
suisei:"Iya deh, jadi jangan marah lagi"
suisei:"Memang kamu akan mengajar mata pelajaran apa?"
sato:"Sepertinya aku akan mengambil mata pelajaran matematika"
suisei:"Bukannya itu pelajaran yang paling kamu benci dulu?"
sato:"Aku dulu memang membencinya tapi sekarang aku tidak lagi membenci mata pelajaran matematika lagi"
suisei:"Semangat dan semoga kamu bisa lulus tes untuk menjadi guru"
sato:"Terima kasih, kakakku sayang"
suisei:"Iuh, udah sana jauh-jauh, parfum mulukmi baunya terlalu menyengat sampai bikian aku mau muntah!"
suisei:"Sebenarnya tadi aku menyuruh menggunakan mobil terpisah itu juga ada alasannya"
sato:"Memang apa alasannya"
suisei:"Karena bau parfum milikmu terlalu menyengat sehingga membuatku ingin muntah, dan lagi aku juga harus membuat kamu marah dengan menggores mobil kesayangan kamu yang dihadiahi oleh Ibu"
sato:"Jadi kamu ingin pisah mobil bukan karena benci aku melainkan muak dengan bau parfumku"
suisei:"Itu benar, dan siapa yang bilang aku membencimu"
sato:"Waktu itu aku kira kamu membenciku sehingga aku gelap mata dan langsung melemparkan pisau itu begitu saja, maafkan aku"
suisei:"Aku tidak akan pernah membencimu, dan itu juga salahku jadi kamu tidak perlu meminta maaf"
__ADS_1
sato:"Terima kasih, Suisei"
suisei:"Ya"
Hari ke-2 di Rumah Sakit
sekarang adalah hari ke dua kami di Rumah Sakit dan Pada siang hari Ibu, Ayah, Hoshi dan Mizuumi mengunjungi kami.
ibu:"Selamat siang, anak-anakku yang manis"
sato&suisei:"Selamat siang juga, Ibu"
Hoshi&Mizummi:"Selamat siang Kakak"
sato&suisei:"Siang"
ayah:"Tunggu, pemilik Rumah Sakit ini kan Ayah kalian ini, jadi kalian inggin Ibu kalian memotong leher Ayah"
sato:"Sebenarnya aku juga ingin ikut memotong leher Ayah, tapi Ayah hanya akan menurut kepada Ibu jadi aku akan bergantung pada Ibu, agar aku bisa melihat pertunjukan seru"
suisei:"Itu terlalu berlebihan, padahal aku hanya sedikit sakit"
sato:"Tapi Kakak juga ingin melihat pertunjukan seru kan"
suisei:"Itu memang benar, tapi apa kalian tidak kasihan kepada Ayah?"
ayah:"Terima kasih Suisei, kamu memang anak Ayah yang paling baik"
Setelah itu aku membalikkan pertanyaan yang telah diberikan oleh Suisei
__ADS_1
sato:"Memang Kakak kasihan kepada Ayah?"
suisei:"Siapa yang bilang bahwa aku kasihan kepada Ayah, malah sebenarnya ku ingin melihat Ayah sangat merasakan siksaan dan pederitaan tiada akhir"
sato:"Ini baru kakakku yang sebenarnya"
ayah:"Suisei kamu"
ibu:"Kalian semua diam, Suisei kamu istirahatlah dulu dengan di temani Sato"
suisei:"Baik Bu"
sato:" Ibu kemana Kakek dan Nenek?"
ibu:"Mereka baru pulang tadi pagi, dan kami mengantarkannya sampai Bandara sehingga kami telat untuk datang ke sini"
sato:"Jadi Kakek dan Nenek sudah pulang?"
ibu:"Ya, Baiklah kami keluar dulu"
Setelah mendengar perkataan dari Ibu aku dan Suisei teramat-sangat senang, Karena Kakek dan Nenek audah pergi dari Rumah kami.
sato:"Suisei, apa kamu dengar apa yang dikatakan Ibu tadi"
suisei:"Ya aku juga mendengarnya, aku dengar bahwa Kakek dan Nenek sudah pulang"
soto:"Akhirnya kita bisa bebas tanpa diganggu oleh Kakek dan Nenek, dan kita juga beristirahat sejenak, tanpa memikirkan hal lain di Rumah Sakit ini"
...…BERSAMBUNG…...
__ADS_1