
"Sendirian aja ni cantik?. Gimana kalau abang temenin, adek mau kan?." Tanya Laki-laki itu dengan tampang mesumnya.
"Iy—." Baru Lala mau menjawab, tiba-tiba seseorang sudah berdiri didepannya memasang badan untuk menghalangi pandangan lelaki itu. Lala mendongakkan wajahnya mencari tau siapa laki-laki yang telah menolongnya.
"Garuda." Ucap Lala lirih. Namun dalam hati Lala merutuki dirinya.
"Sial!. Kenapa gue harus terlihat selemah ini dihadapan ni cowok." Gumam Lala dalam hati. Namun Lala juga takut kalau harus menghadapi pria mesum itu sendiri.
Lala melihat wajah tegas dan dingin Garuda. Garu sedikit menaikan dagunya untuk mengintimidasi lelaki didepannya itu. Namun mata lelaki itu tetap tertuju pada tubuh Lala. Lala yang mengerti arah pandangan laki-laki itu lantas berdiri dan menyembunyikan diri dibalik tubuh tegap Garu, agar laki-laki itu terbatas dalam memandangnya. Ia memegang ujung baju belakang Garu, seolah meminta pertolongan. Garuda yang mengerti pun akhirnya angkat bicara.
"Cewek ini bareng gue, Bro!."
Mendengar penuturan Garu. Laki-laki itupun mengalihkan pandangannya kepada Garu.
Laki-laki itu tampak kecewa. Dan berlalu pergi meninggalkan Lala dan Garuda dengan wajah men**jikannya. Lala langsung menghembuskan nafas leganya. Sedangkan Garu hanya geleng-geleng kepala melihat Lala yang ketakutan itu. Garu baru mau melangkah pergi, namun tangannya dicekal oleh Lala.
"Mau kemana?." tanya Lala.
Namun Garu menepis tangan Lala pelan dan beranjak pergi dan kembali lagi dengan membawa sebotol air mineral.
"Nih, minum!." Ucapnya jutek. Seraya menyodorkan sebotol air mineral itu kepada Lala. Lala menerima botol air mineral itu dengan tangan gemetar. Saat hendak membuka tutup botol, botol itupun terjatuh karena tremor ditangan Lala yang begitu hebat. Garu mengambil botol air mineral itu dan membukanya dan memberikannya pada Lala.
"Thank's" Ucap Lala.
Garu hanya diam dan duduk disamping Lala. Ingin sekali menceramahi gadis disampingnya ini, namun dia tak berhak untuk melakukannya. Lala masih tertunduk untuk mengurangi tremornya. Garu yang merasa iba pun langsung bertanya
"lo gag papa kan?." Tanya Garu lembut.
Sedang Lala hanya menganggukan kepalanya. Garu menatap sekitar banyak pasang mata yang masih terus mencuri-curi pandang kearah Lala. Garuda kembali menatap Lala dan mendapati baju Lala yang basah dan memperlihatkan tubuh dan warna pakaian dalamya dibalik baju basah yang Lala kenakan. Garu yang mulai jengah kemudian mengalihkan pandangannya dari tubuh Lala. Karena menurut laki-laki normal pemandangan didepannya itu cukup sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dan Garu termasuk laki-laki yang normal, Ia tak mau naluri kelaki-lakiannya bangkit. Maka Ia segera berdiri dari duduknya. Lala yang masih merasa takut itu pun kembali menarik ujung kaos Garu dan berkata
"Mau kemana?."
Pertanyaan dari Lala tapi terdengar seperti permintaan tolong ditelinga Garuda, supaya Garuda tetap disampingnya dan tidak meninggalkannya. Garuda menepuk lembut tangan Lala dan pergi sejenak kedalam sebuah ruangan dan kembali lagi.
GREB
Garuda menutupkan jaket denimnya pada tubuh Lala. Agar laki-laki dibengkel mewah itu terbatas dalam melihat tubuh Lala.
"Dan lo bisa ganti baju lo yang basah pakai baju ini!." perintah Garuda sambil memberikan sepasang baju dan celana milik Garu pada Lala.
"Lo bisa ganti baju lo itu, disana!." Ucap Garuda sambil menunjuk sebuah ruangan tempat dia keluar tadi.
Garuda yang melihat Lala hanya diam tak bergeming itu lantas menarik tangan Lala dan membawanya masuk kedalam ruangan itu. Lala terkejut karena diruangan itu hanya terdapat tempat tidur. Lala memang playgril tapi dia masih tau batasan-batasan dari agamanya.
"Mau ngapain?." Tanyanya pada Garuda.
"Ya mau ganti baju lo lah. Gimana sih?" Jawab Garu jutek.
__ADS_1
"Disini?" Tanya Lala bingung.
