
Teet....teet....teet....
Bel tanda istirahat pun berbunyi. Satu persatu siswa siswi keluar dari kelas masing-masing guna menyegarkan otak dan perut mereka dengan makanan yang dijual dikantin.
XI IPA 2
"Garuda." Panggil Kristal tatkala Garuda akan pergi meninggalkan kelas untuk ke kantin bersama Haikal. " Bisa ngomong sebentar?" Tanya Kristal.
Haikal yang tau diri jikalau Kristal hanya ingin bicara berdua dengan Garuda pun beranjak pergi meningalkan mereka berdua.
"Mau ngomong apaan?"
"Gu... Gue..." Kristal diam tak bergeming tak meneruskan kata-katanya. Ia bingung harus memulai dari mana.
"Lo mau ngomongin apaan sih?. Gue tinggal ni."
"Lo tau kan bentar lagi itu dead line bagi Ciwi-ciwi cantik buat taklukin lo?"
"Trus?" Tanya Garu datar.
"Gue memang masih anggota Ciwi-ciwi cantik, tapi gue putusin buat mundur dari taruhan itu karena gue beneran suka sama lo, lo maukan kasih gue kesempatan buat buktiin ketulusan gue sama lo?." Tanya Kristal tulus dan penuh harap.
Garuda sedikit terkejut saat mendengar pernyataan Kristal untuk yang kedua kalinya ini. Namun ia juga tak bisa memaksakan hatinya untuk menerima Kristal.
"Sorry, gue belum bisa kasih lo kesempatan" Jawab Garuda datar dan beranjak pergi meninggalkan Kristal.
"Apa karena Lala, jadi gue gag punya kesempatan?" Tanya Kristal frustasi.
Garuda menghentikan langkahnya sejenak tapi tak berniat menjawab pertanyaan Kristal. Setelah itu ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Kristal untuk menuju kantin.
Saat berjalan menuju kantin, dari arah yang bersebrangan mata Garuda menangkap sosok yang tak asing menurutnya. Namun ia sedikit terkejut saat ada seorang pria yang menarik tangan sosok yang ia kenali dengan paksa.
"La, sampai kapan lo bakal diemin gue terus kek gini?." Tanya si pria. Syahla masih melangkahkan kakinya untuk menghindari laki-laki itu. Namun saat Syahla akan melangkah lebih jauh. Langkahnya terhenti tatkala tangan laki-laki itu menarik tangannya. Syahla mencoba melepaskan tangannya yang digengam oleh laki-laki itu tapi tak bisa karena genggaman tangan laki-laki itu terlampau kuat.
"Lepasin tangan gue iq!." Pinta Syahla pada Iqbal.
__ADS_1
"Gag akan gue lepas. Sebelum lo ngomong ama gue apa kesalahan gue sampe lo putusin gue dan gag ngajak ngomong gue!" Ucap Iqbal mengeratkan genggaman tangannya pada Syahla.
Syahla yang tak bisa lepas dari Iqbal pun pasrah.
"Ok. Gue jawab tapi lepasin dulu tangan gue!." Perintah Syahla. Otaknya sedang memikirkan ide untuk mengungkapkan alasan apa yang bisa membuat Iqbal jera dan tak bertanya lagi padanya. Karena Ia tak mungkin mengungkapkan alasan yang sebenarnya pada Iqbal.
Iqbal sedikit meregangkan cekalan tangannya pada tangan Syahla tapi tak benar-benar melepasnya. "Cepet ngomong!. Apa alasan lo diemin gue dan putusin gue?."
"Gue putusin lo, karena emank gue dari dulu gag punya perasaan apa-apa sama lo. Trus gue gag ngajak omong lo karena emank gue males sama lo. Dan sekarang gue udah ada target baru yang lebih segalanya dari lo. PUAS."
"Gue gag percaya sama jawaban lo." Iqbal tak terima.
"Terserah lo mau percaya apa enggak, yang jelas gue udah ngomong yang sebenarnya sama lo. Dan lo tau kan gue dari dulu itu gag CINTA sama lo." Syahla menepis tangan Iqbal kasar dan meninggalkannya. Namun mata Garuda dapat melihat ada air mata yang jatuh dari mata Syahla saat meninggalkan Iqbal.
"WHOI....!" Teriak Haikal tepat ditelinga Garuda untuk mengejutkan Garuda. "Serius amat. Liat apaan sih lo?."
"Apaan sih lo. Ngagetin aja!." Tutur Garuda jengkel.
