
Pagi tadi setelah mengantar Syahla ke rumah dan Kak salsa ke butik. Garuda langsung melajukan mobilnya menuju ke sekolah. Ditempat parkir Garuda bertemu dengan Haikal. Haikal yang tak pernah melihat Garuda membawa mobil pun kaget.
"Tumbenan lo pake mobil. Gag takut apa, kalo ntar diincer cewek matre?." Goda Haikal.
" Mau pake mobil atau pun enggak, banyak cewek yang mau deketin gue." Jawab Garuda songong.
Haikal yang sudah tau sifat Garuda pun, hanya tertawa mendengar jawaban Garuda. Karena hanya dengan Haikal lah Garuda bisa becanda seperti ini. Kristal yang melihat Garuda dan Haikal yang sedang berbincang pun ikut bergabung, setelah ia selesai memarkirkan mobilnya.
"Hai Garu" Sapa Kristal. Matanya sudah terpatri akan sosok Garuda dan mengabaikan Haikal. Sedang Garuda hanya tersenyum dengan sapaan Kristal. Suasana hening seketika.
"Hai Kristal" Sapa Haikal memecah kecanggungan.
"Ha... hai" Jawab kristal canggung.
Saat ketiganya tengah berbincang. Bukan-bukan, bukan ketiga tapi kedua orang tepatnya Kristal dan Haikal karena Garuda dari tadi hanya diam saja tanpa menanggapi hanya sesekali mendengarkan. Perhatian Garuda terus terarah pada pintu gerbang sekolah seperti sedang menunggu seseorang. Saat Garuda melihat mobil jazz merah yang familiar dimatanya memasuki area parkir sekolah terlihat rasa lega dari sorot mata itu. Syahla keluar dari mobil jazz itu dan berjalan kearah mereka bertiga.
"Kris, masuk yuk!." Ajak Syahla. Tanpa menghiraukan Garuda dan Haikal. Kristal yang tau arah pandangan Garuda dari tadi tak lepas dari Syahla pun merasakan hatinya berkerut sakit karena terabaikan. Biasanya Kristal tak pernah seperti ini sebelumnya tapi karena ucapan Garuda waktu itu membuatnya jadi tak karuan. Dan ia memutuskan akan memperjuangkan Garuda sepenuhnya.
Sebenarnya bukan kali ini saja Kristal melihat Garuda memperhatikan Syahla.
*Flash back on....
Saat hujan waktu itu, Kristal yang sudah berada didalam mobilnya mengurungkan niatnya untuk meninggalkan lahan parkir sekolah. Ia bergegas mengambil payung dari kursi belakang mobilnya dan memutuskan untuk menghampiri Garuda yang Ia ingat tadi masih duduk didalam kelas. Kristal berjalan menyusuri lorong-lorong kelas yang sudah mulai sepi penghuni itu. Namun matanya menangkap sosok yang Ia kenali sedang asik berbicang dengan seorang Garuda. Ia melihat Syahla sedang tersenyum didepan Garuda. Entah apa yang mereka berdua bicarakan. Karena suara berisik hujan jadi ia tak bisa mendengar percakapan keduanya. Ia mengurungkan niat untuk menghampiri Garuda dan berbalik menuju mobilnya dan melesat meninggalkan sekolah dengan perasaan yang campur aduk.
** Jadi tau kan geng siapa cewek yang memperhatikan Garuda dan Syahla saat itu.
Flash back off...
"Garu, gue duluan ya." Pamit Kristal pada Garuda. Garuda hanya menganggukan kepala.
"Apa tu cewek bener-bener udah baik-baik aja." Batin Garuda. Pandangannya masih mengikuti langkah Syahla yang beranjak melewatinya.
__ADS_1
"WHOI... Udah liatinnya jangan lama-lama!!. Bisa-bisa bolong tu punggung Syahla lo liatin kek begitu." Haikal menepuk pundak Garuda untuk menyadarkannya.
"Apaan sih. Siapa juga yang ngliatin!." Sanggah Garuda.
"Ya...ya...ya Terserah lo deh." Haikal pasrah.
"Yaudah masuk yuk!" Ajak Haikal. Mereka berdua pun meninggalkan tempat parkir dan menuju kelasnya.
*****
Ruang Ips 4 menjadi tempat berkumpul bagi anggota Ciwi-ciwi cantik.
"Gays gue mau bicara." Ucap Kristal.
"Ya elah Kris, tinggal ngomong aja kenapa pake izin segala." Tutur Cindy.
"Iya ni, kayak sama siapa aja."Timpal Aqila.
"WHAT?" Tanya Cindy keheranan.
"Gag bisa gitu juga dong kris, ini menyangkut reputasi kita masak harus dibatalin sih?." Tutur Rasti sedikit tak terima. Karena untuk medapatkan perhatian seorang Garuda, Ia harus menurunkan gengsinya.
