
Rasya Restaurant, malam ini penuh dikunjungi. Maklumlah kan malam Minggu. Malam dimana orang menghabiskan waktu bersama kekasih tercinta atau hanya melepas penat.
Mau restaurantnya rame atau nggak Rasya tidak memedulikan hal itu. Matanya tetap terpaku pada sebuah foto gadis cantik yang berhasil didapatnya dari seorang teman. Rasya sangat mencintai gadis di foto itu. Gadis itu bernama Keyzia Anastasya, wajahnya cantik, kulitnya mulus putih bersih, matanya sipit, rambutnya panjang bergelombang dan memiliki lesung pipi yang manis. Selain cantik Keyzia itu seorang anak sutradara ternama di Indonesia.
Ingin sekali Rasya menyatakan cinta pada Keyzia namun keraguan selalu menyelimuti hatinya. Ragu karena takut ditolak. Ntah mengapa Rasya daridulu minder ketika berada di dekat Keyzia, ia merasa Keyzia jauh lebih sempurna dari dirinya.
“Woy, Bro. Restoran lo rame eh lo malah bengong kayak sapi ompong sambil memandangi foto,” ujar seorang cowok yang tiba-tiba datang. Rasya menoleh ke samping, cowok yang datang adalah Jonathan, teman seperjuangannya sejak SMA.
“Eh, lo Jo. Kalau datang itu ngucapin salam dulu kek, biar gue nggak kaget dan bisa nyiapin sesajen buat lo.”
“Halo, lo ke mana aja? Tadi sore gue udah sms lo kalau mau datang ke sini. Dari tadi juga gue dah ngucapin salam tapi lo aja yang sibuk bengong mandangin foto. Emang lo lagi mandangin foto siapa sih sampai gak dengar sapaan gue?” Jonathan berusaha mengintip foto yang dipegang Rasya.
Rasya buru-buru menyimpan foto Keyzia ke dalam saku jasnya agar Jonathan tidak bisa melihat wajah cantik Keyzia. Ia hapal betul sifat Jonathan yang super playboy, nggak bisa melihat cewek cantik dikit aja pasti langsung ditaksir.
“Bu-bu-bukan siapa-siapa, kok. Yang gue pandangi itu fotonya adek gue,” jawab Rasya terbata. Keringat pun mulai membanjiri keningnya. Rasya itu orangnya nggak pernah bisa berbohong sama orang lain jika ia berbohong pasti keringatan.
“Udah deh lo nggak usah bohong sama gue. Gue itu kenal sama lo sejak zaman bahari kala, jadi gue tau banget tentang lo. Hayo, ngaku foto yang lo pandangin tadi foto cewek yang lo taksir kan?”
“Sial, Jonathan itu nggak bisa dibohongin. Terpaksa deh gue harus jujur sama dia,” batin Rasya kesal.
“Iya deh gue ngaku foto yang tadi gue pandangi emang foto cewek yang lagi gue taksir.”
“Siapa lagi nih cewek? Selingkuhan lo?” Ucapan Jonathan terhenti. Jonathan melempar senyum jail ke arah Rasya.
Rasya memanyunkan bibir. “Enak aja. Gue cowok setia ya.” Rasya tahu apa yang ingin diucapkan Jonathan.
“Terus pacar lo yang namanya Felis dikemanain?”
“Udah lama putus kali. Dia ketauan, jauh cinta sama cowok lain.”
“Bay the way, any way busway siapa sih cewek yang berhasil meluluhkan hati lo? Cantik gak orangnya?”
__ADS_1
Rasya kembali mengeluarkan foto Keyzia dari saku jasnya. Ia pun menyerahkan foto itu ke Jonathan. “Nih, lo liat sendiri wajahnya. Tapi awas kalo lo naksir dia juga!”
Mata Jonathan melotot ketika meluhat foto Keyzia. Dahi Rasya berkerut melihat tingkah Jonathan. “Kenapa lo? Kaget ya sama kecantikan cewek inceran gue?”
“Gue heran aja ini kan foto Keyzia, kok lo bisa naksir dia?”
“Lo kenal Keyzia juga?”
“Ya jelas lah, Siapa sih yang nggak kenal Keyzia? Gue rasa semua orang pasti kenal secara dia kan anak sutradara termuda di Indonesia. Tadi lo belum jawab pertanyaan gue, kok lo bisa naksir dia?”