"Ya. Iya disini!. Apa lo mau ganti baju lo didepan sana?, biar tu om-om pada liatin lo?." Tanya Garu balik.
"Enak aja." Jawab Lala. Sambil memanyunkan mulutnya kesal dengan pertanyaan Garuda.
Lala melihat sekeliling. "Ini ruangan apaan?, kok ada kasurnya?. Atau jangan-jangan lo m—." Belum sempat Lala menyelesaikan kalimatnya, Garuda malah menyentil dahi Lala. Seraya berkata,
"Lo tu mikir apaan, hah?. Ini tu ruang istirahat gue kalo pas gue lagi dibengkel dan lo biasa ganti baju lo tu ditoilet dibalik tirai itu!." Tutur Garu menjelaskan.
"Ooh..., kirain...?" Jawab Lala dengan senyumnya.
"Kirain, apa maksud lo?." Tanya Garu balik.
Ditengah perdebatan mereka, tiba-tiba saja Lala
HATCHI...
"Udah, sana ganti baju lo dulu!." Perintah Garu.
"Ok" Jawab Lala.
Lala lalu melangkah masuk kedalam toilet diruangan itu untuk mengganti bajunya.
Sedang Garuda beranjak keluar menuju bar dan membuatkan Lala secangkir hot chocolate. Sembari membuat hot chocolate, senyuman tipis tak lepas dari wajah dinginnya
Lala yang sudah selesai berganti baju pun keluar dan menghampiri Garuda dan duduk dikursi depan bar.
"Lagi bikin apaan?." Tanya Lala.
Garuda pun menghampirinya dan memberikan hot chocolate buatanya. Lala yang merasa kedinginan pun langsung menerima dan meminumnya.
"Thank's." Ucap Lala.
Lala yang tak menyadari ada bekas coklat dan susu di area mulutnya ketika minum tadi, sontak mengundang senyum seorang Garuda.
"Ngapain lo senyum-senyum gag jelas gitu?." Tanya Lala.
"Lo tu kalau minum yang bener jangan kayak anak kecil gitu"
"Anak kecil? apaan sih maksud lo?"
Tanpa sadar tangan Garu refleks mengambil tisu dan membersihkan mulut Lala yang belepotan tadi. Lala hanya diam waktu Garu membersihkan mulutnya. Pandangan mereka berdua bertemu ada perasaan aneh pada hati Garu saat mata indah Lala bertemu dengan mata tajamnya. Sepersekian detik Garu tersadar, Garu langsung mengalihkan pandangannya seraya menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal itu.
"Sorry..." Ucapnya.
"Jangan grogi gitu dong!" Tutur Lala dengan senyum jahilnya. "Gag pernah deket-deket cewek ya pasti, jadi grogi gitu?" Tutur Lala meledek Garuda.
__ADS_1
"Yee... Udah ditolongi juga, Masih aja ngledek." Tutur Garuda.
"Iya...iya sorry. Makasih udah nolongin dan minjemin ini. Tutur Lala sambil menunjuk baju yang dikenakannya.
Ditengah percakapan mereka tiba salah satu staff menghampiri keduanya.
"Maaf Bos, ini daritadi hpnya bunyi terus takutnya ada yang penting." Tutur salah satu karyawan.
"Ok. Thank's ya." Ucap Garuda.
"BOS?!" Whoaaah... Jadi, Lo bos disini?, Gag nyangka Gue!. Tutur Lala tak percaya setelah karyawan itu pergi.
"Gag nyangka kenapa?" Tanya Garu.
"Gag nyangka, ternyata lo tajir juga." Jawab Lala dengan Tawanya.
"Cewek mah sama aja. Mata duitan semua. Matre." Tutur Garuda.
Sedang Lala hanya tertawa dengan penuturan Garuda.
Tak terasa waktu sudah berlalu hujan pun sudah reda namun masih menyisakan gerimis-gerimis kecil.
"Udah kelar belum ya, mobil gue?." Tanya Lala pada Garuda.
"Bentar ya!." Tutur Garuda kepada Lala dan berlalu pergi menghampiri salah satu montirnya.
"Mang Udin, mobil temen saya sudah selesai belum ya?." Tanya Garu pada salah motirnya.
"Kayakknya belum Den, soalnya si Asep belum balik kemari." Jawab mang Udin.
"Ooh, ya udah Mang. Makasih." Ucap Garuda.
"Sama-sama Den. Kalau begitu saya permisi Den." Tutur Mang Udin. Garuda menganggukan kepalanya memberi izin pada Mang Udin. Lala yang sedari tadi memperhatikan terbesit rasa kagum dihatinya akan perlakuan sopan Garuda pada karyawannya.
.
.
.
.
.
.
.
..
__ADS_1
TBC