
Suara adzan subuh telah berkumandang, Syahla yang malam tadi tidur dirumah Garuda, tepatnya dikamar Tamu, sayub-sayub mendengar ada seseorang yang memanggil namanya sambil ngelus kepalanya.
"Syahla..., Syahla. Ayo bangun dulu nak, kita sholat subuh berjamaah yuk." Mama Uci membangunkan Syahla dengan lembut. Syahla bangun sambil mengerjap-ejapkan matanya untuk mengumpulkan nyawanya yang belum kembali sepenuhnya. Setelah sudah sepenuhnya sadar, Syahla melihat mama Uci duduk disamping tempat tidurnya dan masih menunggunya dengan sabar. Syahla yang tak pernah diperhatikan seperti itu oleh mamanya langsung memeluk mama Uci dengan sayang. Tak terasa air matanya jatuh dipipi. Mama Uci sedikit kaget karena tiba-tiba Syahla memeluknya, tapi Mama Uci membiarkannya dan membalas pelukan Syahla dan menepuk-nepuk punggung Syahla halus. Setelah beberapa saat Syahla melepaskan pelukannya dan meminta maaf atas perlakuannya kepada Mama Uci.
"Ma.. Maaf Tante." Tutur Syahla. Mama Uci yang tau jika anak didepannya ini sedang dalam masalah lantas berkata.
"Tante gag tau sebenarnya Syahla ada masalah apa. Tapi kalau Syahla mau, Syahla bisa cerita ke Tante. Dan satu lagi, Syahla boleh panggil Tante dengan panggilan Mama Uci aja." Tutur Mama Uci dengan mengusap lembut kedua pundak Syahla. Syahla yang sangat senang dengan perkataan Mama Uci lantas menghambur dalam pelukan Mama Uci.
"Makasih Tante, Eh Mama Uci." Tutur Syahla sambil tersenyum dalam pelukan Mama Uci.
Sedang dibalik pintu Garuda sedang memperhatikan Mama dan Syahla sedang berpelukan. Ada perasaan lega saat ia melihat Syahla sudah bisa tersenyum lagi.
"Ya, udah kita sholat subuh berjamaah dulu yuk!." Ajak Mama Uci. Syahla menganggukan kepalanya dan beranjak turun dari tempat tidur dan mengikuti Mama Uci. Sementara itu Garuda bergegas pergi dari depan kamar tamu ketika melihat Mama Uci dan Syahla berjalan kearahnya.
******
Pagi ini Garuda mengantarkan Syahla pulang kerumahnya karena takut nanti ada kesalah pahaman jadi Garuda didampingi oleh kak Salsa. Saat sudah sampai didepan rumah Syahla. Mereka bertiga bergegas turun, Syahla mempersilakan Garuda dan Kak Salsa masuk kedalam rumahnya.
"Masuk dulu yuk kak!." Ajak Syahla. Kak Salsa dan Garuda duduk di ruang tamu. Kak Salsa memperhatikan sekitar dan tak menemukan siapa pun dirumah itu.
__ADS_1
"Pagi-pagi gini kok rumah kamu udah sepi La, apa Ayah sama Mamamu udah berangkat kerja ya?." Tanya Kak Salsa. Syahla hanya tersenyum kecut akan pertanyaan Kak Salsa.
"Aku udah biasa kayak gini kok kak." Jawab Syahla.
Dari penuturan Syahla, Kak Salsa dan Garuda sudah bisa sedikit menyimpulkan bagaimana kehidupan Syahla.
"Oh ya... Kak Salsa mau minum apa?. Syahla buatin." Tanya Syahla.
"Jadi yang ditanyain cuma kak salsa aja ni?!." Tanya Garuda sinis.
"Cie... Jadi ada yang cemburu ni?." Ledek Kak Salsa.
"Trus, apa dong namanya kalau gag cemburu?. Atau jangan-jangan sebenernya kalian pacaran ya?." Tanya kak Salsa.
"ENGGAK!!." Jawab keduanya kompak.
"Hahaha. Ya...ya...ya... percaya. Udah gag usah dibikinin apa-apa, mending kamu ganti baju seragam gih, bentar lagi waktunya berangkat sekolah juga." Perintah Kak Salsa.
"Ya udah Aku tinggal bentar ya Kak?." Pamit Syahla. Setelah selesai berganti pakaian Syahla kembali keruang tamu dan bersiap untuk berangkat sekolah. Namun karena Syahla tidak mau merepotkan lagi ia lebih memilih untuk membawa mobilnya sendiri.
__ADS_1
*****
Ruang Ips 4 menjadi tempat berkumpul bagi anggota Ciwi-ciwi cantik.
"Gays gue mau bicara." Ucap Kristal.
"Ya elah Kris, tinggal ngomong aja kenapa pake izin segala." Tutur Cindy.
"Iya ni, kayak sama siapa aja."Timpal Aqila.
"Gue..., gue beneran suka sama Garuda dan gue mau kalian semua ngebatalin taruhan genk kita ini." Tutur Kristal.
"WHAT?" Tanya Cindy keheranan.
"Gag bisa gitu juga dong kris, ini menyangkut reputasi kita masak harus dibatalin sih?." Tutur Rasti sedikit tak terima. Karena untuk medapatkan perhatian seorang Garuda, Ia harus menurunkan gengsinya.
"Ia ni. Masak batal gitu aja." Mila ikut menyahuti.
"Tapi Gue gag bisa. Gue pèngen dapetin dia dengan ketulusan Gue bukan dengan ajang taruhan-taruhan kek gini." Sanggah Kristal.
__ADS_1
Segini dulu ya gengs soalnya beberapa hari ini otaknya buntu..☹☹☹