
Sekitar jam Sembilan pagi Rasya telah berada di sebuah tempat. Nama tempatnya itu tanah tingal. Di tempat inilah Rasya ingin menyatakan cinta pada Keyzia. Menurut Rasya tempat ini sangat strategis, lokasinya di Jl.Mepati Raya no.32B Desa Sawah Baru, Jombang-Ciputat, Tangerang, tak jauh dari rumahnya dan rumah Jonathan. Selain itu kebetulan jam sebelas nanti Keyzia ada syuting film pendek di tempat ini.
Rasya berdecak kagum memandangi tanah tingal ini. Jelas saja Di tempat ini matanya langsung disejukkan oleh hamparan pohon hijau dan jajaran pohon kelapa. Bisa dibilang selain keindahan alam, daya tarik wisata seluas 9 hektar ini terletak pada program petualangan keluarga yang ditawarkan, seperti flying fox, kano, meniti jembatan tali, melihat burung, melukis dengan cat alami.
Setengah jam telah berlalu. Tiba-tiba dahi Rasya berkerut sebab sedari tadi ia berada di tempat ini ia sama sekali tidak melihat keberadaan Jonathan bersama teamnya. Ke mana mereka? Bukankah ia tadi malam sudah bilang ke Jonathan bahwa harus tiba di lokasi penembakan tepat jam 9 pagi?
Rasya meraih HP dari saku celananya. Ia ingin menelpon Jonathan untuk menanyakan keberadan Jonathan.
Tuuuut…Tuuut
Sambungan belum juga tersambung. Hingga akhirnya terdengar jawaban, “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.” Rasya langsung mematikan sambungan telepon, lalu ia mencoba mengubungi Jonathan lagi. Ternyata hasilnya sama aja.
Ia pun mengetik sebuah pesan singkat untuk Jonathan.
To : Jonathan
*Bro, lo lagi ada di mana? Gue dah ada di lokasi penembakan nih. Lo cepet ke sini ya*?
Namun sial, sms yang ia kirim tidak terkirim. Rasya jadi gelisah tak menentu. Hati kecilnya mengatakan terjadi sesuatu yang nggak beres dengan Jonathan.
“ahagia datangin Jonathan ke rumahnya aja ya? Siapa tau dia lupa.”
Setelah berpikir lama akhirnya Rasya memutuskan mendatangi rumah Jonathan. Toh, rumah Jonathan tak jauh dari tempat ini.
\*\*\*
Tak perlu waktu lama, cukup 10 menit saja Rasya telah sampai di depan rumah Jonathan. Begitu turun dari mobil ia melihat pitu rumah Jonathan terbuka lebar. Selain itu ia juga melihat ada 4 orang cowok berbadan gede semua. “Mungkin mereka teman-teman Jonathan yang membantu aksi penembakan gue ke Keyzia,” piker Rasya.
Rasya bergegas masuk ke rumah Jonathan. Ia tak sabar ingin mengetahui ahagia Jonathan sampai jam segini belum berangkat juga ke lokasi penembakan.
“Bos, gimana jadi nggak kita bantuin teman lo itu nembak cewek yang ahagia Keyzia?” Tanya orang yang berambut gondrong.
“Ngapain kita capek-capek bantuin Rasya nembak Keyzia? Gue malah berharap penembakannya itu gagal total.”
“Kok gitu bos? Bukannya bos tadi malam menyetujui tawaran Rasya?”
__ADS_1
“Gue nggak rela Rasya mendapatkan cinta Keyzia. Gue yang lebih dulu mencintai Keyzia. Kalau soal tadi malam itu Cuma pura-pura aja. Jika gue nggak gitu ntar Rasya bakal nyuruh orang lain buat melancarkan aksi penembakannya.”
Langkah Rasya terhenti. Tubuhnya terpaku, mulutnya tak bisa berkata lagi. Ia tak percaya ahagiaa yang barusan didengarnya. Jonathan yang sudah ia anggap saudara ternyata tak lebih dari bangkai. Jonathan tega menusuknya dari belakang.
“Gue nggak nyangka Jo. Lo berbuat gitu sama gue. Gue nyesel banget sahabatan ma lo.”
Usai berkata demikian Rasya langsung pergi dari rumah Jonathan. ahagia juga ia lama-lama di rumah pengkhianat.
Di dalam mobil Rasya meraih HP ia ingin menelpon seorang sahabat, yang sebagai anak band. Ia ingin meminta bantuan sahabatnya itu dalam melancarkan aksinya menembak Keyzia. Ada atau tanpa bantuan Jonathan penembakan harus tetap berjalan.
“Hai, Bro. Apa kabar? Tumben lo nelpon.”
“Lo masih jadi anak band kan?”
“Masih dong, emang ada apa?”
“Boleh nggak gue minta bantuin lo?”
“Bantuan apa?”
“Gini gue sekarang mau nembak cewek. Gue ingin lo sama band lo itu nyanyiin lagu romantic saat penembakan. Gimana bisa nggak? Berapa pun gue bayar deh.”
“Bisa sih tapi masalahnya band gue vocalisnya lagi sakit, terus gimana dong?”
“Kalau soal itu gampang. Gue Cuma perlu orang yang bisa main alat music. Gue pengen nembak dia dengan baca puisi diiringi music romantic.
“Oke, kami bisa kok. Ketebulan band gue lagi sepi job. Di mana lokasi penembakannya?”
“Di tanah tingal. Lo tau kan tempatnya?”
“Tau dong. Oke, sekarang juga kami ke sana ya?”
Rasya memutuskan sambungan telpon. Ia benapas lega, akhirnya ada juga yang mau membantunya dalam melancarkan aksi penembakannya pada Keyzia. Tanpa banyak cincong Rasya langsung melajukan mobilnya.
