Gedung Sekolah

Gedung Sekolah
episode 5


__ADS_3

SAAT SAMPAI DI RUMAH


sato:"Aku pulang"


Ibu:"Selamat datang, Soto"


ayah:"Selamat datang"


Ibuku bernama Sirena dia adalah seseorang yang sangat baik kepada anak-anaknya, dan Ayahku bernama Ryusei dia adalah seseorang yang tegas kepada anak-anaknya dan dia juga memiliki sifat yang dingin terhadap orang lain kecuali keluarganya.


Kakak:"Hmmm, kenapa kamu pulang?"


Dia adalah kakakku, dia bernama Suisei, dia memiliki sifat yang dingin terhadap orang lain(mungkin dia memiliki sifat itu karena dia keturunan dari ayahku).


Adik pertama:"Selamat datang kakak"


Dia adalah adikku yang pertama dia bernama Hoshi, dia memiliki sifat yang hangat kepada siapapun berkebalikan dengan Suisei.


Adik terakhir:"Ya"


Dia adalah adik terakhirku dia bernama Mizuumi, aku belum tau dia memiliki sifat seperti apa, karena selama ini dia bahkan tidak pernah sekalipun keluar dari kamar bahkan aku hampir melupakan wajahnya, dia sekolah di rumah(homeschooling) dengan mendatangkan guru² terbaik.


Kembaranku memiliki sifat baik, pemaaf, dan dia bahkan tidak pernah marah kepada siapapun tapi sayang sekali sekarang dia tidak ada lagi di sini.

__ADS_1


sato:"Kalau begitu ayo masuk ke dalam Rumah"


sato:"Kalian semua kenapa menangis?"


para pengawal:"Kami tidak apa-apa kami hanya terharu"


sato:"Sudah, sana kalian istirahat!atau kalian mau makan bersama kami semua?"


para pengawal:"Apa boleh tuan muda?"


sato:"Ya, aku sekarang sedang berbaik hati karena kalian semua telah bekerja dengan baik"


para pengawal:"Terima kasih tuan muda"


Setelah makan bersama para pengawal meminta izin untuk kembali bertugas.


para pengawal:"Terima kasih, atas makanannya tuan muda dan kami mohon izin untuk kembali bertugas"


sato:"Usahakan untuk melaksanakan tugas kalian dengan sebaik-baiknya"


para pengawal:"Siap,tuan muda"


setelah itu semua Suisei memintaku untuk menemaninya latihan berpedang dan juga menembak.

__ADS_1


suisei:"Buruan, temenin latihan"


sato:"Sekarang?"


suisei:"Iya,buruan"


sato:"Bisa nanti aja gk?"


Setelah aku berkata seperti itu dia tidak lagi menjawabnya tapi dia terus menatap tajam ke arahku, dan aku tau bahwa itu adalah salah satu tanda bahaya sehingga alarm penanda bahaya yang ada di tubuhku langsung aktif, sehingga aku langsung menuruti apa yang diinginkan oleh Suisei.


SAAT DI TEMPAT LATIHAN


Saat kami tiba di ruang latihan pribadi kami, aku sangat terkejut karena di ruang latihan pribadi tersebut ada sebuah pedang yang sangat berkilauan, saat itu aku ingin meminta penjelasan kepada Suisei tapi karena aku tau kalau dia tidak akan menghiraukanku aku membatalkan niatku untuk bertanya, tapi aku tidak menyangka bahwa Suisei yang selama ini selalu dingin adalah orang yang peka sehingga dia menceritakan asal-usul dari pedang itu.


