
sato:"Seni akan tercipta jika kita menciptakannya dengan sepenuh hati, karena itu tetap tenang dan jangan tergesa-gesa"
para murid:"Baik kak"
Beberapa Menit kemudian waktu istirahat akhirnya tiba.
sato:"Baiklah, karena kalian sudah berusaha keras hari ini bapak akan mentraktir kalian makan sepuasnya di kantin"
para murid:"Terima kasih kak, tapi kami sudah membawa bekal, dan kami juga tidak ingin membebani kakak"
sato:"Saya tidak pernah bilang bahwa mentraktir kalian adalah sebuah beban, malahan saya senang karena saya bisa merasakan rasanya membelikan sesuatu untuk adik sendiri"
Yama:"Terima kasih kak"
sato:"Iya, tapi saya melakukan ini tidak dengan gratis, saya juga menginginkan sesuatu dari kalian"
Furo:"Apa yang kakak inginkan dari kami?"
sato:"Saya menginginkan kalian untuk lebih giat belajar lagi"
Fuji:"Kami pasti akan melakukan yang terbaik demi kakak"
sato:"Salah, saya tidak mengharapkan kerja keras kalian itu untuk saya, saya ingin kalian bekerja keras demi diri kalian sendiri, jadi jangan pernah bilang bahwa itu demi saya dan saya juga berharap kalian tidak menjauhi Bu Raina"
Fuji:"Tapi kak kami memang tidak pernah menjauhi Bu Raina, tapi malah ketika kami mendekat Bu Raina berteriak kepada kami untuk menjauh"
Yama:"Benar yang Fuji katakan kak"
Huso:"Memang dasar kalian anak kembar pikiran kalian sama saja"
Fuji:"Memangnya apa yang salah jika kami adalah anak kembar? apa kamu iri karena kamu anak tunggal"
Huso:"Terserah kalian saja"
Furo:"Tapi kalian berdua apa tidak melihat ekspresi Bu Raina yang khawatir dan ketakutan jika kita mendekat?"
sato:"Kalian tunggu di sini dulu"
__ADS_1
Sato berjalan menuju ke pintu ruang seni dan langsung membukanya.
sato:"Bu Raina, kenapa anda tidak ikut bercerita dengan kami dan masuk saja?"
Bu Raina:"Saya hanya sedikit penasaran dengan apa yang kalian bicarakan tentang saya"
sato:"Bu Raina tenang saja dan masuklah kami semua ingin dekat dengan Bu Raina"
Bu Raina:"Baiklah dan Terima Kasih"
sato:"Terima kasih kembali, baiklah semuanya sekarang kalian berbincang-bincang dulu dengan Bu Raina, kakak ingin memesankan kalian makanan dulu"
para murid:"Baik kak"
Setelah itu Sato berjalan keluar dari ruang seni dan menelpon kepala pelayan yang berada di Rumah.
sato:"(Bisakah kamu menyiapkan beberapa hidangan dengan gizi tinggi untuk para murid yang berada di kelasku?)"
Kepala pelayan:"(Baik Tuan Muda ke-2)
(Jadi kepala pelayan yang ada di kediaman Hitori itu ada 3 orang 1 orang tua dan 2 orang lainnya masih muda nah yang ngangkat telpon si Sato itu yang muda dan ganteng)
Kepala pelayan:"Baik Tuan Muda"
Setelah selesai menyampaikan permintaannya Sato langsung menutup telponnya, sementara keadaan di Rumah.
Kepala pelayan:"Kalian semua cepat siapkan camilan dan makanan dengan gizi yang tinggi untuk murid Tuan Muda Ke-2 dan jangan sampai kalian melakukan kesalahan"
para pelayan:"Baik Kepala pelaya, kami akan berusaha secepat dan sebaik mungkin untuk menyiapkan hidangannya"
Setelah mereka selesai membuat hidangan, mereka langsung mengirimkan semua hidangan itu kepada Sato.
Kepala pelayan:"Tuan Muda ini adalah semua hidangan yang Tuan Muda inginkan"
sato:"Baiklah dan Terima kasih atas kerja keras kalian untuk membuat hidangan ini"
Tiba-tiba para murid dari kelas seni keluar dari dalam kelas.
__ADS_1
para murid:"Terima kasih atas kerja keras kalian yang sudah membuatkan kami hidangan yang secantik ini"
Para pelayan:"Terima kasih, semoga kalian semua menyukai makanan yang kami buat dengan terburu-buru dan sedikit hancur"
Fuji:"Itu bukan hancur tapi hanya sedikit berantakan, lagipula kami juga akan tetap memakannya sehingga kami tidak membutuhkan hidangan yang terlalu cantik, karena jika hidangan itu terlalu cantik maka kami tidak akan tega memakannya"
Yama:"Jarang sekali kamu mengatakan hal yang baik, biasanya kamu selalu berprasangka dan berkata buruk kepada semua orang"
Fuji:"Bukannya kamu juga sama?"
Naru:"Sudahlah, kalian berdua jangan bertengkar, jika tidak aku akan memotong leher kalian berdua"
Fuji&Yama:"Maafkan kami nona Naru yang cantik, imut dan kuat"
Naru:"Kalian berdua tidak akan kuampuni lagi jika kalian mengejekku"
Furo:"Tenangkanlah dirimu"
Naru:"Baik kak, maafkan aku karena telah bersikap kasar kepada kalian"
Fuji:"Kami memaafkannya, benar kan Yama?"
Yama:"Benar kak"
Nara:"Naru, Kak Furo"
Naru:"Iya kak, ada apa?"
Furo:"Iya, kenapa?"
Nara:"Apa kalian tidak melihat adik² kita sedang takut?"
Furo:"Aku lupa dengan Tori dan Yuri"
Nara:"Kalian berdua cepat tenangkan mereka"
Setelah itu Furo dan Naru mencoba menenangkan adiknya yang hanya beda 1 tahun dengan mereka-_-
__ADS_1
...…BERSAMBUNG…...