
para pengawal:" Baik ketua"
pengawal 2:"Cepat kalian siapkan perban dan juga air dingin atau es batu untuk menghentikan pendarahan Tuan Muda pertama"
sato:"Kalian semua cepat lakukan, kalau sampai kakak tidak selamat ingat apa yang aku katakan, aku akan memenggal kepala kalian semua dan menjadikannya pajangan di kamarku"
pengawal 2:"Ini Tuan Muda, saya akan mencoba untuk menghentikan pendarahan dari Tuan Muda pertama"
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya para pegawai dari Rumah Sakit Pribadi akhirnya datang.
sato:"Kenapa kalian lama sekali, apa kalian juga menginginkan kepala kalian terpisah dari badan kalian!"
para pegawai Rumah Sakit:"Maafkan kami Tuan Muda ke-2 karena jarak anatara Rumah Sakit dan Rumah Tuan agak jauh sehingga kita sedikit terlambat"
Di perjalanan menuju ke Rumah Sakit, aku melihat mobil yang di kendarai oleh Ayah dan kami berpapasan saat itu, tapi sepertinya mereka tidak menyadari itu, Tapi setelah Ibu merasakan sesuatu yang ganjil dia langsung melihat mobil yang digunakan untuk membawa Suisei ke Rumah Sakit.
Ibu:"cepat ikuti mobil itu!"
ayah:"Baik"
ayah:" Tapi kenapa kita harus mengikuti mobil itu?"
__ADS_1
ibu:"Sudahlah, jangan terlalu banyak bicara dan ikuti saja mobil itu!"
Kakek&Nenek:"Kenapa kalian malah berbalik mengejar mobil itu?"
ibu:"Aku merasakan bahwa Suisei dan Sato ada di dalam mobil itu dan aku juga bisa merasakan bahwa Suisei sedang dalam bahaya"
ayah:"Kenapa Suisei dalam bahaya? bukannya dia adalah anak yang paling kuat di antara saudaranya yang lain?"
ibu:"Aku tidak tau, tapi mungkin ini adalah naluri dari seorang Ibu, jadi cepatkan laju mobil ini dan ikuti mobil itu!"
ayah:"Kenapa mereka ke Rumah Sakit pribadi milik keluarga?"
pegawai Rumah Sakit:"Halo, tuan Ryusei"
pegawai Rumah Sakit:"Itu karena Tuan Muda ke-2 tidak sengaja menamcapkan pisau ke pembuluh darah Tuan Muda Pertama yang berada di tangan"
ibu:"A-aku ingin masuk, aku akan nelihat kondisi Ryusei"
Aku baru pertama kali melihat kondisi dan ekspresi Ibu yang seperti itu bahkan ketika kematian Hika Ibu sama sekali tidak berekspresi sedih tapi aku tau bahwa Ibu sangat tertekan karena kejadian itu, saat itu aku merasa sangat kecewa dengan diriku sendiri karena sudah membunuh saudaraku sendiri bahkan sekarang aku hampir kembali membunuh saudaraku.
sato:"Ibu, aku mohon tenanglah, aku yakin Suisei pasti akan baik-baik saja karena kita akan menunggu dia di sini sampai dia terbangun"
__ADS_1
ibu:"Ibu sudah berusaha tenang tapi semua itu sia-sia karena Ibu dulu tidak bisa menghentikan kematian satu anak Ibu, apakah sekarang Ibu juga akan kehilangan satu anak lagi"
sato:"Aku yakin bahwa itu tidak akan terjadi, karena Suisei adalah anak Ibu yang paling kuat bahkan racun tidak berpengaruh padanya, jadi jangan khawatir"
Nenek:"Tenanglah nak, kamu adalah anak yang baik jadi jangan berpikir yang macam-macam dan yakinlah bahwa Suisei pasti akan sembuh dan segera bangun dari tidurnya"
ibu:"Baik Ibu, aku akan melakukan yang Ibu katakan, tapi aku masih takut jika aku harus kehilangan satu anak lagi"
2 JAM KEMUDIAN
Dokter:"Operasinya sukses dan berjalan dengan lancar"
ibu:"Terima kasih dokter karena telah menyelamatkan anak saya"
soto:"Terima kasih banyak dokter karena telah menyelamatkan kakak saya"
Dokter:"Tapi biarkan pasien untuk beristirahat dan dirawat inap selama 5 hari"
ibu:"Baik Dok"
soto:"Ibu, kemana perginya Ayah?"
__ADS_1
...…BERSAMBUNG…...