suisei:"Ayah membeli pedang ini di pelelangan untukmu, setelah mendengar kamu akan pulang, katanya pedang ini memiliki sebuah cerita yang panjang, Pada zaman dulu saat dinasti Ming ada seorang wanita yang sangat cantik jelita, wanita itu hidup dengan damai di sebuah desa yang cukup damai bersama kedua orang tuanya, hingga tibalah pada saat itu, saat dimana sang kaisar melewati daerah itu dan melihat si wanita, saat kaisar melihat wanita itu sang kaisar langsung terpanah akan kecantikannya sehingga sang kaisar langsung meminang wanita itu, si wanita sangat bahagia dengan pinangan dari sang kaisar yang telah dia kagumi sejak dulu, setelah saat itu digelarlah pesta pernikahan yang megah dan wanita itu diberikan gelar permaisuri, tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama hingga pada suatu saat ketika sang permaisuri mengandung sang penerus tahta di usia kandungannya yang ke 8 bulan tiba² ada seorang pembunuh bayaran yang menusuk jantung permaisuri sehingga sang permaisuri langsung meninggal saat itu juga tapi untung saja saat itu kebetulan ada tabib yang sedang lewat sehingga tabib itu berhasil menyelamatkan sang penerus tahta"


suisei:"Setelah itu si tabib langsung menyerahkan sang penerus tahta kepada kaisar, tentu saja kaisar sangat senang melihat sang penerus tahta telah lahir tapi saat itu kaisar langsung marah karena perkataan si tabib yang bilang bahwa yang mulia permaisuri telah tewas karena pembunuh, dan itu semua di sebabkan oleh sang penerus tahta, kaisar tidak percaya akan perkataan tabib karena dia merasa bahwa istana permaisuri dijaga dengan ketat, tapi semua itu sirna saat sang kaisar tergesa-gesa menuju istana permaisuri dan dan melihat tubuh permaisuri terkapar tak berdaya di depan pintu kamarnya, saat itu sang kaisar tidak tau harus menunjukkan ekspresi seperti apa, haruskah dia senang karena lahirnya sang pewaris tahta atau harus sedih dengan kematian sang permaisuri, kaisar menyuruh semua orang di istana kekaisaran menyiapkan pemakaman yang sangat mewah untuk permaisuri yang disayanginya, sang kaisar juga mengambil darah dari mayat sang permaisuri untuk disimpan beliau berharap suatu saat akan ada seseorang yang berhasil kembali mengidupkan sang permaisuri, setelah kejadian itu sang kaisar mulai berhalusinasi tentang sang permaisuri dan dia berkata bahwa permaisuri tidak mati tetapi dia hanya tertidur sebentar, sang kaisar juga mulai menurunkan dekrit kekaisaran untuk mencari dan membawa semua wanita yang berambut merah kehitam-hitaman dan memiliki mata berwarna hijau yang mirip dengan sang permaisuri, semua wanita itu diizinkan untuk tinggal di Istana kekaisaran tetapi mereka harus melayani yang mulia kaisar, tentu saja mereka teramat sangat senang karena bisa melayani kaisar yang tampan, yang memiliki rambut berwarna coklat dan mata berwarna merah, tapi mereka tidak tau bahwa setelah mereka melayani kaisar mereka akan di bunuh atau dimasukkan ke dalam penjara para kriminal, saat itu giliran wanita pertama, wanita itu hanya memiliki warna mata yang cocok dengan permaisuri, tapi sang kaisar tetap melakukannya setelah melakukannya sang kaisar langsung membunuh wanita itu, tiba di giliran wanita ke-dua, keesokan karinya, kali ini dia memiliki warna rambut dan warna mata yang sama dengan sang permaisuri tetapi memiliki bekas luka di pipinya, sang kaisar tidak melakukan itu dan menugaskan dia sebagai pengasuh sang pewaris tahta, keesokan harinya, sekarang tiba giliran wanita ke-tiga kali ini kaisar tidak melakukan apapun kepada wanita itu dan langsung membebaskannya bahkan kaisar memberikan 100 tael perak untuk wanita itu berikan kepada orang tuanya, kaisar membebaskan wanita itu karena dia masih berumur 14 tahun dan dia harus merawat kedua orang tuanya yang sudah rentah setelah kakaknya tewas karena bunuh diri"


suisei:" setelah kejadian itu sang kaisar mulai sadar, dan beliau menyuruh seorang padai besi yang bisa membuatkan pedang yang sama dengan keberadaan permaisuri, sang kaisar juga memerintahkan untuk memasukkan abu dari permaisuri sebagai bahan pembuatan bahan pedang tersebut"


suisei:"Dan pedang itu diberikan nama……"


......BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2