Genk Sosialita

Genk Sosialita
Babak II: (Keyzia Anatasya & Rasya Affandi) Misteri Buket Mawar Putih


__ADS_3

“Selamat siang, maaf mengganggu waktu Anda.”


Keyzia kaget ketika rumahnya disambangi oleh Detektif Tiga Serangkai. “Ada apa ya, Pak?”


“Kami butuh informasi dari Anda mengenai Saudari Felisia Cyntami.”


Firasat Keyzia nggak enak. Namun, ia tak mungkin mengusir mereka. Terpaksa ia mempersilakan mereka masuk. Sesampai di dalam rumah Keyzia, dua detektif lainnya hanya berdiri mengamati setiap sudut rumah Keyzia. Sedangkan detektif yang memiliki karakter fisik tinggi menjulang bak tiang listrik meminta Keyzia menceritakan persahabatannya dengan Felis.


***


“Cut … Cut! Mana ekspresinya? Kalian itu gimana sih? Daritadi salah mulu. Ayo, dong acting yang benar!” teriak gadis yang sedari tadi duduk di kursi, yang berada tepat di bawah pohon beringin. 


Gadis itu adalah Keyzia Anastasya, anak sutradara ternama, cantik, cerdas dan multitalenta. Dia bercita-cita jadi sutradara seperti ayahnya. Beruntung dia kuliah di jurusan perfilman. 


“Ayo kita ulang lagi! Pada semangat ya! Kamera rolling action!”


“Sayang, please maafin aku. Aku nggak mau kehilangan kamu. Aku janji deh nggak akan mengulangi perbuatan itu lagi!” ucap gadis berbaju motif macan tanpa lengan. 


“Ya, udah deh aku maafin. Aku juga nggak mau kehilangan kamu,” jawab pria yang ada di depan gadis  itu. Tak lama kemudia mereka berpelukan.


Keyzia tersenyum puas melihat mereka. Mereka telah melakukan apa yang telah diharapkan Keyzia.


“Sip, bagus. Gitu dong! Akting kalian kali ini baru keren.” Keyzia mengacungkan jari jempolnya. Kemudian ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tanggannya. Jarum jam telah menunjukkan pukul 10.30. 


Keyzia menepuk jidatnya sendiri. Ia baru ingat bahwa  jam 11 nanti ada ulangan, di kelasnya. Meskipun kesibukannya di kegiatan perfilman, ia tetap mengutamakan pendidikan. 


Melakukan 2 pekerjaan berbeda pastinya capek tapi Keyzia enjoy menjalaninya. “Oke, syuting break dulu! Syuting dilanjutkan besok hari.”


Keyzia dapat tugas dari Pembina garap film sekolah untuk tayang di perpisahan sekolah akhir tahun.


Ia bangkit dari tempat duduknya. Lalu ia menarik napas dalam-dalam, kemudian dihembuskan secara perlahan. “Bismillah, semoga aku sampai di kampus dengan selamat dan aku bisa mengerjakan ulangan dengan baik.” 


Itulah kebiasaan Keyzia, sejak kecil ia selalu diajarkan orang tuanya untuk berdoa dulu sebelum pergi.  Namun, ketika Keyzia, hendak melangkahkan kaki tiba-tiba Felisia, sahabat sekaligus manager Keyzia, datang membawa buket mawar putih.


“Nih, Key lo dapat kiriman bunga mawar putih lagi,” ucap Felis seraya menyerahkan sebuket mawar putih itu pada Keyzia.


Keyzia meraih bunga itu dengan dahi berkerut. Ini merupakan ketujuh kalinya ia mendapatkan sebuket mawar putih dari seseorang yang tak diketahui. Di belakang bunga mawar putih, terselip sepucuk surat. Keyzia meraih surat itu, lalu membacanya. 

__ADS_1


Keyzia….


Wajah cantikmu adalah cahayaku


Cahaya yang selalu menerangi hatiku


Kubahagia karena telah mengenalmu


Kau membuat hidupku lebih berwarna dan sempurna


By pengagum rahasiamu.


Keyzia mendengus kesal. Lagi-lagi tulisan yang terselip di buket mawar putih hanyalah berupa kata-kata gombalan tanpa menyebutkan nama. Hati Keyzia semakin bertanya-tanya, “Siapa sih orang yang rajin banget ngirimin bunga mawar putih ke gue?”


