
" kesayangan aku lagi sakit. cepetan sembuh ya biar bisa ketemu sama aku " kata ronal yang membuat mella dan tiara tertawa geli.
" hei gurun kadal lihat dong bukannya cepetan sembuh malah tambah keder tuh si selena denger omongan lu yang gak berbobot itu " ucap mella menyindir ronal yang sedang bucin kepada selena
kebetulan saat itu windi pulang sebentar mengambil pakaian ganti. jadi windi meninggal kan selena sendiri tak selang lama trio onar pun datang mengunjungi selena di ruangan nya.
" sel lu disini sama siapa? " tanya tiara dengan curiga
" sama tante dan om gue lah . memangnya kenapa sih? kalian mau menginap disini jagain aku " kata selena dengan muka lemas nya karena andrew tak kunjung datang.
" ngapain sih dari tadi lihat pintu mulu pangeran kamu kan sudah ada dihadapan mu selena yaitu aku " ucap ronal dengan wajah sombongnya.
" eh biawak diem kek . ini rumah sakit bukan tempat debat DPR " kata mella dengan kesal.
Sedangkan satria dan Triana hanya tersenyum mendengar perdebatan para bocil itu. triana pun menjadi teringat kepada mentari.
" andai mentari masih ada pasti dia sudah sebesar mereka ya yah " kata triana dengan sendirinya
" ayah tahu bun,. iya bagaimana lagi ini sudah kehendak Tuhan kita do'a kan saja putri kita di sana bisa bahagia dan di beri kesehatan selalu " kata satria mencoba menghibur triana.
jam sudah menunjukan jam 19:00 ronal, mella dan juga tiara memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena besok ada ulangan di kelas paK andrew si guru killer.
di sana tinggal selena dan triana yang bracket nya bersampingan dengan triana. satria pergi ke mushola rumah sakit untuk menjalankan sholat isha.
" hei cantik siapa nama mu? " tanya triana dengan lembut.
" saya selena tante, kalau nama tante siapa? " tanya selena balik.
" aku triana sayang. dimana orang tua mu kok gak kelihatan sih? apa masih pulang ambil baju ganti " kata triana yang memandangi selena.
__ADS_1
" orang tua saya sedang perjalanan bisnis ke Singapura tante. saya di titipkan ke rumah tante dan om saya sementara sampai mereka pulang " ucap selena jujur
" wah pasti kesepian ya di rumah gak ada temannya " kata triana
" enggak kok tan di rumah om dan tante saya ada mas adrew yang selalu setia mendampingi saya seta dia juga calon suami saya " ucap selena
" bukannya kamu masih sekolah? " tanya triana lagi
" saya akan bertahan dulu tante setelah lulus baru nikah melanjutkan kuliah " kata selena dengan tersenyum ceria.
" kau pasti mencintai nya ya nak " kata triana
" pasti tante, awalnya aku cuma sekedar suka saja tapi salam beberapa hari ini aku ingin selalu dekat dan bersama dengannya terus. ku rasa aku sudah jatuh cinta dengannya " kata selena
" tidak apa - apa nak toh yang bisa merasakan dan yang menjalani itu kamu. saran tante ikuti suara hati mu nak" kata triana. tak selang lama mata triana kembali terpejam karena efek obat yang diberi dokter.
( aku tuch gengsi banget lah kalau harus mengakui terlebih dahulu perasaan ku kepada dia. aku ini kan wanita. masak iya aku yang harus memulai terlebih dahulu. walau aku tahu dia juga memiliki rasa dengan ku tapi aku belum yakin apakah dia sudah benar-benar mencintai ku... rena... wanita itu terus saja hadir diantara aku dan mas andrew) batin selena kesal mengingat kehadiran rena di pagi itu.
" hei selena aku dengar dari andrew kamu sakit ya, aku kesini ingin melihat mu . bagaimana keadaan mu? " tanya rena basa basi
" alhamdulillah baik - baik saja kok. ih ya dimana mama sayang? " tanya selena yang sengaja memanggil windi dengan sebutan mama.
