
...Kediaman keluarga Haidar Prihadi...
*** Ruang keluarga***
"Mau kemana dek malam-malam gini dan tumbenan ganteng gitu?" Tanya kak Salsa.
"Iya ni, tumbenan hari minggu gini udah ganteng gitu. Biasanya cuma main gitar aja dikamar." Tanya Ayah Haidar heran.
"Alhamdulillah dikatain ganteng. Tapi bukannya Garu emank udah ganteng dari sononya ya yah?" Tutur Garuda dengan tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
"Ye... kumat deh narsisnya. Ganteng sih ganteng tapi mana gag laku-laku gitu." Cibir Kak Salsa.
"Stop, omongan kakak mesti diralat ni!. Bukanya gag laku kak, tapi adek kakak iโ"
"Terlalu ganteng, jadi cewek-cewek pada takut buat ngedeketin" Tutur Ayah Haidar memotong omongan Garuda.
"Betul banget tu omongan Ayah" Ucap Garuda sambil bertos ria dengan sang Ayah.
"Eh.. Anak mama kok udah ganteng gini. Mau kemana, mau ngedate ya?" Tanya Mama Uci yang baru masuk keruang keluarga sambil membawa teh dan camilan untuk suami dan kedua anaknya.
"Boro-boro ngedate mama, orang kenalan cewek aja gag punya" Ledek kak salsa.
"Ledekin terus aja kak, adekmu ini." Ucap Garuda pasrah.
"Ye... Sorry deh sorry, adekku tersayang." Tutur kak Salsa.
"Emank kamu mau kemana Garu?" Tanya mama Uci.
"Garu mau kebengkel sebentar ma, bosen ni dirumah terus."
"Ya udah sana, tapi hati-hati soalnya mendung gitu!"
__ADS_1
"Sip. Ayah, Ma, Kak, Garu pergi dulu ya. Assalamu'alaikum." Pamit Garuda.
"Wa'alaikum salam". Jawab Ayah, Mama dan Kak Salsa serempak. Garu menuju garasi kali ini ia tidak memakai motor melainkan mobil karena awan mendung sudah terlihat pekat.
*****
"Aku mau kita cerai mas. Aku sudah tidak bisa bila harus hidup denganmu lagi. Aku ingin cari kebahagianku sendiri!" Ucap seorang istri pada suaminya.
Darrr.... zrash...zrash....zrash...
"Ok, kalau kamu mau keluar dari sini. Pergi sana dan jangan pernah kembali!." Jawab seorang suami pada istrinya." Dan satu lagi jangan bawa apapun dari rumah ini!" Dan suami itu berlalu pergi meninggalkan istrinya di ruang tamu seorang diri.
Sedang dari balik pintu ada seorang gadis yang sedang menahan tangisnya saat mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
Si anak Gadis itu berlari keluar rumah dengan seluruh kesedihan dihatinya. Hujan yang deras tak menyamarkan air mata dan kesedihannya. Tanpa memperhatikan jalan saat ingin menyebrang tiba-tiba ada mobil Range Rover yang melintas.
Cittt......
Suara dari ban mobil yang beradu dengan aspal jalanan yang direm secara mendadak. Sang pengemudi mobil itu pun keluar untuk memastikan bahwa orang yang menyebrang tadi tidak apa-apa.
"Lo gag papa kan?" Tanya Garuda pada gadis yang masih tรจduduk diaspal jalanan dan diguyur derasnya hujan. Wajahnya tertunduk sedih. Tanpa menanggapi pertanyaan dari Garuda, si anak gadis itu pun berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Garuda disana. Garuda yang merasa bertanggung jawab dan takut terjadi apa-apa dengan gadis yang hampir ditabraknya itu pun melangkah mengejar sigadis dan menarik tangan si gadis. Dengan sekali tarikan tubuh si gadis sudah berbalik arah menghadap dirinya.
Ditengah guyuran hujan, Syahla menangis sejadi-jadinya. Garuda yang merasakan kesedihan dalam tangisan wanita didepannya itu pun reflek memeluk tubuh Syahla yang bergetar hebat karena tangis. Tidak ada lagi Syahla yang biasanya jutek dan ceria yang ada hanya gadis yang sedang terpuruk sedih. Tanpa perlawanan tubuh Syahla menerima pelukan Garuda, Dia menumpahkan seluruh kesedihannya dibahu itu. Bahu seorang Garuda Keanu Prihadi target dari Ciwi-ciwi cantik.
Garuda menepuk-nepuk punggung Syahla lembut, seolah memberi ketenangan pada hati yang sedang terluka itu. Perlahan tangis itu pun berhenti dan hanya menyisakan isakan-isakan kecil. Saat dirasa sudah tenang Garuda melepaskan pelukannya dan memandang wajah Syahla.
"Lo gak papa?" Tanya Garuda lembut.
Syahla yang sudah bisa mengontrol emosinya itu pun mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Garuda. Garuda yang melihat Syahla yang basah kuyub itu pun berniat memberikan tumpanga pada Syahla.
" Gue anterin lo pulang!" Tutur Garuda. Namun Syahla yang enggan untuk pulang kerumah itupun menolak niat baik Garuda.
"Gue gag mau pulang." Tolak Syahla.
"Trus, lo mau kemana malam gini?"
__ADS_1
"Gue gag tau. Yang jelas gue gag mau pulang dan makasih udah pinjemin bahu lo buat gue." Tutur Syahla beranjak pergi. Garuda yang merasa khawatir itupun menarik tangan Syahla yang baru melangkah beberapa langkah dari tempat Garuda berdiri dan mengajaknya naik ke mobilnya.
"Ikut Gue!." Perintah Garuda. Tanpa menunggu jawaban dari Syahla, Garuda membuka pintu mobil dan menyuruh Syahla masuk kemobilnya. Syahla yang biasanya pemberotak itu dengan ajaib menurut begitu saja. Meskipun sama-sama basah kuyub, Garuda tetap memberikan jaketnya kepada Syahla agar si gadis tak begitu kedinginan. Garuda melajukan mobilnya dengan sedikit diatas rata-rata.
"Lo mau ajak gue kemana?" Tanya Syahla disela-sela perjalanan mereka.
"Kerumah Gue." Jawab Garuda singkat.
Hening. Tak ada percakapan lagi setelah itu. Keduanya merasa canggung satu sama lain. Karena entah mengapa Garuda tak rela bila gadis disampingnya itu bersedih seperti tadi. Sedang Syahla juga enggan bercerita tentang masalahnya karena dia tak ingin membagi kesedihannya pada orang lain karena ia takut membebani orang lain termasuk sahabat-sahabatnya para ciwi-ciwi cantik.
.
.
.
.
.
.
..
..
..
..
...
...
...
__ADS_1
TBC.
Happy Reading. ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐๐