
suisei:"Dan pedang itu di beri nama Venere, sama seperti permaisuri kesayangan sang kaisar"
Setelah aku mendengar penjelasan dari Suisei aku jadi mengetahui seberapa berharganya sang permaisuri bagi kaisar, sehingga sang kaisar tidak rela jika sang permaisuri pergi dan sang kaisar membuat pedang itu agar bisa selalu mengingat permaisuri, dan dari cerita Suisei juga aku tau betapa berharganya pedang itu.
sato:"Jadi.... Itu adalah asal mula pedang yang telah di beli ayah dari pelelangan untuk dihadiahkan kepadaku, terima kasih sudah memberitahukannya"
suisei:"Ya, sekarang cepat kita berlatih"
sato:"Hmmmm, iya deh"
Tidak terasa kami berlatih hingga malam hari setelah itu kami memutuskan untuk mandi dan langsung menuju ke ruang makan, karena kami sudah di beritahukan oleh kepala pelayan bahwa Ayah memanggil kami untuk makan bersama.
ayah:"Pelayan, cepat kalian siapkan makanan"
para pelayan:"Baik tuan"
ayah:"Bagaimana dengan latihan kalian berdua?"
suisei&sato:"Seperti biasa"
ayah:"Hoshi, bagaimana dengan pelajaran dan latihan kalian berdua?"
Hoshi:"Saya bisa memahami pelajaran yang dijelaskan dan latihan saya juga mulai meningkat ayah"
__ADS_1
ayah:"Mizuumi, bagaimana dengan dirimu?"
mizuumi:"Seperti biasa guru privat saya mengatakan semua hal yang saya benci, mereka mengatakan saya terlalu pintar dan mudah menguasai semuanya dan latihan saya juga meningkat pesat"
ibu:"Jadi anak² ibu yang pintar ini sudah bisa menguasai semua mata pelajaran yang telah disampaikan dan juga latihannya sudah meningkat dengan pesat"
ayah:"Sirena, kenapa kamu baru datang dan sikap macam apa itu!"
ibu:"Sayang, kalau kamu tidak mau aku hilangkan dari dunia ini kamu diam saja ya"
ayah:"I-iya, aku janji tidak akan mengulanginya lagi jadi tolong maafkan aku"
ibu:"Hmmm, awas saja kalau sampai kamu mengulanginya lagi"
anak²:"pfttttt"
ibu:"Kenapa?, apakah kamu sekarang sudah mulai berani mengancam anak² ku"
ayah:"T-tidak aku tidak berani, aku sungguh tidak akan berani melakukan itu semua"
ibu:"Sepertinya tidak seperti itu"
ayah:"(Awas saja kalian semua)menggunakan isyarat mata"
__ADS_1
sato:"Ibu, sepertinya ayah ingin membunuh kami dengan tatapan matanya"
Aku mencoba untuk mempermainkan pak tua sialan itu dengan menggunakan ibu tapi tiba-tiba saja dia menyangkal dan malah memutar balikkan fakta, bahwa dia tidak berlaku demikian tapi dia hanya melakukan itu semua karena dia melihat aku tidak beritiket saat makan.
ayah:"Ma-maafkan aku, tapi aku melakukan itu semua karena sato tidak mematuhi etiket saat makan"
ibu:"Sato, apakah kamu melakukan itu semua?"
sato:"Tidak ibu, itu semua adalah tuduhan dari ayah, mereka semua juga melihatnya"
sato:"Benar kan kak"
suisei:"Ya, benar"
sato:"Kalian berdua juga lihat kan"
hoshi&mizumi:"Iya, itu benar"
sato:"Bahkan para pelayan juga melihatnya, benar kan?"
para pelayan:"I-iya, tuan muda"
Aku tau bahwa para pelayan ragu antara memilih aku atau pak tua sialan itu, karena pak tua sialan itu memberikan isyarat pada mereka bahwa jika mereka tidak membelanya mereka akan mati tetapi aku tidak sebodoh itu, aku juga memberikan isyarat kepada mereka bahwa mereka akan aman selama mereka membelaku di hadapan Ibu, sehingga mereka membelaku.
__ADS_1
ibu:"Jadi, sekarang sudah terbukti siapa yang salah, sekarang ikut aku ke kamar, aku akan memberikan hukuman yang pantas untukmu"
...…BERSAMBUNG…...