandangan yang indah itu.


"Lo mau makan apa?." Tanya Garuda memecah kekaguman Aqila.


"Gue baru tau kalau ada cafe bagus kek gini disekitar sekolah kita. Gue kira ini cuma bengkel doang!." Aqila heboh.


"Udah lo mau pesen apa?. Gak usah ngomong mulu." Protes Garuda.


Aqila memanyunkan bibirnya. "Iya, iya... Judes amat jadi cowok."

__ADS_1


"Kak Garu, ini nasi dan lauknya." Salah seorang waitres dengan name tag Friska meletakkan lauk pauk yang dibeli Garuda tadi, yang sudah berpindah tempat diatas piring didepan Garuda.


"Makasih Fris," Ucap Garuda dengan tersenyum ramah. " Sekalian aja Fris, temen gue mau pesen juga."


"Sama-sama Kak Garu. Baik Kak, silakan mau pesen apa kak?" Tanya waitres Friska pada Aqila.


"Gue pesen ini, sama minumnya ini ya mbak." Aqila menunjuk menu pada buku menu yang ada didepannya.


"Baik kak. Mohon tunggu sebentar ya."


"Ok. Makasih mbak." Ucap Aqila


"Makasih Fris" Ucap Garuda.


"Sama-sama." Jawab Friska dan beranjak pergi.


"Lo, cafe mewah kek gini malah makan ayam penyet gimana sih?." Tanya Aqila keheranan.


"Suka-suka gue dong. Perut-perut Gue." Jawab Garuda ketus.


"Lagian kok waitres tadi kayak akrab gitu sama lo? Pakโ€”"


"Silahkan kak pesanannya." Waitres tadi menyerahkan pesanan Aqila memutus percakapan keduanya. "Selamat menikmati." Ucap sang Waitres.


"Makasih Fris" Ucap Garuda masih dengan senyum ramahnya.


"Nah lho, Lo Senyum lagi kan?. Tanya Aqila setelah Waitres itu pergi. "Coba aja, lo sama Ciwi-ciwi cantik bisa senyum dan seramah tadi." Ucap Aqila sambil menyantap makanannya.


Sambil melihat Aqila yang menyantap makanannya. tanpa bermaksud tidak sopan, Garuda mulai membuka pembicaraan tentang Ciwi ciwi cantik.


"Jadi, gimana rasanya jadi pemenang dari Ciwi ciwi cantik?" Tanya Garuda terang-terangan.


.


.


.


.


.


...TBC...


Segini dulu ya gengs, ni masih lanjut ngetik ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


makasih buat yang masih sabar nunggu kelanjutan ceritaku. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


...Happy Reading...


^Wassalamu'alaikum Wr. Wb.^


__ADS_2