"Ia ni. Masak batal gitu aja." Mila ikut menyahuti.
"Tapi Gue gag bisa. Gue pèngen dapetin dia dengan ketulusan Gue bukan dengan ajang taruhan-taruhan kek gini." Sanggah Kristal. Sebenarnya dia hanya ingin membuat pembatas agar teman-temannya itu tau bahwa dia sedang sungguh-sungguh dengan hatinya dan membuat teman satu gengnya mundur perlahan bukan bukan lebih tepatnya Syahla. Karena ia tau, ia tak bisa bersaing dengan Syahla, karena temennya yang satu itu banyak sekali sisi menariknya.
"Gag bisa gitu juga dong Kris, Ciwi-ciwi cantik kan bukan hanya lo aja. Mungkin lebih baik kalau kita bisa bersaing dengan sehat, jadi reputasi Ciwi-ciwi cantik tetep terjaga dan umpama Garuda milih lo kita semua gag bakal ngehalangin lo kok." Syahla menengahi perdebatan antara anggota genknya.
"Ya udah deh." Jawab Kristal pasrah.
"Tapi gue ingetin ya, kali ini gue bener-bener dengan omongan gue. Gue enggak main-main!." Kristal menegaskan.
__ADS_1
Syahla tau temennya yang satu ini memang sedang sungguh-sungguh dengan hatinya. Syahla takut jika persaingan ini akan membuat Kristal sakit hati. Namun ia juga tidak bisa membatalkan taruhan begitu saja karena ini berhubungan dengan reputasi mereka.
Bel masuk kelas sebentar lagi berbunyi. Ciwi-ciwi cantik pun membubarkan diri dan kembali ke kelas masing-masing.
*****
XI IPA 2
Banyak kejadian yang terjadi antara Garuda dan Syahla yang mengusik rasa penasarannya. Terutama kejadian malam itu, yang membuatnya melihat sisi lain Syahla dan berujung pada Syahla yang menginap dirumahnya. Sejak itu fikiran Garuda selalu tertuju akan Syahla. Namun ia jaim untuk mengakuinya didepan Haikal dan yang lainya. Tapi kali ini rasa penasaran itu sudah tidak bisa dibendungnya lagi.
"Syahla itu kayak gimana?" Tanya Garuda pada Haikal sok jaim.
"Napa nanya-nanya?. katanya gag peduli. Tapi kok KEPO ?" Tanya Haikal balik jaim.
"Ye... Siapa juga yang KEPO?. Orang cuma tanya doang!." Jawab Garuda sedikit sewot.
"Idih sewot. Makanya jangan sok jaim gitu. Akuin aja kalo emang lo penasaran gag usah di jaim-jaimin gitu." Tutur Haikal menggoda Garuda.
"Siapa yang sewot. Siapa juga yang jaim. Kalo lo gag mau jawab ya udah." Jawab Garuda datar untuk menyembunyikan rasa penasarannya.
Haikal sebenarnya tau tapi memilih pura-pura tak tau, kalo Garuda sebenarya penasaran akan Syahla tapi Garuda enggan memperlihatkannya karena egonya masih terlalu besar dari rasa penasarannya itu. Haikal pun menjawab pertanyaan Garuda.
"Seperti yang gue bilang waktu itu. Syahla itu pemimpin Ciwi-ciwi cantik. Dia sering menangin taruhan-taruhan yang ada di dalam genknya. Jadi dia yang paling bayak mantannya. Tapi mantan terlama dia cuma satu. Iqbal namanya anak Bahasa. Seperti yang lo lihat juga dia paling suka sama basket dan pecinta alam. Itu aja sih yang gue tau" Tutur Haikal menjawab rasa penasaran Garuda.
"Trus Ciwi-ciwi cantik tu apaan?. Selain kumpulan cewek super cantik, tajir dan pinter. Trus kenapa tu bisa ada Ciwi-ciwi cantik segala?" Tanya Garuda lagi.
"Ye... kalau itu lo tanya sendiri aja ma anggota genknya noh." Jawab Haikal.
"Katanya Up date?. Gitu aja juga gag tau!." Tutur Garuda mencemooh Haikal.
Sedang Haikal hanya geleng-geleng kepala akan kelakuan Garuda yang bilangnya gag KEPO tapi dari tadi cerewet kayak mak-mak kostan. Keduanya diam sambil menunggu bel masuk sekolah berbunyi. Dalam diamnya Garuda berfikir siapa diantara genk Ciwi-ciwi cantik yang bisa ia tanya-tanya untuk memuaskan rasa penasarannya.
__ADS_1
^Happy reading π₯°π₯°πππ ^