Setengah jam kemudian Rasya lagi ke tempat penembakan, tanah tingal. Suasana di tempat ini sudah berubah tidak sepertipagi tadi. Sekarang tempat makin penuh dengan banyak orang dan ditambah penuh kamera-kamera.
“Hmmm … pasti Keyzia dan kru syuting FTV sudah ahagi. Inilah saat yang tepat untuk menyatakan cinta. Aku ingin semua orang di tempat ini menjadi saksi cintaku sama Keyzia,” gumam Rasya.
Sebelum melakukan aksi penembakan ia terlebih dulu mengirimkan sebuah pesan kepada temannya yang band.
To : Reyzandi.
Bro, lo n band lo sudah ada di tempat penembakan lum?
Baru beberapa menit terkirim, HP Rasya berbunyi lagi. Di layar HP-nya tertulis 1 pesan diterima. Cepat-cepat Rasya klik open.
From : Reyzandi
Iya, nih kita dah sampai di tempat penembakan. Lo dah nyampe tempat penembakan? Kapan nih kita mulai main band-nya.
Rasya langsung membalas pesan dari temannya itu.
To : Reyzandi
Iya, gue sudah ada di tempat penembakan kok. Mulai main sekarang juga. Lagu yang dimainin itu make lagu Ungu “Saat Indah Bersamamu” versi akustik ya?
Tak lama kemudian terdengar intro alunan music lagu Ungu, sesuai yang Rasya inginkan. Rasya mengambil kertas yang berisi puisi andalannya dari saku celana.
__ADS_1
Dag … Dig …Dug
Jantung Rasya berdebar-debar. Ini kali ya rasanya ingin menyatakan cinta pada cewek. Rasya mencoba menenangkan diri dengan menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan. Setelah sudah agak tenang, baru deh Rasya mulai membacakan puisi untuk Keyzia.
Keyzia….
Wajah cantikmu adalah cahayaku
Cahaya yang selalu menerangi hatiku
Kubahagia karena telah mengenalmu
Kau membuat hidupku lebih berwarna dan sempurna
Ketika selesai membaca puisi ia telah berada di depan Keyzia. Ya, tadi dirinya baca puisi ahagi berjalan. Rasya pun berlutut di depan Keyzia sambil memegang tangannya. Keyzia hanya bengong dengan dahi berkerut. Ntah ia kaget dengan kedatangan Rasya atau ia tak suka Rasya hadir di tempat ini.
“Rasya, jadi kamu pengagum rahasiaku selama ini?” Tanya Keyzia.
“Iya, Key. Sudah lama aku mencintai dan mengagumimu tapi baru kali ini aku berani muncul.”
Alunan music yang dimainkan band Reyzandi sudah sampai bagian reff. Rasya menyanyikan lagu Ungu itu di depan Keyzia. Ia tak peduli dengan orang-orang sekitar.
Harus kuakui aku sayang kamu
Aku cinta kamu
Oh hanya pada dirimu
Kuingin kau mampu terima hatiku
Terima akan cintaku.
“Key, detik ini juga mau kah kamu jadi pacarku?” tanya Rasya dengan mimic wajah serius. Keyzia tampak garuk-garuk kepala.
“Hmmm … gimana ya? Kamu kan pacar Felis. Aku nggak mau persahabatanku rusak karena cinta.”
Rasya mengeluarkan dua tangkai bunga dari saku jas. “Jika kamu menerima cintaku ambilah setangkai bunga mawar putih ini namun jika kamu menolakku ambillah setangkai bunga mawar merah. Soal Felis, kamu tenang aja, kami udah lama putus kok,” ucap Rasya.
Keyzia memandangi orang-orang sekitar, Nampak dirinya sedang bingung dan meminta saran dari mereka.
Terima … Terima …Terima
Sorak-sorai orang-orang sekitar meminta Keyzia menerima cinta Rasya. Tangan Keyzia mulai bergerak hendak mengambil setangkai bunga yang dipegang Rasya. Jantung Rasya makin berdegup kencang. Ia pun menutup kedua matanya, ia takut Keyzia akan mengambil setangkai bunga mawar mewah yang artinya Keyzia menolak cintanya.
Jlep!
Ia merasakan setangkai bunga mawar sudah hilang dari tangannya. Ia perlahan membuka mata. Seketika dirinya mendapati wajah Keyzia tersenyum manis ahagi memegang setangkai mawar putih. Itu artinya?
“Iya, Rasya aku menerima cintamu. Sebab aku juga sudah lama mencintaimu,” ucap Keyzia.
Rasya terpaku tak percaya dengan jawaban Keyzia. “Keyzia menerima cinta gue? Mimpi kah ini?” Batin Rasya.
Plak!
Rasya menampar pipinya sendiri. Yang ia rasakan perih di pipinya. Berarti ini nggak mimpi. Rasya melonjak kegirangan dan langsung menggendong Keyzia.
Meskipun tadi sempat ada halangan kecil saat melaksanakan aksi penembakan namun pada akhirnya penembakan berjalan lancer. Bahkan Keyzia menerima cinta Rasya. “Hore … cinta gue diterima. Woy, semua yang ada di tempat ini berhubung gue lagi berbahagia kalian semua boleh makan gratis di restaurant gue!” teriak Rasya girang.
__ADS_1
Saking bahagianya, Rasya tak segan-segan meneraktir orang banyak untuk makan gratis di restaurannya. Ia tak peduli berapa kerugiannya hari ini. Inilah cinta bisa membuat lupa segalanya. Keyzia, I Love U.