
andrew datang ke kediaman satria. triana dan satria yang kebetulan berada di rumah pun menjadi terkejut atas kehadiran andrew yang tiba-tiba.
" saya kesini ingin bertemu dengan selena / mentari pak buk. saya sudah melabuhkan hati kepada dia.saya gak bisa jauh dari dia. tolong bapak dan ibu merestui kami berdua "
" nak andrew kami sangat senang sekali anak kami bertemu dengan pria seperti dirimu. tapi nak andrew tahu sendiri bahwa mentari putri kami masih sekolah. "
" saya tahu itu pak,oleh sebab itu pernikahan kami menunggu mentari lulus sekolah dulu. setelah menikah dia tetap bisa melanjutkan kuliahnya, saya tidak akan pernah membatasi dia untuk mengejar pendidikan "
" apa kamu sudah tahu bahwa mentari adalah putri kandung kami yang hilang "
" saya sudah tahu pak begitu juga tante Ratih. beliau mengetahui fakta ini dari saya. sayang kamu hihi papa endro sudah meninggal "
" apa 🥺🥺 kamu bohong kan mas andrew"
" tidak sayang, aku tidak bohong. kecelakaan waktu itu membuat beliau koma beberapa hari. lalu pada saat tante Ratih bangun om endro sudah pergi ke rumah allah"
" ini tidak mungkin ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
mentari memeluk triana dengan berderai air mata. triana mencoba menenangkan sang putri.
" kita akan ke sana besok " ucap satria dengan penuh keyakinan.
" nak andrew bermalam dimana? "
"'saya mencari hotel terdekat pak "
" disini tidak ada hotel nak, kalau mau sewa pondok... begini saja malam ini istirahat lah disini besok baru cari penginapan "
" apa tidak merepotkan pak "
" tentu saja tidak nak "
andrew:
tante besok saya pulang akan membawa selena mengunjungi tante. tante harus terlihat segar dan tidak boleh terlihat sedih dihadapan selena.
Ratih:
iya andrew apa pun asal kan bisa bertemu dengan putri ku kembali. aku sangat merindukannya. bawa dia kemari.
#
19:00
andrew terlihat duduk santai didepan rumah. matanya sangat dimanjakan dengan pemandangan malam yang sangat indah menurutnya.
__ADS_1
grenggggggggg cittttt.
terlihat sebuah motor terparkir didepan kediaman satria. seorang pemuda berparas tinggi, ganteng dan putih yang tak lain adalah afdal.
afdal melihat pria ading di depannya. lalu perlahan berjalan masuk. kedua nya saling memandang dan bergulat dengan pikiran mereka masing.
"maaf mas nya siapa ya dan cari siapa ya? "
" saya afdal,saya datang kenari mencari pak satria "'
" tunggu sebentar ya mas duduk dulu. biar saya panggil kan beliau"
" iya "
" siapa laki-laki itu ya. aku belum pernah melihat dia sebelumnya. apa mungkin tamunya pak satria. tapi kok sampai menginap. sementara keluarga jauh pun pak satria atau bu triana juga gak ada. apa dia calon suaminya mentari ya. gak mungkin dong. pak satria pasti gak akan putri semata wayang nya menikah dengan sembarang orang. apa lagi mentari sekarang masih sekolah. gak ini mungkin cuma firasat aku aja " gumam afdal.
" mas afdal teh nya diminum"
" terimakasih kasih bik ira"
" sama - sama mas afdal"
tak lama dari itu satria pun keluar dan berbincang dengan afdal. sedangkan andrew yang penasaran pun petgi ke dapur bertanya soal afdal kepada bik ira.
