
From : Rasya Tercinta
Keyzia, kamu dandan yang cantik ya! Jam 8 malam aku jemput. Aku mau ngajakin kamu dinner. Anggap aja ini kencan di malam minggu pertama kita jadian.
OMG, Rasya mau jemput jam 8 malam? Ngajakin kencan di malam Minggu pertama setelah jadian? Iya sih karena kesibukannya sebagai sutradara, Keyzia selama 1 minggu ini tak pertemu dengan Rasya. Sekarang jam berapa? Keyzia melirik jam yang menempel di dinding kamarnya. Dan ternyata sudah jam 7 malam. Keyzia panik, Rasya mau jemput satu jam lagi. Sedangkan ia saat ini cuma memakai piyama.
Ia membuka lemari pakaiannya untuk memilih baju yang cocok buat kencan. Tapi semua bajunya kaos lengan pendek, daster, baby dol. Masa iya sih kencan memakai baby dol? Namun, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah gaun model terbaru berwarna pink. Bagian atasnya sederhana, tanpa aksen dengan warna putih yang membuat gaun lebih manis sedangkan bagian bawahnya melebar. Gaun ini pemberian Felis di hari ulang tahunnya yang ke tujuh belas tahun. Sekitar 4 tahunan, gaun ini jarang ia pakai sehari-hari soalnya ia selalu ke kampus dan lokasi syuting nggak mungkin kan memakai gaun?
Sepertinya gaun ini paling cocok, batin Keyzia. Ia tidak tahu kemana Rasya akan mengajak makan malam dimana. Mungkin di tempat yang santai atau mungkin juga di tempat yang formal. Dimanapun itu, gaun ini paling aman. Mampu Nampak formal sekaligus santai. Langsung aku pergi ke kamar mandi untuk mengenakan gaun tersebut.
Keyzia berdiri gugup di depan meja rias dengan kebingungan. Mau dandan gimana? Seumur hidup nggak pernah dandan. Mama dari kecil mendidiknya seperti cowok, kayak gini deh jadinya bingung sendiri. Ternyata jadi cewek waktu menjelang kencan itu ribet.
Setelah berperang antara otak dan hati akhirnya ia memutuskan dandan yang simple aja. Cukup menyisir rambut, rambutnya dibiarkan terurai, mengenakan bando dan sedikit memoleskan wajah dengan bedak biar terlihat nggak pucat.
Setelah semua sudah beres, ia memakai sepatu berhak rendah dengan warna yang senada warna gaunnya yakni pink. Ia menatap diri di cermin untuk terakhir kalinya, sebelum meraih tas dan melangkah keluar kamar.
Keyzia tersenyum puas melihat bayangan dirinya sendiri. Ya, berdandan simple pun Keyzia tetap cantik memesona. Mala mini Keyzia Anastasya akan berubah menjadi gadis femimim. Dirinya yakin Rasya bakal bengong, terpesona oleh kecantikannya.
Tepat saat itu bel berbunyi. Itu pasti Rasya, mama lagi arisan makanya nggak ada yang bukain pintu. Dengan riang ia melangkah ahagia pintu, sebelum membuka pintu ia mengintip di jendela dulu. Siapa tahu yang memencet bel maling atau perampok kan bahaya kalau dibukain pintu.
Keyzia melihat Rasya di sana. Ia bernapas lega, kesal akan ketakutan yang tidak beralasan. Semua ini pasti gara-gara kebanyakan nonton berita criminal. Ia pun membuka pintu dengan memasang senyum paling manis.
Rasya tersenyum manis begitu melihat Keyzia. Dari binar matanya Rasya menunjukkan terpesona akan penampilan Keyzia. Keyzia jadi serba salah antara tersipu dan ahagia.
Rasya berdehem dan mengangkat alisnya, “Mungkin malam ini aku akan sibuk.”
“Sibuk?” Keyzia menatap Rasya bingung. “Kalau sibuk ngapain ngajakin aku kencan segala!” sambung Keyzia lagi.
Rasya hanya tersenyum penuh arti, “Aku akan sibuk mengusir lelaki yang ingin mendekatimu karena penampilanmu sangat cantik.” Rasya mengedipkan sebelah matanya dan setengah membungkuk, “Keyzia, terimakasih kamu mau jadi kekasih hatiku dan kencan bersamaku.”
__ADS_1
Keyzia tergelak mendengar rayuan Rasya yang dibalut dalam canda. Rasya bisa menggombal juga. Ketika Rasya mengulurkan tangan untuk mengajaknya naik ke mobil tiba-tiba Keyzia merasakan ada sesuatu yang kurang. Keyzia memandangi penampilan Rasya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Keyzia menyadari bagian yang kurang itu terletak pada penampilan Rasya. Saat ini Rasya hanya mengenakan kaos dan celana jeans. Masa kencan memakai kaos? Nggak cocok kan dengan dirinya yang memakai gaun?
“Yuk, masuk dulu!”
“Ngapain masuk dulu? Kita langsung berangkat aja.”
“Kamu ganti baju dulu!”
“Lho kok ganti baju? Emang kenapa dengan baju yang kupakai?”
“Nggak banget. Masa kencan hanya make kaos dan celana jeans? Nggak serasi dengan penampilanku yang mengenakan gaun.”
“Terus gimana dong? Aku nggak bawa baju ganti.”
“Kalau soal itu gampang.”
Rasya menerima barang-barang yang diberikan Keyzia dengan terpaksa. Kemudian Rasya ke belakang dulu untuk berganti pakaian. Sekitar 5 menit Rasya kembali lagi. Mata Keyzia tak berkedip melihat penampilan Rasya yang baru.
