
Hari Minggu yang cerah, namun tak secerah hatinya Rasya. Rasya lagi galau karena merindukan seseorang yang sangat dicintainya. Seorang itu ahagia Keyzia. Padahal baru tadi malam dirinya kencan dengan Keyzia eh sudah kangen lagi.
Benar kata orang, yang jatuh cinta bawaannya kangen mulu. 1 jam tak bertemu bagai 100 hari.
“Key, kamu lagi ngapain? Sama siapa?” Beribu-ribu pertanyaan bersarang di hati Rasya. Ia sangat menginginkan selalu berada di sisi Keyzia tapi kenyataan tak bisa. Dirinya harus mengurus restaurant warisan papanya, terpaksa deh harus menahan rindunya pda Keyzia.
Tiba-tiba datanglah seorang menghampiri dirinya. Wanita itu cantik, tinggi, kulitnya putih mulu, dan pastinya berpakaian modis. Mata Rasya berbinar melihat ahagi itu. Pucuk dicinta ulampun tiba. Orang yang dirindukannya dari tadi akhirnya muncul di depan matanya. Tentu, Rasya sangat bahagia.
“Sayang, kamu lagi ngapain? Kok bengong?” tanya Keyzia.
“Aku kan bengong karena mikirin kamu tau.”
“Ah, yang bener? Yakin mikirin aku? Nggak mikirin cewek lain gitu?”
“Kamu lah satu-satunya cewek yang paling kucintai. Karena kamu adalah anugerah terindah yang kumiliki.” Rasya sudah mulai mengeluarkan gombalan mautnya.
Pipi Keyzia merah merona. Ya, Namanya juga cewek digombalin dikit aja pasti langsung tersipu malu dan hatinya melayang terbang ke langit.
“Sayang, kamu tumben ke sini? Bukannya kamu lagi syuting ya?”
“Hmmm … sudah jam makan siang. Aku mau maksi bareng kekasih tercinta”
Rasya nyengir kuda, ia baru menyadari sekarang sudah jam makan siang. Abis dari tadi sibuk melamun aja.
“Yuk, kita makan! Kita makan di sana aja ya!” Rasya menunjukkan kursi yang lagi kosong.
Meskipun Rasya pemilik restaurant ini tapi dirinya lebih memilih makan di kursi yang sama dengan kursi pelanggan lainnya.
Keyzia setuju apa yang diusulkan Rasya. Mereka pun duduk. Rasya mengangkat tangan kirinya untuk memanggil salah satu karyawannya.
Tak berapa lama pelayannyadatang. Pelayannya memberikan buku menu kepada Keyzia. Mata Keyzia sibuk memilih makanan yang ada di buku menu. Menu makanan yang tersedia di restaurant Rasya adalah Jawa food, western Food, Khas Timur tengah, dan Asia food.
“Mbak, saya pesan nasi pecel dan es teh aja ya?” ujar Keyzia pada pelayan restaurant.
Meskipun nama Keyzia itu agak kebule-bulean tapi soal selera makanan Keyzia lebih menyukai makanan khas Indonesia, terutama nasi pecel. Baginya nasi pecel itu makanan menyehatkan.
“Kalau saya pesan cumi balado saus tiram teriyaki,” ujar Rasya. Pelayan pun mencatat pesanan Keyzia dan Rasya.
“Baik, saya akan siapkan makanannya segera!”
“Sayang, kamu kok pesan cumi-cumi sih? Cumi-cumi kan termasuk makanan yang mengandung kolestrol tinggi, nggak baik itu buat tubuh. Mbak, untuk Rasya siapin makanan yang sama seperti saya aja ya, nasi pecel dan es teh.”
Pelayan mengangguk dan pergi menuju dapur.
Rasya memandangi Keyzia dengan tatapan ilfeel. “Tadinya gue kira Keyzia itu cewek yang lembut, baik, dan penyayang tapi ternyata setelah gue menjalin cinta dengannya, sifat aslinya kelihatan. Keyzia memiliki sifat suka mengatur cowok termasuk soal makanan dan penampilan. Ah, gue paling nggak suka sama yang namanya diatur cewek. Harus kah gue muutusin Keyzia?”
“What lo mau mutusin Keyzia? Jangan gila deh lo. Lo itu cowok beruntung banget dapetin Keyzia masa mau diputusin? Inget perjuangan lo saat menyatakan cinta sama Keyzia.” Logikanya Rasya mulai berbicara.
Tapi di lubuk hatinya terdalam mengatakan, “Jika kamu nggak nyaman sama hubungan ini maka jangan ragu mengakhirinya. Orang yang mencintaimu adalah orang yang tak pernah memaksakan kehendak.”
Logika dan hati Rasya berperang, tapi akhirnya Rasya setuju apa yang dikatakan logikanya. Mendapatkan Keyzia itu susah, jadi sampai kapanpun dirinya akan memertahankan hubungannya dengan Keyzia.
