GURU KU ADALAH SUGAR DADDY KU

GURU KU ADALAH SUGAR DADDY KU
afdal


__ADS_3

 perlahan selena pun membuka matanya..pilar langit yang ia jumpai dikamar itu terlihat sangat asing. mata Selena terus menyapu setiap sudut ruangan itu . hingga matanya berhenti pada sosok wanita paruh baya yang sedang menyulam benang di sofa dekat ranjangnya.


selena ingin bangun tapi kaki dan juga tangannya masih kaku untuk di gerakan.


" auhhh" rintih selena saat ingin menggerakkan badannya.triana yang mendengar suara selena segera berjalan dan duduk di samping selena


" kamu sudah bangun nak, ayo makan dulu " kata triana dengan lembut lalu duduk di samping ranjang selena. dengan hati - hati ia menyuapi selena dengan penuh kasih sayang.


" bunda" kata - kata yang lolos keluar dari bibir selena dengan tatapan nanar. triana pun menatap lekat wajah selena.


" kau panggil aku bunda. suara mu mirip sekali dengan putri ku yang hilang selena."kata triana dengan mata berkaca - kaca.


" sekarang aku ingat semuanya" kata selena dengan menggenggam tangan triana. triana pun memanggil suaminya yang sedang membaca koran didepan rumah. dengan cepat mereka pun duduk kembali di kamar dimana selena berada.


" katakan selena apa yang terjadi apa kepala mu masih sakit nak ?" ucap satria dengan khawatir.


" kenapa kalian memanggilku selena, aku ini adalah mentari putri kalian. aku putri yang diculik oleh orang - orang yang tak dikenal itu. waktu bunda mau mengantarkan aku ke sekolah. mobil kita dihadang oleh mobil asing, setelah salah satu dari mereka menembak bunda aku dibawa oleh mereka ke suatu tempat. aku pikir aku akan sendirian di sana tapi ternyata aku dikurung dengan anak - anak yang lain. aku menangis seharian memanggil kalian tapi kalian tidak kunjung juga datang. hingga akhirnya aku diajak kabur oleh cakra. cakra adalah teman yang ku kenal di sana . aku kabur dengannya bun . tapi saat kami baru saja keluar pagar salah satu dari mereka mengejar ku bun. aku terus berlari. saat aku ingin menyebrang jalan. tiba-tiba sebuah mobil menabrak ku hingga aku jadi lupa ingatan. mereka adalah mana ratih dan juga papa endro yang kini menjadi orang tua ku " ucap selena dengan sendu.


.satria dan triana pun memeluk selena. suara tangisan mereka cukup terdengar keras dari luar. jelas terlihat dimata mereka kerinduan seorang orang tua terhadap anaknya.


tiada kata lain selain bersyukur, karena penantian mereka yang panjang berbuah manis. anak yang mereka rindukan akhirnya bisa ditemukan kembali.


tok tok tok


" iya sebentar " kata bik ira pintu dibuka terlihat seorang pria berperawakan tinggi besar tengah berdiri didepan pintu.

__ADS_1


" ya ampun mas afdal bibik kirain siapa, ayo masuk mas .mau minum teh seperti biasanya " kata bik ira dengan tersenyum ramah.


" iya bik ,bik bapak ada?" kata afdal dengan sopan.


bik ira berjalan ke arah bilik selena terlihat kedua majikannya tengah memeluk gadis yang ia selamatkan sambil menangis . dalam hati kecilnya bik ira bertanya - tanya . apa yang terjadi.


( ada apa ini ya, kok tuan dan nyonya sampai menangis seperti itu dan juga berpelukan segala lagi. apa mungkin tuan dan nyonya mengenal gadis cantik itu ya..sudah lah aku gak boleh berpikir macam - macam. )


tok tok


" maaf tuan nyonya ada mas afdal di luar. mas afdal sedang mencari tuan.katanya ada perlu" kata bik ira dengan tatapan bingung melihat pemandangan yang tak biasa ini .


" bik lihat ternyata dia adalah mentari putri ku. putri yang selama ini aku nantikan" kata triana dengan tersenyum senang .bik ira pun syok lalu melihat selena dengan tersenyum senang.bik ira pun memeluk selena seperti ibu yang merindukan anaknya. walau pun status bik ira hanya pembantu. bik ira sudah menganggap mentari seperti putrinya sendiri.


" alhamdulillah non mentari akhirnya ketemu juga... terimakasih Tuhan terimakasih. " kata bik ira dengan memeluk selena dengan sangat erat.


" hallo pak satria bagaimana kabar anda hari ini? " tanya afdal dengan sopan.


" sangat baik nak, sangat luar biasa. hari bertubi-tubi kabar baik datang menghampiri ku" kata satria dengan wajahnya dihiasi senyuman.


" sepertinya anda sedang sangat bahagia pak. apa ada kabar bahagia yang tidak saya ketahui. " tanya afdal dengan penasaran.


" iya putri yang ku cari selama ini, putri kandungku mentari.kini sudah ketemu nak afdal .dia sudah kembali " kata satria


" benarkah alhamdulillah pak satria saya ikut berbahagia mendengar kabar baik itu" kata afdal dengan tersenyum ceria.

__ADS_1


" oh ya bagaimana keadaan kebun buah ku yang di kota zx nak .apa ada masalah di sana? " tanya satria


" sangat baik ko pak, oh iya ini laporan keuangan pabrik kita, oh ya saya sedang buru - buru jadi saya harus segera pergi. kalau tidak nanti saya malah gak enak sama pelanggan kita pak" kata afdal dengan mencium punggung tangan satria.


" buru - buru sekali nak"


" lagi banyak kerjaan pak satria nanti malah gak enak lagi sama yang lain " ucap afdal dan berlalu pergi.


( gawat aku harus segera melaporkan informasi ini kepada ibuk, bisa- bisa aku gagal nih menjadi penerus perkebun nya pak satria. ibuk harus bantu aku mencari cara agar aku bisa cepat menjadi pemimpin di pabrik pak satria) batin afdal


#


" miskin kok turun temurun begini sih, andai aja aku jadi orang kaya "


" heh kamu itu pagi - pagi kerjanya cuma ngelamun aja. kalau gak ngramal nomer . kerja kek lihat si afdal cari duit buat kita gak kayak kamu makan tidur doang. kamu itu kepala rumah tangga lo pak. tanggung jawab mu mana sebagai seorang suami"


" aku itu juga udah berusaha tapi belum dapat kerja aja buk ,udah diem aja jangan berisik "


" punya laki gak berguna banget sih, aku berharap si afdal bisa jadi penerus usaha mas satria biar aku ikutan hidup enak, gak disini hidup susah terus "


" kalau kamu terus begitu mau aku pukul kamu, sana bikinin aku kopi "


" bikin aja sendiri "


" heh melawan kamu ya"

__ADS_1


" males mending aku pergi ke rumah mbak triana "


__ADS_2