Gedung Sekolah

Gedung Sekolah
episode 16


__ADS_3

suisei:"Iya deh, jadi jangan marah lagi"


suisei:"Memang kamu akan mengajar mata pelajaran apa?"


sato:"Sepertinya aku akan mengambil mata pelajaran matematika"


suisei:"Bukannya itu pelajaran yang paling kamu benci dulu?"


sato:"Aku dulu memang membencinya tapi sekarang aku tidak lagi membenci mata pelajaran matematika lagi"


suisei:"Semangat dan semoga kamu bisa lulus tes untuk menjadi guru"


sato:"Terima kasih, kakakku sayang"


suisei:"Iuh, udah sana jauh-jauh, parfum mulukmi baunya terlalu menyengat sampai bikian aku mau muntah!"


suisei:"Sebenarnya tadi aku menyuruh menggunakan mobil terpisah itu juga ada alasannya"


sato:"Memang apa alasannya"


suisei:"Karena bau parfum milikmu terlalu menyengat sehingga membuatku ingin muntah, dan lagi aku juga harus membuat kamu marah dengan menggores mobil kesayangan kamu yang dihadiahi oleh Ibu"


sato:"Jadi kamu ingin pisah mobil bukan karena benci aku melainkan muak dengan bau parfumku"


suisei:"Itu benar, dan siapa yang bilang aku membencimu"


sato:"Waktu itu aku kira kamu membenciku sehingga aku gelap mata dan langsung melemparkan pisau itu begitu saja, maafkan aku"


suisei:"Aku tidak akan pernah membencimu, dan itu juga salahku jadi kamu tidak perlu meminta maaf"

__ADS_1


sato:"Terima kasih, Suisei"


suisei:"Ya"


Hari ke-2 di Rumah Sakit


sekarang adalah hari ke dua kami di Rumah Sakit dan Pada siang hari Ibu, Ayah, Hoshi dan Mizuumi mengunjungi kami.


ibu:"Selamat siang, anak-anakku yang manis"


sato&suisei:"Selamat siang juga, Ibu"


Hoshi&Mizummi:"Selamat siang Kakak"


sato&suisei:"Siang"


ayah:"Tunggu, pemilik Rumah Sakit ini kan Ayah kalian ini, jadi kalian inggin Ibu kalian memotong leher Ayah"


sato:"Sebenarnya aku juga ingin ikut memotong leher Ayah, tapi Ayah hanya akan menurut kepada Ibu jadi aku akan bergantung pada Ibu, agar aku bisa melihat pertunjukan seru"


suisei:"Itu terlalu berlebihan, padahal aku hanya sedikit sakit"


sato:"Tapi Kakak juga ingin melihat pertunjukan seru kan"


suisei:"Itu memang benar, tapi apa kalian tidak kasihan kepada Ayah?"


ayah:"Terima kasih Suisei, kamu memang anak Ayah yang paling baik"


Setelah itu aku membalikkan pertanyaan yang telah diberikan oleh Suisei

__ADS_1


sato:"Memang Kakak kasihan kepada Ayah?"


suisei:"Siapa yang bilang bahwa aku kasihan kepada Ayah, malah sebenarnya ku ingin melihat Ayah sangat merasakan siksaan dan pederitaan tiada akhir"


sato:"Ini baru kakakku yang sebenarnya"


ayah:"Suisei kamu"


ibu:"Kalian semua diam, Suisei kamu istirahatlah dulu dengan di temani Sato"


suisei:"Baik Bu"


sato:" Ibu kemana Kakek dan Nenek?"


ibu:"Mereka baru pulang tadi pagi, dan kami mengantarkannya sampai Bandara sehingga kami telat untuk datang ke sini"


sato:"Jadi Kakek dan Nenek sudah pulang?"


ibu:"Ya, Baiklah kami keluar dulu"


Setelah mendengar perkataan dari Ibu aku dan Suisei teramat-sangat senang, Karena Kakek dan Nenek audah pergi dari Rumah kami.


sato:"Suisei, apa kamu dengar apa yang dikatakan Ibu tadi"


suisei:"Ya aku juga mendengarnya, aku dengar bahwa Kakek dan Nenek sudah pulang"


soto:"Akhirnya kita bisa bebas tanpa diganggu oleh Kakek dan Nenek, dan kita juga beristirahat sejenak, tanpa memikirkan hal lain di Rumah Sakit ini"


...…BERSAMBUNG…...

__ADS_1


__ADS_2