
ibu:"Katanya dia ingin pergi ke toilet sebentar tapi belum juga kembali"
sato:"Ibu cari Ayah dulu saja aku akan menunggu di sini sampai Suisei sadar"
ibu:"Baiklah, tapi kami juga akan berkunjung setiap hari, jadi kamu juga tetap jaga kesehatan!"
sato:"Iya Bu"
sato:"Bu, sebenarnya aku kembali dengan keinginan untuk menjadi seorang guru, jadi aku mohon agar Ibu mengizinkanku untuk bekerja sebagai guru"
ibu:"Bukannya kamu akan mengurus perusahaan bersama Suisei?"
sato:"Sebenarnya aku lebih menginginkan untuk menjadi guru dan aku tidak terlalu mengkhawatirkan tentang perusahaan, karena Suisei adalah seseorang yang bisa diandalkan"
ibu:"Ibu akan mempertimbangkannya setelah Ibu berbicara denga Ayahmu"
sato:"Baik Bu, tapi aku mohon supaya Ibu lebih berusaha untuk membujuk Ayah dan jika Ayah tidak memperbolehkannya maka Ibu ancam saja Ayah"
ibu:"Mungkin itu akan terjadi, karena Ayahmu ingin anak-anaknya mewarisi perusahaan dan juga bisnis yang di milikinya, sehingga ancaman itu adalah jalan terbaik"
sato:"Terima kasih, Ibu memang yang terbaik"
__ADS_1
Setelah itu Ayah kembali dari toilet dan Ibu mulai membicarakannya dengan Ayah.
ibu:"Sayang, Sato ingin bekerja sebagai Guru, dan aku juga sudah menyetujuinya, apa kamu keberatan?"
ayah:"Tidak, aku sama sekali tidak keberatan karena itu yang di inginkannya maka dia harus mewujudkannya"
sato:"(Tumben sekali pak tua sialan ini langsung setuju, padahal biasanya dia akan berdalih terlebih dahulu hingga kita menyerah atau dia langsung menyerah karena yang bilang padanya adalah Ibu, aku beruntung sekali karena Ibu menyetujuinya)"
ibu:"Itu semua bukan karena Ibu tapi dulu Ayahmu juga pernah memiliki impian untuk menjadi guru tapi dia tidak berhasil mewujudkan impiannya karena dia tidak berani menentang perinta Ayahnya, dan saat itu Ibu sedikit prihatin dengan keadaan Ayahmu sekaligus ingin tertawa melihat keadaan-nya"
sato:"Eeeeh, jadi daritadi Ibu daim karena Ibu sedang berusaha untuk membaca ekspresiku, padahal aku sudah berusaha menetralkan ekspresi wajahku"
ibu:"Kalau begitu jaga baik-baik dirimu"
kakek:"Kami daritadi di sini kenapa hanya berdiri saja? kenapa kami tidak berbicara sama sekali"
sato:"Saya lupa kalau kakek dan Nenek juga ada di sini"
ibu:"Saya juga lupa bahwa Ayah dan Ibu masih ada di sini"
ibu:"Maafkan saya, Ayah, Ibu"
__ADS_1
soto:"Saya juga minta maaf, Kakek, Nenek"
kakek:"Jadi kalian dari tadi mengacuhkan kami"
ibu:"Bukan seperti itu Ayah"
nenek:"Sudah, jangan marah-marah, nanti bakalan repot kalau penyakit darah tinggimu kambuh lagi dan Soto juga sedang ada di sini jadi tidak baik kalau pertengkaran kalian dilihat olehnya"
sato:"Nenek tapi saya sudah terbiasa melihat itu semua"
nenek:"Jadi selama ini kalian sudah terbiasa mengajarkan cara membunuh kepada anak kalian, dan kalian juga telah kamu juga menghukum suamimu di depan anak-anakmu"
ayah&ibu:"Be-benar kami melakukan itu semua Ibu"
nenek:"Kalian telahmelakukannya dengan bagus"
ibu:"Tapi bukannya Ibu dulu pernah bilang jika kami tidak boleh mengajarkan cara membunuh kepada anak-anak kami"
nenek:"Itu dulu sekali, sebelum kelahiran Sato, tapi sekarang keadaanya sudah berbeda, sehingga setiap pewaris keluarga Hitori harus memiliki kemampuan untuk membunuh lawannya"
...…BERSAMBUNG…...
__ADS_1