"Pengagum rahasia lu kali. Udah ajakin ketemu aja biar nggak penasaran lagi."


"Dih, ogah. Gimana kalau orangnya jelek? Diliat dari caranya kirim bunga dan puisinya aja alay bin lebay."


"Jangan gitu, ntar kualat loh. Lu malah bakal jodoh sama si pengagum rahasia ini."


"Ih, kok dibuang sih?" protes Felis.


"Lu mau? Ambil aja noh di tong."


Tanpa disadari Keyzia, Felis mendumel dalam hati.


Ia mencoba tak memikirkan siapa memberikan bunga itu. Yang ada di otaknya adalah ulangan, maka dengan terburu-buru Keyzia meninggalkan lokasi syuting. Ia berharap tidak telat.


***


Pukul 23. 00


Keyzia sampai di kamarnya tepat pukul 23.00 WIB. Kesibukannya hari ini super duper padat. Ke lokasi syuting, kuliah terus balik lagi ke lokasi syuting. Keyzia merasakan pegal di seluruh badannya.


Bruk!


Keyzia menjatuhkan tubuh tepat di spring bed kesayangannya. Namun, tiba-tiba tangan Keyzia tidak sengaja menyentuh sebuah buku harian bersampul motif bunga mawar putih. Mendadak ia teringat bunga mawar putih yang didapatnya siang tadi. Keyzia meraih buku harian itu. Lalu ia menggoreskan tinta di buku itu. 

__ADS_1


Dear Diary.


Halo, diary sorry ya aku sudah lama banget gak curhat sama kamu. Itu factor kesibukanku tapi tenang aja hari ini aku akan curhat sepuasnya sama kamu. Dengarkan curhatku ya!


Diary, kamu tahu gak hari ini aku dapat kiriman buket bunga mawar putih lagi dari pengagum rahasiaku? Aku penasaran deh siapa sih pengagum rahasiaku? Tapi jujur di lubuk hatiku terdalam aku berharap orang yang ngasih buket mawar putih itu adalah Rasya Affandi.


Rasya itu orang yang kucintai sejak putusan sama Reynold. Namun sayang cintaku padanya hanya kupendam dalam hati. Aku selalu minder menyatakan cinta padanya. Dia termasuk pria yang nyaris sempurna di mata cewek-cewek. Jelas lah, dia itu berwajah tampan, kulitnya putih, tingginya sekitar 180 cm, berkacamata minus, penampilan cool, dan dia pengusaha muda. Saat ini dia menjalankan bisnis restaurant milik almarhum papanya. Selain itu, dia pacarnya Felis. 


Diary, mungkin gak sih Rasya mencintaiku dan jadi pengagum rahasiaku? Mengingat Rasya memiliki sifat cuek minta ampun sama semua wanita.Ya, Tuhan jika memang Rasya adalah pengagum rahasiaku,aku mohon buatlah hubungan dengannya awet. Gak seperti hubunganku sebelumnya yang 2 kali gagal dalam menjalin cinta. 


Hoammm!


Keyzia menguap lebar. Matanya juga mulai terasa berat untuk melek. “Kayaknya aku harus tidur sekarang deh,” ucap Keyzia. Sebelum tidur ia menuliskan kata-kata terakhir di buku hariannya.


Eh, diary curhatnya sampai di sini dulu ya! Aku mulai ngantuk nih, mau bobo dulu. Dah, diary…


Setelah menuliskan kata itu ia menutup dan meletakkan buku harian di meja samping spring bed. Ia menarik selimut sampai menutupi seluruh badan dan leher. Tak lama kemudian Keyzia terlelap dalam lautan mimpi.


***


Rasya berada di depan mata Keyzia. Matanya nggak berkedip melihat ketampanan Rasya, blasteran Korea Selatan dan Belanda.


"Hay, Keyzia. Aku pengagum rahasiamu. Mau nggak jadi pacarku?"


Keyzia salah tingkah dia bingung harus jawab apa.


***


Kringgg!


Jam bekernya mengaung seketika membuyarkan seluruh mimpi indahnya.


"Sialan, lu nih yang bikin Rasya lenyap. Lagi mimpi enak juga."


Ketika melihat jarum pendeknya, mata Keyzia melotot. "Hah? Jam delapan? Mampussss telat."


Pasalnya jam setengah sembilan dia ada janji meeting sama produser FTV. Hari ini Senin, sudah pasti macet total.

__ADS_1


__ADS_2