“Dia teman Felis. Karena sering ke kampus bareng Felis, jadi lama-lama naksir dia.”
Obrolan Rasya dan Jonathan terus berlanjut. Rasya menceritakan segala tentang Keyzia, menceritakan bahwa selama ini ia telah mengirimkan bunga mawar putih pada Keyzia, sampai akhirnya Rasya meminta pendapat pada Jonathan tentang keinginannya menyatakan cinta pada Keyzia.
“Gue rasa juga lo harus menyatakan cinta sama Keyzia. Inget Keyzia itu wanita yang nyaris sempurna pasti banyak banget cowok-cowok yang ngincer dia. Lo nggak mau kan Keyzia itu diembat orang?”
“Tapi gue takut ditolak.”
"Ya kan gue manusia biasa. Takutnya Keyzia selera tinggi. Hanya suka sama cowok-cowok selebriti atau orang perfilman."
“Nih, dengerin kata-kata gue. Sesuatu yang dipendam itu nanti pasti busuk, begitu pula dengan cinta. Cinta yang hanya dipendam dalam hati juga lama-lama bisa membusuk dan akhirnya jadi penyakit hati. Soal ditolak atau diterima itu belakangan yang penting lo usaha.”
Rasya terdiam memikirkan kata-kata Jonathan. Ia merasakan apa yang diucapkan sahabatnya itu ada benarnya juga. Cinta yang hanya dipendam dalam hati juga lama-lama bisa membusuk dan akhirnya jadi penyakit hati.
Atas saran dari Jonathan akhirnya hati Rasya menjadi mantap untuk menyatakan cinta pada Keyzia. “Jo, lo mau bantuin gue nggak?”
“Bantuin apa coba?”
“Bantuin gue dalam penembakan Keyzia, lo yang nyiapin tentang penembakan. Kan lo yang ahlinya nembak cewek.”
“Bisa diatur. Wani piro?” Jonathan menirukan gaya om jin yang ada di iklan-iklan pertelevisian Indonesia.
__ADS_1
“Soal itu mah gampang. Kalau Keyzia menerima cinta gue, lo boleh deh makan gratis di kafe ini selama sebulan.”
Jonathan melonjak kegirangan. Lalu kemudian ia mengulurkan tangan kepada Rasya. “Oke deal. Kapan lo mau nembak Keyzia?”
“Berhubung kata lo tadi Keyzia itu wanita yang nyaris sempurna pasti banyak banget cowok-cowok yang ngincer dia maka dari itu gue memutuskan nembak dia esok hari mumpung hari libur gitu. Gue juga nggak mau Keyzia keburu diembat orang.”
“Buset, nih anak gile juga. Udah kebelet ma Keyzia kali ya?”
“Hahahaha…”
Mereka pun tertawa bersama. Jonathan memesan makanan dulu, sedangkan Rasya senyum-senyum sendiri membayangkan Keyzia esok hari menerima cintanya. Ia berharap bayangan itu menjadi nyata bukan sekadar semu.
“Keyzia, tunggu aku di hatimu,” batin Rasya girang. Jantung Rasya berdebar-debar, belum juga nembak Keyzia sudah seperti ini. Gimana saat di depan Keyzia? Namun Rasya tetap tak sabar menunggu esok hari.
***
Keyzia sebelum tidur scroll Twitter dan Instagram dulu. Kebetulan foto di beranda Instagramnya adalah postingan dari Rasya. Hanya foto love. Captionnya tertulis, 'Bismillah. Moga besok acaranya lancar.'
Ada rasa nyeri bersarang di hati Keyzia. Dia takut itu kode Rasya ingib melamar cewek lain. Akhirnya dia curhat ke Felis.
Keyzia: Felissssss, gue galau.
Felis: Galau apa lagi lu? Fee sutradara belum dibayar?
Keyzia menscreenshoot postingan Rasya. Lalu kirim ke Felis.
Keyzia: Gue galau takut Rasya melamar cewek lain. Potek deh gue.
Felis: Wait, sejak kapan lu demen Rasya?
Keyzia: Udah lama sih. Sekitar enam bulanan. Gue ketemu pas syuting di restorannya.
__ADS_1
Felis nggak membalas pesan Keyzia lagi. Hal ini membuat Keyzia penasaran.