
pagi - pagi sekali mentari sudah bersiap.ia turun kebawa ternyata belum ada yang duduk di meja makan. yang ada hanya bik Titin yang sibuk memasak nasi goreng untuk sarapan pagi.
" ih non selena ngagetin bibik saja deh. non mau sarapan apa? atau mau jus detox seperti biasanya "
" gak kok bik, aku kesini ingin bantuin bik Titin menyiapkan sarapan pagi aja. boleh kan bik "
" jangan non kotor loh. lagian ini juga mau selesai kok tinggal motong timun dan wortel buat acar "
" gak apa - apa bik biar aku aja yang buat acar nya. bik aku boleh tanya sesuatu gak? "
" boleh atuh non geulis. tanya soal apa sih non kok kelihatan nya serius amat "
" semenjak papa pergi mana bagaimana bik "
dengan wajah sendu bik Titin melihat ke arah mentari yang juga menatap bik Titin. bik Titin ragu - ragu saat ingin mengatakan nya.
" bilang saja sejujurnya bik, saya paling gak suka kalau bik Titin sampai berbicara bohong "
" semenjak kepergian tuan nyonya jadi pendiam, makan aja susah banyak bengong nya. saya aja sempat khawatir jika Nyonya sampai sakit. pada saat nyonya dengar dari den andrew kalau non selena mau pulang. nyonya langsung makan, dan sedikit ceria kayanya biar non selena gak sedih lihat keadaan nyonya yang sekarang. nyonya gak mau lihat non selena sedih"
" benarkah bik, sampek seperti itu mama menutupi kesedihannya dari ku "
" sumpah non bibik gak bohong deh "
mentari merasa sangat bersalah. bayangan dimana endro dan Ratih sangat menyayangi dirinya sepenuh hari.
__ADS_1
" papa aku ingin boneka di TV itu, tolong belikan untuk ku pa, aku gak mau makan jika tidak dibelikan itu"
" iya sayang nanti kita ke mall cari boneka seperti itu. apa pun yang putri kesayangan papa minta pasti papa belikan "
" terimakasih papa ku sayang π"
" aduh mama cemburu nih masak yang dicium hanya papa sih mama gak "
" aku juga sayang banget sama mama ππ"
Saat pulang sekolah selena tak sengaja jatuh dari tangga. lalu pihak sekolah selena mengabari endro dan juga Ratih bahwa selena jatuh dari tangga. tampa berpikir panjang mereka pun segera pergi ke sekolah untuk menjemput selena.
" bu guru mama dan papa kok belum datang sih. aku ingin digendong papa ππ"
tak lama dari itu endro dan juga Ratih pun datang dengan wajah nya yang panik. mereka pun segera mendekati selena yang berbaring di UKS dengan kedua lutut terluka dan ada memar di tangan sebelah kiri.
" sayang kamu kenapa kok bisa begini sih π₯Ίπ₯Ί, anak saya kenapa bisa begini bu guru "
" tadi selena jatuh dari tangga bu Ratih pak endro"
" bagaimana bisa, apa kamu tadi berlari sayang? " tanya endro dengan lembut
" papa tadi itu..... " kata selena dengan menangis. melihat ada yang tidak beres endro pun meminta pihak sekolah untuk memperlihatkan CCTV yang berada di dekat tangga sekolah.
pihak sekolah tidak punya pilihan lain dari pada sekolah itu dihancurkan oleh endro. mereka tahu betul kekuasaannya endro.
__ADS_1
Melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa putri kesayangannya dikerjai dan didorong seperti itu. endro dan Ratih pun murka.
Ratih meminta pihak sekolah untuk memanggil wali murid tersebut untuk segera datang ke sekolah untuk memberinya hukuman. setelah wali murid dan siswa utu dipanggil. mereka pun mulai berbicara.
" kalian tidak ading bukan dengan ku. aku bisa melakukan apa saja dengan siapa saja jika ada yang mengganggu keluarga ku. lihat ini baik - baik. putri ku dikerjai dan didorong anak kalian hingga jadi seperti ini. anak ku bagaikan berlian malah diperlakukan begini "
" pak kita bisa bicarakan ini secara baik - baik. ini hanya masalah anak - anak.kami...."
" oh bagaimana jika apa yang dialami putri ku juga dirasakan putri kalian hah. aku tidak mau tahu mereka harus dikeluarkan dari sekolah ini dan juga.....dan ya aku akan menarik uang yang sudah ku tanamkan di perusahaan kalian "
" tuan tidak perlu seperti ini. bukannya ini hanya masalah anak - anak saja. jangan libatkan ini kedalam masalah bisnis "
" selena adalah permata kami dan juga harga diriku jika dia terluka begitu juga kami. tidak ada toleransi apa pun. pergilah sebelum aku mengubah pikiran ku menjadi lebih buruk "
# rumah sakit bakti
selena dirawat di ruangan VVIP dirumah sakit tersebut. Ratih dan endro memilih mengerjakan pekerjaan nya di rumah sakit. dari pada meninggal putri kesayangan nya sendirian.
" papa "
" iya sayang, ada apa " tanya endro dengan senyum diwajahnya.
"setelah aku berkata jujur. apakah mereka akan menjauhi aku pa. aku tidak mengerti kenapa anak - ank itu sangat membenci ku " dengan sedih
" itu karena mami itu anak yang spesial sayang. mereka iri melihat mu yang begitu cantik dan juga pintar. apa lagi anak nya papa.
__ADS_1