Hanya dalam 5 menit pelayan datang lagi dengan membawa nasi pecel pesanan Keyzia.
Glek!
Rasya menelan ludahnya ketika melihat nasi pecel di depan matanya. Ia merinding makan nasi pecel. Nasi pecel itu makanan yang paling tidak disukai Rasya. Tapi pada akhirnya ia makan juga, alasannya demi cinta. Cinta bisa mengubah segalanya
***
Pukul setengah sembilan pagi Keyzia sudah stand by di dalam mobilnya, ia sudah siap tancap gas menuju lokasi syuting. Ketika Keyzia menstater mobil, mesin mobilnya tidak mau jalan. Ia terus mencobanya namun hasilnya nihil.
“Ah, sial. Kenapa sih lo mogok di saat yang nggak tepat? Gue kan buru-buru ke lokasi syuting, jam Sembilan gue sudah harus ada di tempat,” gerutu Keyzia sambal menggetok setir mobilnya.
Keyzia berpikir keras gimana caranya pergi ke lokasi syuting dengan cepat dan nggak bayar mahal. Meskipun Keyzia punya banyak uang namun dirinya sangat perhitungan dalam mengeluarkan uang.
Mendadak otaknya teringat Silvia. Wajah Keyzia cerah lagi. Ia telah menemukan solusi. Silvia pasti bisa menolongnya. Cepat-cepat tangan Keyzia menyambar HP untuk menelpon Silvia.
Baru saja ia hendak menelpon Felis, eh Felis sudah menelpon duluan. Secepat kilat Keyzia menekan tombol Answer.
“Halo, Fel lo lagi di mana?”
“Gue lagi di rumah sakit.”
“Hah? Siapa yang sakit?”
“Tante gue melahirkan. Makanya itu gue nelpon lo, soalnya gue mau minta izin sama lo hari ini gue nggak bisa masuk sekolah.”
“Whats? Tapi Fel…”
Tuuuut … Tuut
Belum sempat Keyzia ngomong Felis sudah memutuskan sambungan telepon. Pikiran Keyzia semakin uring-uringan.
“Masa iya sih gue ke lokasi syuting naik taksi argo? Naik taksi argo kan mahal.”
__ADS_1
Drrrttt … Drrrtt
HP dalam genggaman Keyzia bergetar. Ia melirik layar HP, di sana tertulis Rasya Calling ia pun menekan tombol answer.
“Pagi Cintaku. Kamu lagi di mana?”
“Aku masih di rumah nih. Ada apa nelpon?”
“Lho kok suaramu bête gitu?”
“Mobilku mogok, Felis nggak bisa nganterin ke lokasi syuting.”
“Ya, udah aku ke sana ya? Aku aja yang nganterin kamu ke lokasi syuting.”
“Oke, aku tunggu.”
Keyzia memutuskan sambungan telpon. Ia kini bisa bernapas lega masalah mobil mogok sudah teratasi. Keyzia turun dari mobil dan menunggu kedatangan Rasya.
Tak perlu menunggu lama cukup 10 menit saja Rasya sudah datang di rumahnya. Keyzia menyambut kedatangan Rasya dengan senyum merekah.
Rasya turun dari mobilnya dan ia membukakan pintu mobil untu Keyzia. “Silakan masuk nona Keyzia yang cantik jelita.”
Keyzia tersipu malu, ia merasa diperlakukan seperti putri raja. Keyzia masuk ke mobil Rasya. Tak lama kemudian Rasya pun masuk juga. Keyzia mengecup pipi Rasya.
Rasya menyentuh pipinya dengan mulut ternganga. “Baru kali ini aku dicium cewek.”
“Itu sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau nganterin aku ke lokasi syuting.”
“Iya, sama-sama. Apa sih yang gak buat kamu? Oh ya nanti kamu pulang syuting jam berapa?”
“Jam 5 sore, ada apa?”
“Aku jemput kamu ke lokasi syuting. Ntar abis pulang syuting, kita makan malam.”
“Serius? Makasih ya.”
Rasya pun melajukan mobilnya. Keyzia berdoa agar sampai di lokasi syuting dirinya nggak telat.
***
Matahari sudah mulai terbenam. Satu-per satu kru di lokasi syuting mulai meninggalkan tempat. Hari ini jadwal syuting hanya sampai jam 5 sore. Keyzia mondar-mandir tidak karuan, ia gelisah menanti kedatangan Rasya. Rasya berjanji akan menjemput Keyzia jam 5 sore, tapi kenyataannya sampai sampai jam 6 belum juga nongol batang hidungnya.
Keyzia meraih HP dari dalam tas. Lalu jemarinya sibuk mengetik sebuah pesan singkat untuk Rasya.