" bik bikinin saya jahe hangat dong "
" oke beres mas "
" bik boleh tanya tidak "
" tanya apa mas andrew "
" laki-laki yang duduk di luar itu siapa bik "
" oh mas afdal to , dia itu anak angkat dari adiknya nyonya namanya bu wita. selain itu dia juga bekerja ikut tuan di pabrik bagian mandor. "
" apa dia tahu soal mentari bik "
" wah soal itu bibik gak tahu. tapi bu wita dan suaminya bernama pak arta itu gila harta mas "
" gila harta gimana sih bik "
" sehari sebelum kejadian itu "....
flashback #
__ADS_1
" Mbak tolong kami lah, mbak triana dan mas satria kan punya kebun yang sangat luas. Masak pinjami uang sama kami saja 500 juta tidak bisa " Ucap wita adik kandung triana yang gila akan uang.senenjak kedua orang tua mereka meninggal wita selalu minta apa pun kepada sang kakak walau pun dirinya sudah menikah.
" Bukan nya kami tidak mau meminjami wita. ,500 juta itu bukanlah uang yang sedikit. Kami juga perlu uang untuk mengelola perkebunan milik kami sendiri. Kalau hanya 10 juta kami bisa bantu " Tolak satria dengan tegas.
" Mas uang segitu mana cukup untuk aku beli rumah ,aku butuh uang banyak untuk membeli rumah belum juga isinya " Kata wita dengan jengkel
" Kalau gak punya uang jangan terlalu memaksakan diri lah wita buat saja rumah kecil, yang penting bisa untuk kamu dan suami mu tinggal " Kata triana menasehati.
" Mbak teman - teman ku itu orang - orang penting dan juga elit - elit. Malu dong aku jika mereka datang melihat rumah ku jelek dan kecil.memang kalian mau aku dipandang sebelah mata sama mereka " Kata wita kesal.
" Kalau begitu suruh suami usaha kek, jangan malas - malasan dirumah saja. Kamu sibuk cari pinjaman sementara suami mu santai - santai dirumah.enggak kami tidak bisa bantu.kami cuma bisa bantu segini jika tidak mau ya sudah " Kata satria tegas lalu menyuruh wita pergi.
Wita pun pergi dengan kesal tidak lupa ia menyambar amplop yang sudah diberikan satria untuknya.
( awas saja kalian ya aku akan merebut kekayaannya keluarga kalian secepatnya. dengan begitu aku akan mudah mendapatkan apa yang aku mau. kalian tunggu aja pembalasan ku) batin wita.
flashback off#
" entah mas itu hanya firasat saya atau bukan kejadian penculikan non mentari dulu pasti ada ikut campur tangan nya dengan bu wita dan juga pak arta. mereka kan selalu iri akan kejayaannya tuan dan juga nyonya sedari dulu"
" bik kalau afdal anak angkat mereka. berarti afdal anak dari anak panti asuhan atau adopsi dari anak keluarga aja "
" saya pernah mendengar sih mas afdal itu sebenarnya. anak seorang pekerjaan psk mas andrew. dia itu niat awalnya mau di buang tapi pada saat ingin pergi ke sungai dekat sini. Tiba-tiba pak Arya datang. saat itu bibik pas mau buang baju bayi nya non mentari... "
" lalu bik "
" bibik melihat pak arya berbicara dengan psk tersebut sambil menangis "
*flashback *
" mas saat aku main bersama mu aku gak pakai pengaman tapi dengan yang lain aku pakai. tapi saat kamu mengetahui aku hamil kamu bungkam seribu bahasa "
" maafkan aku nira aku terpaksa. waktu itu wita mencurigai aku terus. kau ingin bawa kemana anak itu nira "
" aku akan membuangnya ke sungai ini, aku tak ingin dia besar dengan lingkungan menjijikkan seperti kita mas. kamu ayahnya tapi gak bertanggung jawab atas anak mu. bagaimana jika dia besar nanti hah"
" berikan kepada ku bayi itu "
" untuk apa mas "
" berikan saja, aku akan merawatnya bersama wita tapi ingat jangan pernah muncul mengakui bahwa bayi ini adalah anak mu "
" aku mengerti mas"
* flasback off*
__ADS_1