" mama lagi siapkan sup tadi buat kamu makan sayang. makanya akan datang agak nanti bareng papa " kata andrew dengan mengusap rambut selena dengan lembut.
( ih andrew gimana sih malah bersikap begitu dengan selena. anu ingin kamu cepat pergi dari kehidupan andrew selena. dia hanya milik ku dan selamanya akan tetaP begitu . kau harus nya tidak ada diantara aku dan andrew. lihat saja sebentar lagi devan akan menyingkirkannya mu dari kehidupan andrew. dan aku bisa kembali lagi bersama andrew) batin rena dengan tersenyum licik.
" sayang teman - teman ku tadi datang kesini deh " kata selena kepada andrew
" siapa saja yang datang kemari? " tanya andrew dengan mengupas jeruk untuk selena
__ADS_1
" ronal, mella dan juga tiara " kata selena jujur karena dirinya tadi juga berada diluar menguping perbincangan mereka sampai mereka pulang.
"sayang ini untuk mu " kata andrew dengan menguapkan jeruk kedalam mulut selena yang membuat rena mengepalkan tangan nya.
" andrew bisakah aku saja yang menyuapi selena? " tanya rena dengan nada manisnya
" tidak boleh , kesayangan ku harus aku sendiri yang merawatnya. Aku tidak akan biarkan orang lain yang menjaga nya" ucap andrew ketus kepada rena.
" assalamualaikum " ucap windi dan juga irawan . selena pun senang bukan kepala melihat windi dan irawan datang dengan membawa sekarang besar makan.
" mama gak lupa bawa makanan kesukaan ku kan " ucapan selena yang membuat windi dan irawan sedikit bingung. selena pun memberi kode kepasa windi agar mengikuti peran ini untuk membuat rena cemburu dan pergi.
" pasti dong sayang mama sudah buatkan sup dan masakan kesukaan kamu. kesayangan mana gak boleh gak makan " kata windi dengan tersenyum lebar.
" Terima kasih ma pa " kata selena manja
" iya sayang ku, rena kamu sudah lana disini ? " tanya windi berbasa-basi Lalu melihat ke arah andrew dengan tajam seolah meminta penjelasan.
" baru saja kok tante. saya kesini ingin melihat keadaan selena. selesai ini saya akan segera pergi karena besok saya ada kerjaan tante " kata rena dengan memaksakan senyum.
" Terima kasih lo udah repot - repot Jengukin calon menantu tante " kata windi dengan penuh penekanan calon mantu agar rena sadar posisinya siapa dia sekarang disini.
merasa kondisi semakin membuat nya kesal. rena pun memutuskan untuk segera berpamitan. dia tidak ingin lepas kendali dan terlihat buruk didepan windi, irawan dan juga andrew.
setelah rena keluar dari ruangan itu. terdengarnya suara renyah mereka tertawa bersama. seperti tidak ada masalah yang baru saja terjadi. Rena pun mendatangi apartemen devan untuk mempercepat langkahnya agar mempercepat dirinya bisa dekat kembali dengan keluarga andrew.
ting tong suara bel pintu terdengar. devan yang hanya memakai celana pendek ketat pun segera membuka pintu tersebut terlihat rena yang sedang kesal menatapnya didepan pintu. tampa sepatah kata pun rena masuk kedalam apartemen devan.
" apa kau sengaja memperlambat rencana yang ku minta kepadamu devan. aku sudah memberikan mahkota ku untuk mu apa itu belum cukup " ucap rena dengan wajah yang tak bersahabat
__ADS_1
" tenang kan dulu diri mu ren, kita butuh waktu untuk itu. berhubung kau disini mari kita nikmati pertemuan panas kita lagi seperti waktu itu " kata devan dengan wajah seperti serigala yang siap menerkam mangsanya.