*Sayang, kamu ke mana sih? Jadi jemput aku kan? Aku sudah nungguin kamu nih. Cepat datang ya*!
Klik send.
Matahari kini benar-benar sudah tenggelam. Genap satu jam Keyzia menunggu kedatangan Rasya di lokasi syuting namun Rasya tak kunjung datang. Pesan singkat yang dikirimkan oleh Keyzia tak kunjung dibalas oleh Rasya. Keyzia meraih HP-nya, ia mencoba menghubungi Rasya langsung lewat telepon.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.”
Keyzia mendengus kesal mendengar jawaban dari seberang telpon. “Rasya, kok nomormu nggak aktif sih? Jangan-jangan terjadi apa-apa sama kamu?”
Keyzia cepat-cepat menggelengkan kepalanya. “Gue nggak boleh berpikir macam-macam. Kata orang apa yang dipikirkan bisa saja terjadi.”
Keyzia menarik napas dalam-dalam dan ia menghembuskannya secara perlahan. “Mungkin Rasya lagi sibuk di restaurantnya makanya lupa jemput gue.” Keyzia mencoba berpikir positif.
Keyzia menunggu Rasya di lokasi syuting, akhirnya ia memutuskan untuk ahagi ke restaurant Rasya aja. Toh, lokasi syuting sama restaurantnya Rasya dekat, 10 menit juga sampai.
“Mbak, Rasya ada di sini?” tanya Keyzia pada salah satu pelayan di restaurant Rasya.
“Ada, tapi kata Pak Rasya beliau tak mau diganggu.”
__ADS_1
“Saya ini pacarnya, jadi berhak dong nemui dia?”
Keyzia ngeloyor masuk ke ruangan Rasya, tak memedulikan apa yang dikatakan pelayan restaurant itu. Namun betapa terkejutnya Keyzia saat ia membuka pintu ruangan Rasya. Ia mendapati Rasya sedang asyik main playstation dengan temannya.
“Oh jadi ini yang bikin kamu lupa jemput aku?” ujar Keyzia berkacak pinggang.
“Oh kamu Key, yuk, kita main PS bareng biar makin seru!”
Mata Keyzia melotot. Bisa-bisanya Rasya berkata demikian. Bukannya minta maaf, malah ngajakin main PS bareng. Keyzia menghampiri Rasya, lalu dirinya merebut stik PS yang dipegang Rasya.
Prang!
Keyzia membanting stik PS ke lantai. “Itu balasan kamu lupa sama janji.”
“Key, kamu apa-apaan sih? Datang-datang langsung ngebanting stik PS-ku.”
“Harusnya aku yang nanya kamu itu apa-apaan? Aku nungguin kamu satu jam di lokasi syuting tapi kamu malah asyik-asyikan main game.”
“Key, aku itu mulai capek menjalin hubungan sama kamu. Selama 14 hari kita berhubungan, aku merasa jadi boneka kamu. Aku disuruh ini, itu pokoknya harus nuruti perkataanmu. Selama ini aku coba sabar, tapi nggak terima kamu menghancurkan PS-ku.”
“Jadi kamu lebih cinta PS daripada aku?”
“Kalau iya kenapa? Bagiku PS itu seperti belahan jiwa. Jauh sebelum aku mengenalmu, PS yang menemani hari-hariku.”
Plak!
Tangan kiri Keyzia mendarat di pipi Rasya. Rasya meringis seraya memegangi pipinya. “Mulai sekarang kita putus!”
Keyzia berlari keluar ruangan Rasya. Air matanya mengalir deras. Ia tak menyangka kisah cintanya dengan Rasya hanya sampai 14 hari. Lebih parah lagi putusan gara-gara PS. Ini bukan pertama kalinya Keyzia mengalami kegagalan cinta, tapi ini ketiga kalinya.
***
“Gitu, Pak cerita persahabatan kami. Kami sempet renggang karena Felis marah aku bahagia dengan Rasya. Dia menjauh.”
“Sampai sekarang kalian masih musuhan?”
“Sejak setahun lalu kami sudah baikan. Malah kami bikin Genk Sosialita. Saya juga CLBK dan menikah dengan Rasya atas dorongan Felis. Nggak nyangka aja Felis pergi secepat ini.”
“Oke. Satu pertanyaan terakhir. Apa kamu tahu siapa cowok yang disukai Felis selain Rasya?”
“Setahu saya Felis sempet jadian sama Gibriel Alexander. Eh, direbut Nindya Maharani..”
“Integorasi cukup sampai di sini. Terima kasih atas waktunya. Jika ada informasi tambahan, jangan sungkan beritahu kami. Kami pamit undur diri dulu, selamat siang!”
__ADS_1
Detektif Tiga Serangkai berlalu. Aku sedikit bernapas lega. Namun, nggak sepenuhnya lega. Sampai kematian Felis terungkap.