Garuda Dan Ciwi-ciwi Cantik

Garuda Dan Ciwi-ciwi Cantik
12


__ADS_3

Garuda melajukan mobilnya sedikit diatas rata-rata.


"Katanya mau kerumah lo, kenapa lewat sini?." Tanya Syahla. Karena jalanan yang dilalui Garuda sama dengan jalan menuju rumah Syahla. Garuda tak menjawab pertanyaan Syahla, karena pikirannya sedang kembali pada saat itu.


****Flash back on...****


Kala itu saat Garuda sedang joging sore ditaman kompleks. Ia tak sengaja melihat Syahla berjalan disekitar taman dengan membawa gitar dipunggungnya.


Karena memang rumah Garuda dan Syahla sebenarnya dilingkungan yang sama tapi berbeda cluster. Garuda yang dulu pernah mengantar Syahla pulang, baru tahu jika mereka dari lingkungan yang sama tapi Garuda memilih untuk tidak memberi tahu Syahla. Garuda yang memang penasaran dengan seorang Syahla Izzatunisa, kemudian mengikutinya diam-diam. Entah lagu apa yang ia dengarkan dari headphonenya, tapi raut wajahnya terlihat sendu, seperti yang dilihatnya tadi berbeda dengan Syahla yang dikenalnya saat disekolah.



Disekitar taman itu terdapat sebuah danau yang cukup indah dan terdapat trotoar dari kayu yang biasa dimanfaatkan untuk berfoto atau untuk duduk lesehan para pengunjung taman.


Syahla duduk ditepian danau sambil memetik gitarnya.


Karena saat itu kondisi taman sedang sepi pengunjung, sayup-sayup Garuda mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Syahla, lagu tentang seorang ayah dan bunda, lagu itu dinyanyikan dengan nada yang menyayat hati bagi orang yang mendengarnya seperti mewakili luapan hati penyanyinya. Disela nyanyiannya terdengar isakan-isakan kecil keluar dari mulut Syahla.


Garuda yang penasaran seketika menajamkan matanya, dari sisi lain danau Garuda dapat melihat kristal-kristal bening keluar dari mata Syahla. Garuda dapat melihat kerapuhan dari seorang Syahla yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.


****Flash back off....****


"Whoiii...!!!. Kok lo malah bengong sih, orang ditanya juga malah bengong." Tutur Syahla sewot, karena ia mengira Garuda akan mengantarkannya pulang.


"Diem aja napa sih, bawel banget jadi cewek!." Tutur Garuda menyembunyikan kekhawatirannya.


"Tapikan gue udah bilang, kalau gue gag mau pulang, trus ngapain lo malah anterin gue?"


"Ni jalan juga menuju rumah gue, jadi lo duduk diem aja deh!." perintah Garuda. Setelah penjelasan Garuda, Syahla pun diam.


"Jadi rumah ni cowok disekitar sini juga." Batin Syahla.


Setelah sampai rumahnya, Garuda segera turun dan membukakan pintu untuk Syahla dan mengajaknya masuk kedalam rumahnya.



"Assalamu'alaikum. Ma, Kak." panggil Garuda dari ruang tamu.



"Wa'alaikumsalam." Jawab Mama Uci dan Kak Salsa yang baru keluar dari ruang keluarga.


"Ya Allah Garu. Kamu habis ngapain sih nak, kok basah kuyub begini?." Tanya Mama Uci khawatir sambil menghampiri Garuda dan Syahla diruang tamu.

__ADS_1


"Iya ni dek. Kamu habis ngapain sih, kok sampai basah semua kek gini. Habis nolongin orang kebanjiran?." Gurau Kak Salsa.


"Ledek terus aja Kak!." Jawab Garuda.


"Habis kamu lucu sih, Tadi keluar aja ganteng bener, sekarang pulang- pulang basah kuyub kek begini." Ucap Kak Salsa dengan tawa renyahnya.


"Is... Kakak ni."


"Hush... Udah-udah gag usah ribut gitu. Buruan ganti baju takutnya ntar sakit lagi!." Lerai Mama Uci menghentikan perdebatan kecil kedua anaknya.


Sedang Syahla yang menyaksikan pemandangan itu, pemandangan yang tidak pernah ia dapatkan dirumahnya. Tiba-tiba saja air matanya menerobos keluar dengan sendirinya.


"Eh... Siapa tu dek?" Tanya Kak Salsa saat mengetahui bahwa Garuda pulang tidak sendirian.


"Ini Syahla, temen sekolah Garu." Jawab Garuda


"Malem Tante, kak." Sapa Syahla.


"Malam" Sapa balik Mama Uci dan Kak Salsa.


"Kak, bisa pinjemin baju kakak gag buat Syahla?."


"Ok. Yuk ikut Kakak!." Jawab Kak Salsa dan mengajak Syahla ke kamarnya untuk berganti baju.


"Iya. Cepet ganti baju dulu sana. Nanti kamu sakit lagi."


Sehabis meminta izin Mama Uci, Garuda bergegas menuju kamar dan berganti baju. Setelah selesai berganti baju Garuda kembali turun ke ruang tamu untuk memberikan penjelasan pada Mamanya.


"Papa mana ma?." Tanya Garuda.


"Papa tadi ditelephone kakek suruh kerumah kakek, katanya ada yang mau diomongin." Jawab Mama Uci.


"Ooh..., Syahla kok belum turun juga ya?."


"Belum selesai mungkin ganti bajunya. Tadi katanya ada yang mau kasih penjelasan ke Mama ni?." Tanya Mama Uci sambil membuatkan Coklat panas untuk Syahla dan Garuda. Setelah Panjang kali lebar kali tinggi Garuda menjelaskan kepada Mamanya. Mama Uci yang merasa iba pun membiarkan Syahla untuk menginap dirumanya.


Sementara itu dikamar kak Salsa


"Ganti baju kamu dulu gih!." Tutur Kak Salsa sambil menyerahkan bajunya kepada Syahla.


"Makasih kak." Ucap Syahla. Setelah berganti baju Syahla kembali menghampiri Kak salsa.


"Gimana, pas kan bajunya?"

__ADS_1


"Iya kak. Pas kok."


"Eh, BTW kamu siapanya Garu, Ceweknya ya?"


"Ih, bukan kak."


"Masak bukan. Soalnya tu anak gag pernah bawa cewek pulang kerumah, cuma kamu aja ni. Jadi mana mungkin kalian gag ada apa-apa?." Tanya Kak Salsa mengintrogasi.


"Masak sih kak?. Tanya Syahla.


"Pantes aja tu cowok kaku banget kalo ma cewek." Batin Syahla.


"Iya. Adekku itu anti banget sama cewek. Kakak sampai heran."


"Gimana cewek mau deket-deket dia, orang dia aja kayak beruang kutub gitu." Jawab Syahla dalam hati.


"Eh..., Kok kakak malah ngomong gag jelas gini ya?. Ya udah turun yuk. Mama sama Garu pasti lagi nungguin kamu!." Sampainya diruang tamu Mama Uci langsung mengajak Syahla duduk dan memberinya Coklat panas yang dibuatnya.


"Malam ini Syahla boleh istirahat disini, tapi besok pagi harus pulang, takut orang tua kamu nanti khawatir. Biar besok Garuda sama Kak salsa yang mengantar kamu pulang."


Syahla mengangguk setuju. Hatinya yang tadi tertutup mendung kini sudah lebih baik karena sambutan hangat dari keluarga Garuda. Dikeluarga ini dia bisa merasakan hangatnya pelukan dari sebuah keluarga.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. TBC


__ADS_2