
ibu:"Tapi kenapa Ibu tiba-tiba berubah pikiran?"
nenek:"Karena sekarang banyak orang yang mengincar anggota keluarga Hitori, sehingga pelajaran bela diri dan cara membunuh orang itu sangat penting bagi semua anggota keluarga Hitori"
ibu:"Memang itu semua penting tapi memangnya kita harus mengajarkannya di usia dini?"
sato:"Ibu bukannya kami memang sudah diajarkan membunuh sejak kecil?"
ibu:"Itu.... Sudahlah, ayo kita pulang"
sato:"Iya Bu, hati-hati di jalan"
Setelah Ibu,Ayah, Kakek dan Nenek pulang ke rumah aku langsung masuk ke ruangan Suisei untuk menjaganya dan aku terkejut dan tidak menyangka bahwa ternyata di sana sudah disediakan Kasur yang empuk dan keperluan lainnya padahal kami berdua hanya di sini hanya 5 hari tapi disediakan begitu banyak keperluan.
sato:"Suisei, cepetan sadar,aku bakalan tetap di sini jagain kamu sampai kamu sadar"
suisei:"Makasih, tapi aku sudah sadar daritadi dan aku juga mendengarkan percakapan kalian"
sato:"Lalu kenapa kamu tidak membuka mata? apa kamu mau membuatku sedih?"
suisei:"Aku memang sengaja ingin memberikan pelajaran kepda kamu"
sato:"Hmmmm"
suisei:"Kenapa?"
__ADS_1
sato:"Aku hanya sedikit penasaran, apakah kamu tadi memang pingsan"
suisei:"Aku tidak pingsan tuh, aku juga tau waktu kamu memarahi dan mengancam para pelayan juga pengawal karena kamu mengkhawatirkanku"
sato:"Huh, sia-sia aja aku tadi khawatir, aku lupa kalau anak yang pernah minum racun pada umur 12 tahun, bahkan racun itu memiliki efek yang kuat bahkan bisa membunuh 100 orang dewasa hanya dengan 1 tetes racun itu terkena efek racun, tapi anak itu bahkan tidak terpengaruh oleh efek racunnya"
suisei:"Kamu masih ingat dengan kejadian waktu itu"
suisei:"Aku juga ingat, waktu itu ada seorang anak umur 13 tahun yang melompat dari lantai 4 Rumah karena dia ingin di belikan pedang baru tetapi tidak dituruti oleh orang tuanya, tapi anak itu bahkan tidak mengalami cedera apapun"
sato:"Karena waktu itu aku memang sangat ingin pedang itu dan pedang itu juga limited-edition, jadi aku langsung mengambil kartu kredit milik Ayah dan lompat dari lantai 4, agar aku bisa membeli pedang itu"
suisei:"Sifatmu dari dulu memang tidak pernah berubah, selalu tergesa-gesa dalam bertindak dan tetap saja keras kepala meskipun sekarang sudah berusia 23 tahun"
suisei:"Karena aku memang tidak ingin terlalu banyak berinterkasi dengan orang lain kecuali Ayah, Ibu, Kamu, Hoshi dan Mizuumi"
sato:"Tapi Kakek dan Nenek kan bukan orang asing, bukannya mereka keluarga kita sendiri?"
suisei:"Tapi kita tidak terlalu dekat dengan mereka karena mereka ataupun kita memang jarang berkunjung ke Rmah Kakek"
suisei:"Bahkan mereka baru ke sini setelah mendengar kabar bahwa kamu sudah pulang berhari-hari lalu, jadi aku memutuskan untuk berpura-pura mengerjakan tugas Kantor bersamamu agar kita dapat menghabiskan waktu berdua saja, Tadi juga aku memang sengaja membut kamu marah dan melemparkan senjata tajam ke arahku, sehingga aku bisa berpura-pura pingsan untuk membuatmu khawatir dan merasa bersalah agar kamu yang akan menjagaku di Rumah Sakit"
sato:"Tapi tadi operasinya"
suisei:"Operasinya memang tetap di jalankan dengan kesadaranku yang penuh, meskipun itu semua memang menyakitkan tapi aku sudah terbiasa merasakan rasa sakit, sehingga aku bisa menahan rasa sakit dari operasi itu"
__ADS_1
sato:"Aku tidak menyangka bahwa kakak sekuat itu bahkan tidak pingsan walaupun merasakan rasa sakit yang luar biasa saat menjalankan proses operasi"
sato:"Padahal tadi aku kira bahwa kamu akan tiada karena kahabisan darah"
suisei:"Bukannya tadi kamu sendiri yang bilang kepada Ibu bahwa aku adalah anak yang paling kuat di antara kalian"
sato:"Hahaha, Aku sangat menyesal telah mengatakan itu semua tadi"
suisei:"Aku bahkan tidak tau bahwa seseorang seperti kamu berhasil menenangkan Ibu yang sudah emosional seperti itu"
sato:"Sudah, hentikan jangan mengungkit-ungkit itu lagi, sekarang kamu istirahat saja dan aku akan mempersiapkan dokumen untuk bekerja sebagai seorang guru"
suisei:"Kamu bercanda kan?"
sato:"Tidak, aku tidak sedang bercanda, aku serius, memangnya kenapa sampai kamu tidak percaya kepadaku seperti itu?"
suisei:"Aku bukannya tidak percaya dengan dirimu hanya saja aku sedikit tidak yakin bahwa kamu akan bisa mengurus muridmu dengan baik dan aku juga ragu apakah kamu bisa menahan sifatmu yang seperti itu"
sato:"Boleh tidak, sekali saja Kakak mendukungku bukannya malah menghancurkan kepercayaan diriku!"
suisei:"Sepertinya itu mustahil"
sato:"Haish...."
...…BERSAMBUNG…...
__ADS_1