“Tuh, kan kamu kalau makai baju ini terlihat sangat ganteng,” puji Keyzia.
Mereka pun pergi ke tempat kencan dengan semangat.
Setengah jam telah berlalu, sepanjang perlanan Keyzia hanya diam saja. Abis Rasya sih nggak ahagia pembicaraan. Ia mencoba berpikir postif, mungkin Rasya lagi focus menyetir mobil dan nggak suka ngobrol saat menyetir.
Tiba-tiba Rasya ngerem mobil secara mendadak. Sumpah, kaget banget! Jangan-jangan Rasya menabrak kucing? Berbagai pikiran jelek pun hinggap di otaknya. Sambil berdoa dalam hati agar hal jelek tersebut tidak terjadi. Kata nenek kalau menabrak kucing maka kesialan bakal mengintaimu.
“Rasya, kok berhenti mendadak?” tanyaku memastikannya. Berharap banget jawaban yang keluar dari mulut Alfian bukan karena menabrak kucing.
__ADS_1
“Sudah sampai di tempat tujuan.” Rasya tersenyum manis.
Keyzia mengdengus kesal, “Dasar Rasya! Bikin jantungku mau copot aja.”
Ia melihat pemandangan dari kaca mobil, ini tempat apa? Kok sepi dan gelap? Wah, jangan-jangan Rasya ternyata orang jahat. Dia ingin memerkosa dan membunuhku di tempat ini. Lagi-lagi berbagai pikiran jelek hinggap di otak Keyzia. Ketika Keyzia ingin turun dari mobil, Rasya menarik lengan kanannya Keyzia menoleh pada Rasya.
“Nona yang cantik, tunggu sebentar! ahagia yang membukakan pintu mobilnya,” jawabnya manis. Keyzia mencoba tersenyum untuk menutupi ketakutannya. Masa iya sih cowok semanis Rasya ingin berbuat jahat padanya? Rasanya benar-benar mustahil. Tapi ia teringat berita di Koran, bahwa pembunuh ada yang berasal dari pondok pesantren. Zaman sekarang lulusan pesantren nggak menjamin seseorang bakal berbuat baik selamanya.
Sekarang pintu mobil terbuka. Pelan-pelan Keyzia turun dari mobil. Keringat dingin pun membasahi jidatnya. “Kamu jangan takut! Aku nggak akan berbuat macam-macam sama kamu di tempat ini,” ujar Rasya seolah mengerti akan ketakutanku.
“Coba deh liat ahagia sana! Di situlah kita dinner,” sambungnya lagi. Jari telunjuk Rasya menunjuk pohon pisang.
Keyzia mengerjap mata berkali-kali berharap salah lihat. Pemandangan yang ada di hadapannya ini benar-benar nggak sesuai ahagiaa yang ia bayangkan sebelumnya. Dalam bayangannya Rasya bakal mengajak dinner di sebuah restoran mewah atau hotel bintang lima. Eh ternyata Rasya malah membawanya ke kebun pisang yang disulap jadi tempat romantis. Pertama kalinya dalam hidupnya dinner sama cowok di kebun pisang. Kalau tahu dari awal dia nggak bakal memakai gaun dan berdandan segala. Mending juga memakai kaos oblong, jaket, celana panjang dan topi biar nggak kedinginan plus digigit nyamuk.
“Dasar Rasya, wajah doang yang manis eh ternyata pelit.” Gerutu Keyzia dalam hati.
“Keyzia, kamu kecewa yak arena tempatnya nggak sesuai harapanmu?” Tanya Rasya. Keyzia nggak menjawab. Kecewa sudah pasti. Capek-capek dandan yang cantik, ternyata Cuma dibawa ke kebun pisang.
Keyzia berusaha menutupi kekecewaannya karena ia pernah membaca artikel di internet “Cowok nggak suka cewek matre, cowok ingin dicintai apa-adanya” Jika dirinya menujukkan kekecawaan nanti Rasya ilfeel dan berpikir ia cewek matre.
“Ada yang bilang tempat ahagia itu di Korea, Jepang, Paris, Hongkong dan sebagainya tapi bagiku dimanapun bisa jadi tempat ahagia asalkan aku bersamamu, orang yang aku cintai selama ini.”
“Beneran, Key? Terima kasih banyak ya?” ia memeluk Keyzia erat lalu mengecup kening Keyzia.
“Sya, boleh aku minta sesuatu nggak?”
“Minta apa? Selama aku bisa memenuhi akan kupenuhi.”
“Aku cuma minta lain kali kalau ngajakin dinner kasih tahu tempatnya biar aku bisa menyesuaikan baju yang kupakai. Dingin tau, makai gaun ginian! Kamu sih tadi nggak ngasih tahu tempatnya.” Keyzia memanyunkan. Tapi yang ada malah Rasya terkikik geli dan mencubit pipinya.
__ADS_1
“Tadi mau bilang tempat kencannya tapi kamu nyerocos mulu, maksa aku ganti baju.”
Rasya melepas jasnya. Dia memakaikan jas tersebut ke tubuh Keyzia. Ya, ampun Rasya romantic banget sih kayak di sinetron atau novel. Keyzia merasa nggak enak sama Rasya, soalnya tadi sempat punya pikiran jelek tentang dia. Biarlah tempatnya nggak sesuai apa yang ia harapkan tapi Rasya sesuai dengan yang ia harapkan. Keyzia berharap Rasya akan menjadi cinta pertama dan terakhirnya.