"Habisnya lo gue panggil-panggil gag nyaut-nyaut. Mank liat apaan lo?." Tanya Haikal sekali lagi.
"Yah ngambeg. Garu tungguin gue donk!." Haikal menyusul Garuda.
****
Sore itu Syahla dan Aqila sedang jalan berdua disalah satu mall. Tujuan mereka berdua adalah salah satu toko guna mencari aksesoris gitar untuk Syahla dan sekalian menggantikan senar gitar Syahla yang putus.
"La, bukanya itu mama Ine?." Aqila menunjuk salah satu pengunjung mall. "Mama Ine sama siapa tu La?" Tanya Aqila pada Syahla.
**Mama Ine adalah panggilan ciwi-ciwi cantik pada mama Syahla.
Mata Syahla tertuju kearah dimana Aqila menujuk. Mata Syahla tebelalak ketika melihat orang yang digandeng mesra ibunya adalah ayah dari pacarnya yaitu Iqbal. Syahla yang kaget tak bisa melanjutkan kakinya untuk melangkah ia mematung. Bayangan masa lalu berkelebat dipikirannya. Bayangan yang sangat ia takuti itu kini akan terulang lagi.
Aqila yang tau jika sahabatnya itu tidak baik-baik saja langsung memeluk Syahla erat.
"Kita pulang aja yuk La?" Ajak Aqila. Aqila yang tidak mendapatkan jawaban dari Syahla langsung menarik tangan Syahla agar Syahla tidak lagi melihat mamanya bermesraan dengan pria yang bukan Papanya.
__ADS_1
****
"Assalamu'alaikum. Ma" Panggil Garuda sambil mencari keberadaan Mamanya.
"Wa'alaikum salam." Jawab Mama Uci dari dalam dapur.
"Wah seger ni. Bagi dong Ma" Ucap Garuda setelah sampai didapur dan melihat mamanya sedang membuat orange juice. Mama Uci yang tau anaknya sedang kehausan lantas memberikan segelas orange juice bikinannya tadi.
"Gimana sekolahnya tadi?. Udah mulai betah belum disana? Tanya Mama Uci antusias.
"Biasa aja Ma" Jawab Garuda sedatar mungkin.
Mama Uci tersenyum akan jawaban Garuda yang terkesan menutupi hal yang semestinya. "Oh... jadi biasa aja ni" Goda Mama Uci.
"Iya Ma. biasa aja gag ada yang special"
"Trus, Gimana kabar Syahla?. Itu bajunya udah dicuci bik surti. tinggal dikasih ke Syahla."
Garuda terlihat berfikir sebelum menjawab pertanyaan mamanya.
"Kenapa Garu?" Tanya Mama Uci penasaran karena tak kunjung mendapat jawaban dari anaknya.
"Entahlah ma. Garu sendiri juga gag tau dia itu kalo disekolah juteknya minta ampun sama Garuda. Tapi Garuda tau ada yang lagi dia sembunyiin. Tapi apa itu, yang gag Garu tau. Dan anehnya lagi, Garu kayak gag seneng aja liat dia sedih kayak kemarin. Tapi Garu juga gag tau, kenapa Garu bisa ngrasa gitu." Jelas Garu panjang lebar.
Mama Uci tersenyum mendengar penuturan Garuda. Ia tau jika putranya sedang jatuh cinta karena tak biasanya putranya akan memikirkan masalah orang lain. Terlebih cewek yang baru dikenalnya.
"Kok Mama malah senyum-senyum gitu denger penjelasan Garu?" Tanya Garu heran.
"Ya gimana mama gag senyum-senyum sendiri. Orang biasanya aja kamu tu irit banget kalo cerita, apa lagi kalau urusan cewek. Hem... Biasanya anak mama tu cuek, ketus dan dingin ma cewek. Tapi sekarang udah gag lagi. Kayaknya Mama harus berterima kasih sama Syahla deh. Karena berkat dia anak Mama ini udah gag kaku lagi. Ternyata anak mama udah mulai dewasa dan mulai jatuh cinta ni" Mama Uci sedikit menggoda Garuda.
"Jatuh cinta?. Siapa?. Garu?" Tanya Garuda tak terima.
"Ya iyalah Kamu. Masak Ia mama?, Mama kan udah ada Papa."
"Mama ni ada-ada aja" Sanggah Garu. "Udah ah Garu mau ke kamar dulu, mau mandi" Pamit Garu untuk menghindari pertanyaan dari Mama Uci.
__ADS_1